Berita

Dzhabar Askerov Siap Meriahkan Impact Arena Dengan Aksi Spektakuler

13 Agustus 2019

Jika ada laga yang dijamin mencuri perhatian penggemar dengan aksi spektakuler di ajang ONE: DREAMS OF GOLD, tentunya laga tersebut adalah pertandingan babak semifinal ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix antara Dzhabar “Genghis Khan” Askerov dan Samy “AK47” Sana.

Hari Jumat, 16 Agustus mendatang, kedua atlet ini akan mencatat sejarah dengan tampil dalam pertandingan yang menghadirkan aksi paling spektakuler dalam ONE Super Series di Bangkok, Thailand. Siapapun pemenangnya akan melaju ke babak final dan berkesempatan memenangkan hadiah utama sebesar satu juta dolar Amerika Serikat.

Dzhabar merasa percaya diri dalam memasuki laga itu, setelah kemenangan sensasional melawan Enriko Kehl di babak perempat final bulan Mei silam.

“The Russian Warrior” berhasil melemparkan setiap serangan andalannya kepada atlet asal Jerman tersebut dan meraih kemenangan angka mutlak.

Selanjutnya, ia siap membawa semangat bertanding yang sama dalam laga di Impact Arena, menghadapi atlet yang berhasil memecahkan rekor tak terkalahkan Yodsansklai IWE Fairtex selama beberapa tahun terakhir.

Jelang laga antar Juara Dunia ini, atlet kelahiran 33 tahun silam tersebut menjabarkan persiapannya menghadapi tantangan di depan mata, serta bagaimana ia akan melucuti arsenal “AK47” dalam ONE Circle.

ONE Championship: Seberapa penting pertandingan anda melawan Samy Sana?

Dzhabar Askerov: Laga ini akan menjadi ajang terpenting selama karir saya. Saya tidak dapat membandingkan laga ini dengan pertandingan yang saya jalani sebelumnya – saya belum pernah menjadi bagian dari turnamen besar seperti ini, dimana hadiah utamanya juga sangat besar.

ONE: Bagaimana persiapan anda dalam menghadapi Samy?

DA: Saya harus datang dengan kondisi fisik terbaik menuju laga ini dan tentunya tanpa cedera. Persiapan latihan saya sangat baik – saya telah berlatih di Moskow dan [kembali ke] Dagestan untuk sesi akhir persiapan.

Berbagai alasan membuktikan bahwa Samy Sana adalah lawan yang berat, jadi bersama tim saya, kami telah mempelajari dirinya secara menyeluruh dan mempertajam taktik dan game plan yang hendak kami implementasikan.

Saya tidak bisa menjelaskan secara detil, tentuny, tetapi saya sudah siap. Saya tidak hanya berlatih, namun lebih dari itu saya [khusus] berlatih untuk menghadapi [Samy] Sana – saya mempelajari gaya bertarungnya.

ONE: Seberapa sulit menghindari cedera saat anda berlatih sangat keras?

DA: Sebagai atlet profesional, saya harus menjaga keseimbangan antara berlatih keras dan menghindari cedera – semua atlet menyadari mereka harus berlatih keras namun tidak berlebihan.

Kadangkala, kita mendorong diri sendiri terlalu keras – kita mengalami keletihan, dan menjadi terlalu letih, tetapi tetap berlatih dengan keras. Kita tentunya tetap harus menjaga diri, karena pada akhirnya, tidak ada jaminan 100 persen untuk bebas dari cedera. Semuanya ada di tangan Tuhan, tugas saya hanya mengerjakan segala sesuatu dengan kemampuan terbaik saya.

ONE: Apakah kemenangan dominan Samy Sana atas Yodsanklai pada babak perempat final mengejutkan anda?

DA: Seperti yang lainnya, saya sangat terkejut dengan kekalahan Yodsanklai – itu adalah kecewaan besar pada turnamen ini. Namun, mari kita lihat kenyataannya, bahwa olahraga tarung selalu penuh dengan kejutan!

Saya pikir kekalahan Yodsanklai terjadi karena ia terlalu percaya diri. Memang baik memiliki kepercayaan diri yang tinggi, namun terkadang hal itu dapat berbalik. Anda membuat kesalahan saat menjadi terlalu percaya diri. Yod melakukan beberapa kesalahan – semua yang mengerti olahraga ini melihat kesalahan tersebut.

Tetapi hasil pertandingan itu tidak berpengaruh banyak bagi saya. Saya siap menghadapi salah satu dari mereka. Persiapan latihan saya untuk menghadapi Yodsanklai mungkin akan berbeda caranya, namun disinilah kita saat ini – saya berlatih menghadapi Samy Sana.

ONE: Samy memiliki berbagai keunggulan, seperti tinggi badan dan jangkauan. Apakah hal tersebut membuat anda kuatir?

DA: Dia memang tinggi dan ini adalah keuntungan terbesarnya, namun saya telah mempersiapkan rencana untuk itu. Saya dan tim saya telah mempelajari pertandingannya, dan kita akan memperlihatkannya saat malam pertandingan.

Ini bukan kali pertama saya melawan lawan yang lebih tinggi, karena saya sangat pendek sebagai seorang atlet dalam divisi saya. Tentunya hal ini akan menjadi sangat berat, tapi saya bisa melakukannya.

ONE: Apa yang membuat para penggemar tidak dapat melewatkan pertandingan ini?

DA: Kami berdua sangat teknis dan cermat, dimana kedua hal ini akan menjamin sebuah pertandingan yang sangat menarik.

Kami akan maju bertukar serangan, tidak ada yang akan mundur. Kami juga mewakili gaya bertarung yang berbeda – ia condong ke gaya tradisional Muay Thai, sedangkan saya lebih bergaya K-1. Saya dengar ia mengatakan bahwa kami akan memanaskan stadion itu, dan ia benar, itulah yang akan terjadi di Bangkok.

ONE: Bagaimana prediksi anda tentang pertandingan antara Giorgio “The Doctor” Petrosyan vs “Smokin'” Jo Nattawut pada laga semifinal lain?

DA: Saya tidak keberatan siapapun memenangkannya, tetapi saya rasa laga tersebut akan menjadi sangat baik. Saya berharap saya akan mendapat kesempatan melawan sang pemenang dalam babak final di Tokyo.

ONE: Apakah anda mengizinkan diri anda untuk bermimpi melaju ke babak final di Tokyo? Apakah sekarang hal tersebut merupakan tujuan anda, atau anda hanya terfokus melawan Samy Sana?

DA: Tentu saja saya terfokus melawan [Samy] Sana, tetapi apalah arti seorang pria tanpa mimpi?

Setiap hari, saya membayangkan diri saya berada di Tokyo, bertanding dalam babak final ONE World Grand Prix. Saya bangun dan tidur dengan pemikiran tersebut. Sekarang, mimpi tersebut sudah menjadi bagian dari hidup saya.

Bangkok | 16 Agustus | 17:00 WIB | ONE: DREAMS OF GOLD | TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global Tiket: http://bit.ly/onegold19