Opini

5 Laga Super Yang Ingin Dilihat Michael Schiavello Di ONE

Komentator pertandingan ONE Championship Michael “The Voice” Schiavello telah memandu laga-laga terbaik dalam disiplin Muay Thai, kickboxing dan bela diri campuran beberapa tahun terakhir.

Kini, saat organisasi bela diri terbesar di dunia ini melanjutkan agenda gelarannya pada tahun 2020, Schiavello sangat ingin melihat beberapa laga impian luar biasa yang dapat terjadi.

Menurut kata-katanya sendiri, berikut adalah kelima laga super yang ingin dilihat oleh “The Voice.”

Giorgio Petrosyan Vs. Sittichai Sitsongpeenong

12-time kickboxing and Muay Thai World Champion Sittichai Sitsongpeenong

“Selama bertahun-tahun, dunia kickboxing telah membicarakan siapa yang layak menjadi kickboxer terbaik di muka bumi. Kedua nama ini selalu ada di jajaran terdepan dalam seluruh debat itu. Kini, dengan Sittichai Sitsongpeenong yang bergabung bersama rangkaian ONE Super Series, ini adalah laga yang wajib terjadi.”

“Dengan bergabungnya Sittichai, kami dapat dengan sangat yakin mengatakan pada dunia bahwa kami adalah organisasi olahraga striking terbaik di muka bumi. Kami memiliki atlet-atlet terbaik, terutama pada divisi berat badan yang lebih ringan.”

“Apapun yang anda bicarakan pada banyak orang dalam 15 tahun terakhir – setidaknya, sejak K-1 World Max diluncurkan – tentang siapa kickboxer terbaik di muka bumi, terdapat tiga nama yang selalu dibicarakan oleh banyak orang: Giorgio Petrosyan, Sittichai Sitsongpeenong dan Buakaw Banchamek.”

“Kini, setelah kita mendapatkan Sittichai, saya ingin melihat [laga] Sittichai melawan Petrosyan. Saya ingin melihatnya ditentukan, sekali seumur hidup di bawah peraturan ONE Super Series kickboxing, tentang siapa kickboxer terbaik di muka bumi. Dan, saya tidak ingin melihatnya berlangsung dalam tiga ronde – tetapi lima ronde.”

“Itu tidak harus menjadi laga perebutan gelar. Itu hanya harus dipanaskan dan dibangun seperti apa adanya, yaitu untuk menentukan siapa kickboxer terbaik di muka bumi.”

Giorgio Petrosyan Vs. Buakaw Banchamek

ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix Champion Giorgio Petrosyan At ONE CENTURY PART II

“Dua nama besar dalam dunia kickboxing selama 15 tahun terakhir itu adalah Petrosyan dan Buakaw. Mereka pernah berlaga sebelumnya, dan hasilnya adalah keputusan seri yang kontroversial. Kedua atlet ini perlu kembali berlaga. Petrosyan masih menghadapi yang terbaik di dunia dan mengalahkan mereka. Buakaw memiliki rekor 18-2 dalam 20 laga terakhirnya, namun ia tidak berkompetisi dalam tingkatan yang bahkan mendekati Petrosyan.”

“Keduanya adalah Juara K-1 World Max, maka sudah saatnya dunia melihat laga ulang yang seharusnya terjadi bertahun-tahun sebelumnya.”

“Namun, saya benar-benar penasaran – dan saya akan mengatakannya – apakah Buakaw menghindari Petrosyan. Mengapa ia tidak pernah memberi Petrosyan sebuah laga ulang? Itu tidak mungkin karena uang, karena saya mengetahui fakta bahwa tawaran bayaran yang cukup serius telah tersebar untuk memasangkannya dengan Petrosyan sekali lagi. Dan jika itu bukan tentang uang, maka ini hanya berarti dua hal: peraturan yang berlaku, atau ia menghindarinya.

“Terkait peraturan tersebut, Buakaw telah membuktikan dirinya sebagai seorang kickboxer. Seperti yang saya katakan, ia adalah Juara K-1 World Max dua kali – sama seperti Petrosyan – maka itu tidak mungkin terkait dengan peraturannya. Maka, tentunya ini tentang menghindari Petrosyan dan mungkin [ia] mengetahui bahwa kekalahan dari Petrosyan dapat mencoreng reputasinya.”

“Tetapi, anda tahu sesuatu? Sebuah kekalahan atas Floyd Mayweather tidak mencoreng reputasi Manny Pacquiao sebagai salah satu petinju terbaik sepanjang masa. Setidaknya Pacquiao memberi kita kesempatan untuk melihat apa yang dapat terjadi. Tentunya, Pacquiao sudah sedikit melewati masa jayanya saat mereka berlaga, dan ini mungkin akan berbeda karena Buakaw dan Petrosyan masih berada di tahapan karier yang mirip. Keduanya belum melampaui masa jaya mereka, maka saya rasa kita membutuhkan laga satu ini.”

“Saya kira Buakaw perlu datang ke ONE jika ia ingin menunjukkan bahwa dirinya masih menjadi salah satu kickboxer terbaik di muka bumi, ia perlu melawan seseorang yang dianggap sebagai yang terbaik – dalam opini saya – di muka bumi, dan ia perlu berada di liga terbaik di muka bumi ini. Ini sesederhana itu.”



Aung La N Sang Vs. Brandon Vera II – At Heavyweight

Aung La N Sang and Brandon Vera touch gloves before their battle in Tokyo, Japan

“Sekarang, saya mengetahui bahwa Aung La N Sang telah mengatakan dirinya ingin tetap berada di divisi middleweight dan light heavyweight, namun saya ingin melihat ia berlaga dalam divisi heavyweight. Saya kira ini dapat menjadi momen dimana kita akan melihat Juara Dunia tiga divisi yang pertama sepanjang sejarah.

“Ini akan menjadi laga dimana Brandon Vera berkompetisi pada divisi yang lebih nyaman bagi dirinya, dan Aung La N Sang yang diuji oleh lawan yang lebih besar dan cepat.”

“Terdapat banyak sekali pertanyaan yang dapat dilontarkan untuk laga ini, dan saya akan senang mendapatkan beberapa jawaban dari semua pertanyaan itu!

Kita mengetahui Aung La N Sang unggul atas Vera di light heavyweight, namun apakah kekuatan, volume dan kuantitas yang sama dapat berlaku di heavyweight? Saya ingin melihat jawaban dari seluruh pertanyaan ini.”

“Aung La N Sang telah mengatakan bahwa ia tidak ingin naik satu divisi lagi, namun saya kira semua orang akan ingin melihat keduanya kembali berlaga. Mereka menjalani laga terbesar pada tahun 2019 – bahkan laga terbesar dalam sejarah ONE Championship.”

“Untuk melihat ini di divisi heavyweight, dan melihat kemungkinan Juara Dunia tiga divisi yang pertama, akan menjadi sangat bersejarah. Jika ada satu orang yang dapat melakukannya, itu mungkin adalah Aung La N Sang.”

Angela Lee Vs. Xiong Jing Nan III – Dalam Laga Catch Weight

The final staredown between Angela Lee and Xiong Jing Nan before their match

Angela Lee beberapa hari belakangan ini muncul dan berkata, ‘Siapa yang ingin melihat saya berlaga Xiong Jing Nan dalam divisi strawweight untuk gelar tersebut?’ Sejujurnya, saya akan ingin melihatnya pada divisi manapun, namun yang paling menarik bagi saya adalah laga catch weight. Jangan taruh perebutan gelar di sini. Mari kita lihat di tengah – antara atomweight dan strawweight – dan menentukan siapa yang terbaik.”

“Atau, jika anda ingin sesuatu yang lebih seru, pertaruhkanlah kedua gelar itu. Ambil gelar Juara Dunia ONE Women’s Atomweight dan ONE Women’s Strawweight sebagai pertaruhan dalam laga catch weight. Itu akan menjadi laga trilogi terakhir dalam rivalitas terepik dalam sejarah ONE Championship.”

“Kedua laga tersebut sejauh ini telah menjadi sangat fenomenal. Anda tidak dapat memasukkannya dalam sebuah skrip film Hollywood. Ada hal-hal yang tak diduga, belokan tajam, akhir yang mengejutkan dan berita-berita yang panas. Aksi tanpa henti antara kedua atlet ini memang sangat luar biasa.”

“Lee masih menjadi tak terhentikan (‘Unstoppable’) dan tak terkalahkan dalam divisi atomweight. Xiong telah menjadi mesin penghancur dalam divisi strawweight dan ia pun tak tersentuh dalam divisi tersebut. Maka, mari kita lihat mereka beraksi dalam laga catch weight dan mempertaruhkan kedua gelar itu. Mereka harus bertemu di tengah. Itu akan sangat luar biasa!”

Demetrious Johnson Vs. Henry Cejudo III

“Henry Cejudo kalah dalam laga pertama melalui TKO, dan ia memenangkan laga kedua melalui keputusan terbelah [split decision], yang dianggap cukup kontroversial.”

“Kini, Cejudo telah mengatakan bahwa ia akan pensiun dari bela diri campuran, namun apakah ia benar-benar pensiun? Dapatkan ia diyakinkan untuk meninggalkan masa pensiunnya, bergabung bersama ONE Championship dan melengkapi sebuah laga trilogi melawan rival terbesarnya sepanjang masa?

Demetrious Johnson telah menemukan kehidupan baru sejak ia bergabung bersama ONE Championship, serta telah mengalami beberapa ujian terberat sampai saat ini. Namun kita juga telah melihat Johnson berkembang jauh dari pada sebelumnya, dan kini ia lebih cepat dari sebelumnya. Semua ini menjadikannya lebih menakutkan dari sebelumnya.”

“[Kemampuan] striking dan pertahanan striking-nya telah berkembang sangat pesat, serta kecerdikan dan kemampuannya menemukan hal-hal baru juga telah berkembang. Saya akan ingin melihat dirinya membawa semua yang ia pelajari dan tingkatkan ke dalam sebuah laga trilogi bersama Cejudo.”

“Sebagai tambahan, Cejudo belum pernah berlaga di luar Amerika Utara, oleh karena itu, mengapa [dirinya] tidak membawa tantangan pribadi ini untuk berlaga di episentrum dari seni bela diri? Sebuah laga di Asia, terutama di Jepang, dalam sebuah organisasi dimana bakatnya akan sangat-sangat dihargai, serta melawan Johnson, akan menjadi sangat menarik.”

“Seperti yang saya katakan, mereka masih memiliki catatan 1-1, maka marilah kita ciptakan sebuah laga penentu. Mari bawa Cejudo, buat dirinya bergabung bersama ONE Championship, dan jadikan laga trilogi ini!”

Baca juga: Train Like An Athlete: Demetrious Johnson