Muay Thai

John Wayne Parr Akan Berlaga Bersama ONE Championship

John Wayne “The Gunslinger” Parr kini menjadi bagian dari para atlet di dalam rangkaian ONE Super Series.

Pria yang 10 kali menjadi Juara Dunia kickboxing dan Muay Thai ini adalah seorang ikon bela diri yang telah berkompetisi dalam tingkatan tertinggi dari berbagai promotor di seluruh dunia selama lebih dari dua dekade.

Kini, ia akan mencoba mengamankan kemenangan profesionalnya yang ke-100 di dalam organisasi bela diri terbesar di dunia ini.

Atlet asal Australia ini berbicara tentang bagaimana ia mencintai ONE sebelum anak didik terbaiknya, Rocky Ogden, menghadapi Sam-A Gaiyanghadao di ajang ONE: KING OF THE JUNGLE bulan lalu.

Parr sangat terkesan dengan bagaimana organisasi ini menarik perhatian banyak atlet kickboxing dan Muay Thai terbaik dunia untuk berkompetisi di bawah sebuah peraturan yang menarik.

Ia juga berbicara tentang sebuah laga potensial melawan seorang rival yang ia ingin temui sekali lagi, setelah sekian lama.

“Dalam karier saya, saya merasa beruntung pernah tiga kali berlaga dengan Yodsanklai [IWE Fairtex], dan untuk [kembali] melawan Yodsanklai dengan sarung tangan bela diri campuran di dalam Circle – itu akan menjadi sebuah laga terbaik,” sebutnya.

“Saya rasa kita akan membuat dunia berhenti [sejenak]. Saya rasa semua orang akan berhenti [melakukan apa yang] mereka sedang lakukan, masuk ke ONE Championship app, dan mereka akan melihat laga terbaik dalam hidup mereka. Itu akan menjadi sangat menarik.”

“Yodsanklai memukul sangat keras, maka pemikiran bahwa ia berlaga dengan sarung tangan bela diri campuran cukup membuat perut saya sakit – dan mungkin diare – namun pada saat yang sama, bayangkan jika saya menang – itu akan sangat luar biasa.”

“Saya yakin pada kekuatan pukulan saya dengan sarung tangan bela diri campuran. Saya mengira jika saya dapat menjadi pria yang akan mencetak KO atas Yodsanklai, pasti itu akan membantu saya memastikan peninggalan saya nantinya.”

View this post on Instagram

Disclaimer: Not your usual JWP post. Few people are laughing because my retirement was so short lived. But without fighting in my life I started to suffer from my thoughts, trying to rediscover who my identity was? “If I’m no longer a fighter, who the hell am I?”. As discussion started to happen and the contract was getting closer. My wife @angelamparr noticed the difference in my attitude and how much happier I’d become. Two nights ago it broke my heart as Angie confided in me that she feared she would come home one day and find me non responsive as I was so lost & in a dark place. When I say this opportunity makes me happy, I’m not just saying it to sound cute. This contract has given me my purpose in life again. To me fighting is more than just a sport. To me it’s something that’s impossible to just walk away from. Putting my hand in the glove was equivalent to Cinderella putting on the glass slipper where every changed in a instant. Thank you @yodchatri and @onechampionship again for this opportunity. I promise to give you my best ????????????????.

A post shared by John Wayne Parr ???????? (@johnwayneparr) on

Parr mengagumi banyak atlet yang dilihatnya di atas panggung dunia.

Namun, “The Gunslinger” menyimpan pujian tersendiri bagi Juara ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix dan mengatakan ia ingin menguji dirinya melawan ikon kickboxing asal Italia ini.

“Salah satu petarung favorit saya di ONE Championship adalah Giorgio Petrosyan,” kata atlet Australia ini.

“Ia sungguh berbakat. Saya dapat menyaksikannya berlaga secara langsung beberapa kali. Ia selalu menjadi bagian dari atlet yang saya kira akan bertemu di dalam ring, namun kenyataannya tidak. Ia adalah atlet elit, dan kariernya berbicara bagi dirinya. Saya rasa lebih dari seratus laga dengan hanya satu atau dua kekalahan, maka pria ini adalah seorang legenda.”

“Menang, kalah, atau seri, hanya berbagi ring bersamanya akan menjadi saat yang sangat membanggakan yang akan saya lihat kembali di tahun-tahun [mendatang]. Itu seperti Ramon Dekkers – ia adalah salah satu orang dimana kemenangan, kekalahan atau seri, tidak akan menjadi masalah [karena] anda harus berbagi ring dengan seorang legenda.

“Satu-satunya cara untuk menjadi seorang legenda adalah untuk bertarung melawan seorang legenda, dan Petrosyan akan mencetak sejarah sebagai salah satu legenda tersebut.”

Baca Juga: From The Mind Of Miesha Tate: Menangkal Cyberbullying Dan Mencintai Diri Sendiri