Berita

Egi Rozten: Kickboxing Jadi Pintu Kemenangan Bagi Fahdi Khaled

10 Sep 2020

Sebuah aksi luar biasa yang akan memanaskan laga utama di ajang ONE: A NEW BREED II dipastikan akan berjalan dengan sangat menarik.

Dalam ajang yang telah direkam sebelumnya di Bangkok, Thailand, dan tayang perdana pada hari Jumat, 11 September ini, laga pendukung utama antar Juara Dunia Muay Thai “The Kicking Machine” Superlek Kiatmoo9 dan Fahdi “The Gladiator” Khaled akan diwarnai pertukaran serangan agresif.

Latar belakang kedua striker alami yang berlaga dalam divisi flyweight ONE Super Series kickboxing ini turut mengundang perhatian Egi Rozten, Juara Tinju Nasional asal Indonesia. Secara pribadi, Egi juga sudah pernah menyaksikan sepak terjang “The Gladiator” dengan mata kepalanya sendiri.

“Kalau Fahdi Khaled, saya pernah melihat. Petarung itu pantang menyerah,” sebut perwakilan IndoGym ini. “Waktu itu saya pernah [melihatnya] melawan Rodtang. Walau ia kalah, tetapi tidak memalukan. Ia gemar menyerang, ditambah lagi tendangannya sangat bagus. Kombinasinya terfokus pada pukulan dan tendangan. Dia sangat cocok untuk [berlaga] striking [dalam disiplin] kickboxing.”

“Apalagi, Fahdi Khaled berasal dari tim Venum. Ia sangat memiliki kompetensi untuk menjadi juara, dimana teman-temannya juga pasti sangat bagus untuk menjadi rekan berlatih.”

Fahdi Khaled



Popularitas Venum Traning Camp yang berlokasi di Pattaya ini memang naik saat sasana ini berhasil membentuk serangkaian atlet yang menjadi unggulan. Salah satunya adalah sang pemilik dan pelatih di sasana itu, Mehdi “Diamond Heart” Zatout dan Juara Dunia ONE Bantamweight Kickboxing Alaverdi “Babyface Killer” Ramazanov.

Tentunya, peranan besar sang pelatih dan sang Juara Dunia ONE itu dapat membantu “The Gladiator” menjelang penampilannya di ONE: A NEW BREED II ini. Sebelumnya, di ajang ONE: NO SURRENDER II pada bulan Agustus, “The Gladiator” berhasil mendominasi dan menang mutlak atas atlet Tiongkok Huang Ding dalam laga divisi flyweight ONE Super Series Muay Thai mereka.

Kemenangan itu pun menambah catatan rekor dalam karier Khaled menjadi 40-8.

Di sisi lain, jam terbang Superlek – penantang kedua teratas dalam daftar Peringkat Resmi Atlet ONE yang menjadi lawannya – di dalam rangkaian ONE super Series juga patut diperhitungkan. Bahkan sebelum ia bergabung bersama ONE, ia telah mengantongi dua gelar Juara Dunia Lumpinee Stadium.

Hanya saja, pembedanya terletak pada disiplin yang dijalaninya saat ini, seperti dikatakan Egi.

“Superlek juga memiliki kemampuan dan pengalaman yang berimbang,” sebutnya.

“Dalam hal ini, petarung Muay Thai memiliki ciri khas tersendiri, namun kali ini laga berada di bawah peraturan kickboxing: tanpa siku atau clinch. Kalau saya menilai, di sini Fahdi Khaled lebih unggul karena Superlek memiliki gaya lebih ke Muay Thai. Khaled dapat melancarkan pukulan dan tendangan, [kemudian kembali] pukul dan tendang. Di Muay Thai, temponya lebih lambat, lebih terlihat.”

Karena laga ini berlangsung dalam disiplin yang bukan menjadi andalannya, Egi pun menjatuhkan pilihan pada Khaled yang sudah teruji dengan kombinasi serangan atas menggunakan tangan dan kakinya.

Dalam hal ini, gaya dan agresi striking yang dimiliki Khaled dalam disiplin kickboxing disebut akan menjadi kunci kemenangan tersendiri.

“[Saya kira] Fahdi Khaled akan menang, mungkin melalui poin [atau keputusan juri],” pungkasnya.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Tentang Para Bintang Di ONE: A NEW BREED II