Adrian Mattheis Dan Abro Fernandes Mengenang Karya Abadi Didi Kempot

Didi kempot performing in Yogyakarta in 2019

Diiringi petikan gitarnya, Adrian “Papua Badboy” Mattheis melantunkan potongan lagu Korban Janji. Suaranya terdengar lewat sambungan telepon.

Aktivitas tersebut sudah biasa menghiasi keseharian atlet berusia 26 tahun tersebut setelah selesai berlatih. Yang berbeda, kini ia tak bisa lagi menyaksikan pencipta lagunya secara langsung.

Didi Kempot, seorang penyanyi dan pengarang lagu campursari legendaris, menghembuskan nafas terakhir pada Selasa, 5 Mei, di Solo, Jawa Tengah. Bagi Adrian, dan penggemar lain yang kerap mendengarkan lagunya dalam kesunyian, kepergiannya menjadi sebuah obituari yang menyesakkan.

“Terimakasih untuk lagu-lagu yang selama ini menghibur kami. Walaupun Adrian tidak mengerti semua liriknya, banyak makna yang bisa kita ambil, karena Indonesia, meski berbeda-beda, tapi kita tetap satu,” tutur Adrian, yang lahir di Ternate, Maluku Utara, sebelum berpindah ke Papua Barat pada usia belia.

“Walaupun lagu-lagunya dalam Bahasa Jawa, saya seperti bisa menghayati juga. Rasanya lirik-liriknya seperti menyayat hati.” 

Adrian membuktikan bahwa musik adalah bahasa universal yang bisa didengarkan lewat hati. Perbedaan bahasa lisan tak menjadi penghambat untuk memaknai setiap melodi serta pesan yang terkandung.



Lirik lagu yang “The Godfather Of Broken Heart” ciptakan terasa nyata bagi siapapun yang pernah merasakan kehilangan. Setiap barisnya seolah memberi pesan bahwa semua manusia berada dalam kedudukan yang setara. Semua bisa patah hati, dan berhak meneteskan air mata ketika berhadapan dengan sepi.

“Puluhan tahun berkarya, tapi tetap konsisten. Pace Didi Kempot adalah sosok yang luar biasa,” jelas Adrian.

Lahir di Solo pada 31 Desember 1966, Didi Kempot telah mengarungi jalan yang panjang dalam dunia permusikan tanah air. Ia memulai kariernya pada tahun 1984 di kota kelahirannya, sebelum hijrah ke Jakarta dua tahun kemudian.

Sejak awal kariernya yang berliku hingga tampil dalam pentas internasional, sang maestro ingin dikenal sebagai penyanyi jalanan demi bisa lebih dekat dengan masyarakat.

Nama Kempot sendiri merupakan singkatan dari Kelompok Pengamen Trotoar – grup musik yang kerap menghiasi jalanan Jakarta pada akhir tahun 80-an.

Dalam sepanjang kariernya, lebih dari 700 lagu telah ia ciptakan dan populerkan. Bahkan, ia sempat tampil mengisi acara di Suriname dan di Eropa.

Ia juga kerap terlibat dalam aksi kemanusiaan. Pada 11 April lalu, ia terlibat dalam “Konser Amal dari Rumah” yang digelar salah satu stasiun televisi swasta untuk membantu penanggulangan COVID-19. Acara tersebut berhasil menggalang dana lebih dari Rp 7,6 milliar.

Didi Kempot black and white.jpg

Meski tumbuh dalam era yang berbeda, banyak pengemarnya yang datang dari generasi milenial.

“Saya suka lagu-lagu Didi Kempot. Saya sering putar di rumah hampir setiap hari,” tutur Abro “The Black Komodo” Fernandes, atlet berusia 30 tahun yang kini tinggal di Solo.

“Tiga lagu favorit saya diantaranya Stasiun Balapan, Sewu Kutho, dan Terminal Tirtonadi,” tambah atlet yang lahir di Timor Leste ini.

Abro mengaku tidak mengerti arti harfiah dari setiap penggalan lirik yang ada, namun ia menyukai lantunan lagu dan musiknya.

“Turut berduka untuk kepergian penyanyi favorit saya. Walaupun beliau sudah meninggal, saya tetap menjadi fan. Semoga damai di sisi Tuhan,” pungkasnya.

Baca juga: Adrian Mattheis Inginkan Laga Tanding Ulang Demi Jadi Yang Terbaik Di Indonesia

Selengkapnya di Berita

Nabil Anane and Suakim face off ahead of The Inner Circle 25
Superlek, Jonathan Di Bella, Nadaka, and Rifdean Masdor are scheduled to compete at ONE SAMURAI 4
Nabil Anane punches Ilias Ennahachi at ONE Friday Fights 126
Nico Carrillo celebrates his World Title win over Shadow Mavinn at ONE Fight Night 40.
Elbek Alyshov celebrates after capturing the ONE Bantamweight MMA World Championship at The Inner Circle 24.
Ramadan Ondash connects with a right hand on Johan Ghazali at The Inner Circle 24.
MMA stars Enkh-Orgil Baatarkhuu and Elbek Alyshov face off ahead of The Inner Circle 24
Abdallah Ondash lands a high kick on Chokpreecha at ONE Friday Fights 70
Johan Ghazali and Ramadan Ondash face off at The Inner Circle 23 on July 24.
Johan Ghazali and Ramadan Ondash face off at The Inner Circle 23 on July 242
Aliff Sor Dechapan claims ONE Interim Strawweight Muay Thai World Champion at The Inner Circle 23
Johan Ghazali and Ramadan Ondash had to be separated ahead of The Inner Circle 24