Bela Diri Campuran

Christian Lee Sambut Rival Lama Dan Penantang Baru Di Tahun 2020

Christian “The Warrior” Lee menggapai mimpinya pada tahun 2019, dan keinginannya meraih kesuksesan hanya bertambah kuat.

Setelah mencetak KO atas Shinya “Tobikan Judan” Aoki untuk merebut gelar Juara Dunia ONE Lightweight pada bulan Mei, Christian mengikutinya dengan sebuah penampilan luar biasa lainnya.

Ia menerima pemberitahuan singkat untuk menghadapi Saygid “Dagi” Guseyn Arslanaliev dan mengalahkannya dalam babak Final Kejuaraan ONE Lightweight World Grand Prix melalui keputusan mutlak dan merebut sabuk perak dalam turnamen tersebut di bulan Oktober.

Sekarang, dengan tahun gemilang dalam catatannya, atlet Singapura ini melihat tahun 2020 dan berjanji untuk membawa kejayaannya dalam divisi lightweight ke tingkatan selanjutnya.



“Saya merasa ini adalah segalanya, untuk tetap mendorong, tetap memperlakukan diri saya sebagai penantang yang haus kemenangan seperti sebelum saya memenangkan sabuk [emas],” kata pria berusia 21 tahun itu.

“Seringkali, mereka memenangkan sabuk dan menjadi juara, namun mereka akan sedikit bersantai. Mereka akan berhenti berlatih, mereka akan berhenti mendorong diri mereka sendiri melampaui batasan mereka, serta merasa mereka telah melakukan usaha yang cukup.”

“Bagi saya, saya masih menjadi penantang yang haus [kemenangan] sama seperti sebelum saya memenangkan sabuk.”

Singaporean-American Christian Lee goes for the cross

Divisi lightweight ONE Championship mungkin adalah divisi terbesar dalam organisasi ini, oleh karena itu “The Warrior” mengerti ia akan menghadapi berbagai penantang yang mengincar sabuknya.

Christian sebelumnya menyebutkan nama “The Underground King” Eddie Alvarez sebagai lawan potensial, karena mengalahkan legenda seperti dirinya akan memberikan pencapaian besar untuk memastikan status atlet Singapura ini di dalam disiplin ini.

“Saat Eddie bergabung bersama ONE Championship, saya masih berada di divisi featherweight. Saya berkata bahwa saya akan ingin menjalani laga tersebut, dan masih menginginkan laga itu dapat berlangsung,” jelasnya.

“Saya rasa ini akan menjadi sorotan besar di Amerika Serikat. Saya berharap Eddie akan pulih di tahun 2020 dan dapat naik ke puncak, karena divisi lightweight sangatlah padat.”

“Bagi saya, saya mengetahui ini akan menjadi laga besar. Saya berharap ia akan dapat melaju ke atas [divisi ini] agar saya dapat mempertahankan gelar saya melawannya tahun depan.”

Christian Lee takes down Saygid Guseyn Arslanaliev

Seniman bela diri campuran lain yang diincar Christian adalah Timofey Nastyukhin.

Penghancur asal Rusia ini memastikan posisinya dengan mencetak KO atas Eddie Alvarez pada ronde pertama di laga perempat final ONE Lightweight World Grand Prix, dan ia menjadi atlet favorit yang dapat memenangkan turnamen tersebut sampai sebuah cedera memaksanya mundur.

Sekarang, saat ia nampak telah pulih dari kemunduran tersebut, Timofey diharapkan untuk kembali menapaki jalur menuju perebutan gelar Juara Dunia. Ini adalah perkembangan yang akan disambut “The Warrior” dengan tangan terbuka.

“Saya menyukai gaya bertandingnya. Saya telah menonton pertandingan Timofey sejak ia mulai bergabung bersama ONE Championship,” katanya.

“Saya rasa ini akan menjadi laga yang sangat menarik bagi para penggemar. Saya merasa ia adalah seseorang yang dikesampingkan karena ia menghadapi berbagai cedera dalam karirnya, namun ia pastinya adalah seorang lawan yang berbahaya. Saya rasa, setelah beberapa laga berikutnya, kita dapat melihat dirinya mendapatkan kesempatan perebutan gelar itu.”

Sementara terdapat berbagai penantang yang ingin dihadapi oleh Christian, demi mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Lightweight miliknya di tahun yang baru, ia masih ingin mencari penebusan dalam divisi sebelumnya.

Atlet Singapura ini memiliki keinginan menghadapi rival lamanya, Juara Dunia ONE Featherweight Martin “The Situ-Asian” Nguyen, untuk ketiga kalinya dan meraih sabuk emas lainnya.

“Walau saya adalah raja divisi lightweight, saya masih merasa memiliki sesuatu yang belum terselesaikan dalam divisi featherweight,” sebutnya.

“Kita mungkin akan melihat laga berikutnya [melawan Martin] untuk sabuk kedua saya di awal 2020, karena saya tidak akan meninggalkan divisi tersebut tanpa merebut sabuknya.”

Angela Lee and Christian Lee with their ONE Championship belts at ONE: CENTURY

Walau sang Juara Dunia ONE Lightweight ini memiliki berbagai target ke depannya, ia berencana untuk tetap tenang dan bekerja keras di ruang latihan.

Walau ada dua gelar yang telah direbutnya, “The Warrior” mengetahui bahwa masih ada banyak ruang untuk berkembang.

“Cara saya mencapai puncak adalah dengan tetap rendah hati, baik saya maupun kakak perempuan saya, Angela [Lee],” jelasnya.

“Kami tidak pernah membiarkan ketenaran membuat kami sombong. Kami masuk ke dalam sasana tiap hari dan bekerja sangat keras. Itulah rahasia kami untuk meraih kesiuksesan, dan tidak ada yang akan berubah di tahun 2020.”

Baca Juga: Christian Lee Buktikan 2019 Adalah Tahun Bagi ‘The Warrior’

Bersiaplah untuk gelaran perdana ONE Championship di tahun 2020, ONE: A NEW TOMORROW!

Bangkok | 10 Januari | Tiket: Klik di sini TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global