Kickboxing

Beberapa Bintang Baru Yang Menjadikan Divisi Featherweight Kickboxing Bersinar

Turnamen ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix 2019 yang spektakuler telah menampilkan kualitas dari divisi tersebut, namun tahun ini, divisi ini akan semakin berat.

Italian kickboxer Giorgio Petrosyan takes out France's Samy Sana in October 2019

Dalam beberapa minggu terakhir, terdapat beberapa superstar yang telah bergabung – yang menjadikan divisi ini memiliki jajaran striker terkuat di dunia.

Para mahabintang baru seperti “The Killer Kid” Sittichai SitsongpeenongTayfun “Turkish Turbine” OzcanSuperbon, Davit Kiria, Jonay Risco dan John Wayne “The Gunslinger” Parr telah menambah kekuatan dari divisi ini, dimana para penggemar di seluruh dunia tak sabar menunggu laga yang akan mereka saksikan dalam beberapa bulan ke depan.

Mereka bergabung bersama superstar luar biasa lainnya, seperti Juara ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix Giorgio “The Doctor” Petrosyan, Samy “AK47” Sana, “Smokin” Jo Nattawut, The Boxing Computer” Yodsanklai IWE Fairtex, serta Enriko “The Hurricane” Kehl.

Sebagai tambahan, selalu ada kesempatan bahwa beberapa bintang dari disiplin “seni delapan tungkai” juga akan tampil, seperti yang dilakukan Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai Petchmorakot Petchyindee Academy tahun lalu.

Kebebasan untuk beralih disiplin tidak hanya searah, karena Sittichai, Superbon dan Parr memiliki kemampuan Muay Thai yang luar biasa.

Dengan berbagai kesempatan potensial dalam disiplin kickboxing pada tahun 2020 ini, mari kita melihat lebih dekat siapa pendatang baru ini dan mengapa mereka wajib mendapatkan perhatian anda.

Sittichai Sitsongpeenong

View this post on Instagram

2pn✌️✌️

A post shared by Sitt (@sitthichai_sitsongpeenong) on

Sebagai warga asli Buriram, Sittichai menjadi sangat fenomenal dalam disiplin striking setelah merebut beberapa gelar terbaik dalam disiplin Muay Thai dan kickboxing.

Beberapa sorotan terbaiknya termasuk sebuah gelar Kejuaraan Dunia Lumpinee Stadium dalam displin Muay Thai dan Turnamen Kejuaraan KLF World Max dalam kickboxing.

Sejak tahun 2015, “The Killer Kid” terfokus pada kickboxing, dimana ia menjadi bagian dari sedikit atlet yang mampu beradaptasi dengan sempurna, sebelum memenangkan laga melawan Marat Grigorian, Superbon, Kehl dan Kiria.

Para penggemar telah memimpikan laga antara dua striker southpaw, seperti Sittichai dan Petrosyan, yang mungkin dapat menjadi laga terbaik dalam rangkaian ONE Super Series tahun ini.

Tayfun Ozcan

Mesin perusak asal Belanda-Turki ini memastikan posisinya sebagai salah satu kickboxer terbaik di muka bumi melalui kemenangan atas Andy “Souwer Power” Souwer, Amansio Paraschiv dan Kiria.

Gaya bertandingnya yang memiliki kekuatan pukulan menakutkan mampu membawanya menjadi Juara Dunia dua divisi Enfusion, serta Juara Enfusion World MAX Tournament.

Atlet berusia 28 tahun ini akan memberikan tantangan segar bagi para kickboxer teratas dalam divisi featherweight ONE.

Superbon

Seperti kompatriot dan rival lamanya Sittichai, Superbon memulai perjalanannya dalam “seni delapan tungkai” — dimana ia merebut beberapa gelar, termasuk empat gelar Kejuaraan Dunia IFMA Muay Thai — sebelum beralih ke kickboxing.

Atlet Thailand ini adalah Juara KLF World MAX Tournament dan Juara Dunia IPCC Kickboxing, dimana ia memiliki kekuatan pencetak penyelesaian dalam pukulan, tendangan dan lututnya.

Superbon meraih jumlah kemenangan yang sama seperti “The Killer Kid,” dimana ia juga mencetak kemenangan atas Singdam Kiatmoo9 dan Eakpracha Meenayothin.



Davit Kiria

Atlet asal Georgia ini telah menyulitkan berbagai kompetitor terbaik dalam divisinya dalam beberapa tahun belakangan ini, dimana ia menggunakan pengalaman tersebut untuk meraih beberapa penghargaan terbesar.

Ia adalah Juara KLF World Max Tournament dan Juara Dunia KFWC Savate, serta mencetak kemenangan atas lawan elit seperti Andy Ristie, Murthel Groenhart dan Kem Sitsongpeenong.

Kekuatan Kiria terletak pada pukulan keras dan tendangan non-ortodoks, yang berasal dari latar belakang bela dirinya, karate Ashihara.

Jonay Risco

Risco adalah salah satu atlet olahraga tarung terbaik dari Spanyol.

Striker berusia 33 tahun ini adalah Juara Dunia Enfusion dan WFCA Kickboxing yang telah secara konsisten menghadapi lawan-lawan keras di seluruh dunia.

Ia juga menjadi salah satu dari beberapa atlet yang mampu mengalahkan sang legenda, Buakaw Banchamek. Sebagai tambahan, ia juga sempat mengalahkan Souwer, dan meraih kemenangan terbelah bersama Ozcan untuk sabuk emas Enfusion.

John Wayne Parr

Parr adalah salah satu atlet non-Thailand yang paling dihormati dalam sejarah Muay Thai, namun pria asal Australia ini tidak pernah berhenti berlaga ketika ia dihadapkan pada tantangan terberatnya.

“The Gunslinger” telah meraih gelar Juara Dunia bersama WKA, WKN, WKBF, WMC dan lainnya, dalam sebuah karier yang berlangsung selama lebih dari dua dekade.

Parr meraih 99 kemenangan dalam kariernya, termasuk atas Yodsanklai, Mike Zambidis dan Daniel “The Rock” Dawson, dimana ia ingin melengkapi kemenangan ke-100 di atas panggung dunia ONE.

Apa Yang Patut Diharapkan?

Giorgio Petrosyan Wins World Grand Prix At ONE CENTURY PART II

Belum ada jajaran striker sekaliber ini dalam organisasi manapun di seluruh dunia selama beberapa dekade – atau bahkan selamanya.

Beberapa dari mereka memiliki sejarah tersendiri dan ingin mencetak penebusan, sementara yang lain memberi tantangan baru yang tentunya akan menarik perhatian para penggemar. 

Petrosyan melawan Sittichai mungkin akan menjadi laga terbesar dalam sejarah kickboxing, dimana turnamen World Grand Prix tahun 2020 ini akan menjadi yang terberat.

Apapun kenyataannya, para penggemar akan dapat melihat berbagai laga menegangkan saat aksi berlanjut di atas panggung dunia ONE.

Baca juga: Sam-A Gaiyanghadao Jawab Tantangan Josh Tonna