Fitur

Kehadiran Buah Hati Memberi Suasana Baru Bagi Egi Rozten 

Bulan Ramadan selalu membawa nuansa yang berbeda bagi setiap umat muslim di seluruh dunia. Namun, bulan Ramadan kali ini terasa lebih spesial bagi Egi Rozten, yang tengah menjalani puasa perdana bersama istri dan anaknya.

Atlet asal Karawang, Jawa Barat, yang melenggang menuju pentas global ONE Championship usai menjadi juara kompetisi tinju nasional ini mengaku merasakan banyak hal baru berkat kehadiran sang putri, yang lahir pada bulan Desember tahun 2019 lalu.

Egi mengaku, berperan sebagai seorang ayah membuatnya lebih protektif terhadap keluarga.

“Kalau sekarang lebih banyak rumah, ditemani anak perempuan yang masih berusia 4 bulan. Jadi, sekarang lebih dekat dengan keluarga pastinya,” tutur Egi, yang kini menetap di Jakarta.

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah provinsi DKI juga menjadi semacam anugerah tersembunyi. Meski tak bisa mudik ke kampung halaman, ia tetap bersyukur bisa berkumpul bersama keluarga kecilnya. Terlebih, sang putri tidak harus mengalami kemacetan berjam-jam.

“Untuk lebaran, pastinya kita ikuti anjuran pemerintah tentang PSBB. Itu jauh lebih aman, karena keselamatan yang terpenting,” lanjutnya.

Meski bersyukur bisa menghabiskan banyak waktu bersama keluarga, Egi tetap merasa ada yang kurang jika dibandingkan dengan bulan puasa sebelumnya. Kali ini, atlet yang bernaung di IndoGym tersebut tidak bisa melakukan latihan seperti biasanya.



Selain itu, aktivitas pergaulannya pun sedikit terhambat. Biasanya, ia kerap menghabiskan banyak waktu bersama rekan sejawatnya saat menunggu waktu berbuka.

“Biasanya banyak ketemu teman-teman sebaya menjelang buka puasa. Saya menghabiskan waktu untuk jalan-jalan di area yang sangat banyak tempat jajanan di sana,” kenang Egi.

Egi pun berharap pandemi Covid-19 ini bisa segera selesai, agar ia dan warga masyarakat lainnya bisa beraktivitas seperti biasa.

Seperti diketahui, Egi juga merupakan seorang pelatih pribadi yang kerap mengajarkan teknik tinju serta bela diri.

Sebagai atlet yang melalui masa remajanya dengan penuh perjuangan, Egi mengerti betul peran rekan-rekannya dalam membantunya hingga berada pada titik saat ini.

Dibesarkan oleh kakek dan neneknya ketika orang tuanya memutuskan untuk berpisah saat ia masih batita, Egi mengaku sering menghabiskan waktunya di luar rumah ketika ia tumbuh remaja. Tak jarang, ia kerap terlibat perkelahian jalanan bersama geng sepeda motor tempatnya bergabung.

Namun saat tumbuh dewasa, Egi menyadari bahwa energi yang ia miliki seharusnya dialirkan pada hal positif – seperti mengikuti kompetisi olahraga resmi. Setelah mulai serius menggeluti olahraga tinju selepas masa SMA, Egi memulai petualangan baru sebagai atlet.

Dari situ, kehadiran lingkaran pertemanan yang baru memicunya untuk terus menjadi atlet yang lebih baik agar mendapatkan penghidupan yang lebih baik juga.

Momen Ramadan pun biasanya ia gunakan untuk berkumpul bersama teman-teman dan mengenang masa lalu yang memberinya banyak pelajaran tersebut.

“Ramadhan sekarang dan dulu sangatlah berbeda. Karena sekarang, dengan situasi pandemi seperti ini, kita jadi di rumah dan tidak ke mana-mana” ungkap Egi.

“Sebelumnya, saya biasa mengisi Ramadhan dengan banyak keigatan di luar rumah; ke mesjid, tempat ramai untuk buka bersama, atau mengunjungi saudara. Sangat berbeda jauh,” pungkasnya.

Baca juga: Adrian Mattheis Dan Abro Fernandes Mengenang Karya Abadi Didi Kempot

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.