Opini

From The Mind Of Miesha Tate: Menangkal ‘Cyberbullying’ Dan Mencintai Diri Sendiri

Saat saya hamil untuk pertama kali, saya harus melewati beberapa perubahan fisik yang tidak terlalu saya sukai, dan itu pun membuka pikiran saya tentang bagaimana populasi Internet dapat menjadi sangat kejam.

Tidak ada yang boleh mempermalukan seorang wanita selama kehamilannya, atau bahkan setelah itu. Jika seorang wanita memiliki guratan atau berat badan bayi, itu karena mereka melakukan pengorbanan besar untuk melahirkan seorang manusia ke dunia ini.

Kaum wanita sangatlah luar biasa. Saya tidak pernah berhenti kagum melihat tiap ibu yang ada sebelum saya.

Tiap manusia di dunia ini datang dari seorang wanita yang telah melakukan pengorbanan luar biasa untuk menghadirkan manusia tersebut ke dunia ini, yang membuat para ibu ini harus mendapatkan penghormatan terbesar dari kita.

Namun ada beberapa hal yang tak dapat dirubah.

Beberapa manusia tidak memiliki pengertian sama sekali, dan itu membuat saya berpikir, ‘Bagaimana beberapa orang dapat selalu berbicara tentang penampilan fisik seseorang?’

Beberapa hal yang saya dengar, atau lihat, adalah, “Hey, kamu bertambah besar,” “Kamu sangat besar,” “Kamu terlihat gendut,” dan masih banyak lagi. Itu adalah sesuatu yang sangat sulit untuk diatasi, dan saya yakin bahwa semua orang harus mengurangi fokus mereka pada penampilan fisik orang lain dan mulai melihat diri mereka sendiri.

Terkadang, bahkan dengan mengatakan hal-hal seperti, “Kamu tidak nampak seperti sedang hamil,” tidak akan membuat seorang wanita merasa lebih baik – mungkin mereka ingin terlihat hamil, namun tidak dapat melakukan itu.



Jika anda ingin mengatakan sesuatu pada seorang calon ibu, gunakanlah kalimat seperti, “Kamu terlihat cantik,” “Anda bersinar,” “Kamu nampak hebat,” atau, “Kamu nampak luar biasa.” Itu adalah kalimat-kalimat yang jauh lebih baik.

Mengolok-olok kegemukan dan bercanda tentang penampilan seorang perempuan itu sangat sering dilakukan hari-hari ini, namun kita gagal menyadari bahwa kita seringkali tidak memiliki kesempatan untuk berada dalam posisi mereka. Sebagai kesimpulan, kita harus tidak menghakimi.

Saya tidak pernah masuk ke dalam laman media sosial orang lain untuk menulis sesuatu yang negatif atau untuk mengutarakan kebencian pada mereka. Saya tidak pernah melakukan itu, dan teman-teman saya tidak pernah melakukan itu.

Ingatlah bahwa tiap kali anda menunjuk orang lain, ada tiga jari yang menunjuk diri anda sendiri. Ini memberi sebuah pengingat agar anda harus mengambil waktu untuk melakukan refleksi terhadap diri sendiri daripada membuat orang lain merasa diri mereka buruk.

Cyberbullying, atau perundungan siber, adalah salah satu kejatuhan terbesar dari media sosial. Kemudahan akses membuat banyak orang merasa tidak terhubung, dan pada saat yang sama, terciptalah sebuah pemikiran bahwa mereka tidak benar-benar menyerang seseorang.

Hal itu merupakan kesalahan terbesar. Mengatakan sesuatu yang negatif secara daring akan sama menyakitkannya seperti mengatakan sesuatu yang kejam di depan muka siapapun.

Sebagai ganti dari ruang yang digunakan untuk berbagi sesuatu yang negatif, mengapa kita tidak memberikan contoh? Tampilkanlah sisi terbaik yang kita miliki bagi orang lain.

Bagaimana saya memerangi seluruh hal negatif di media sosial? Saya biasanya mengabaikan komentar negatif ini jika hal tersebut mengganggu saya. Saya tidak meresponi hal itu, karena saya tidak ingin. memberinya kekuatan.

Mungkin, kita hanya harus menyantapnya dengan sedikit garam. Saya tidak ingin melepaskan energi negatif lainnya, dimana terkadang berdiam diri adalah jawaban terbaik. Saya hanya akan mencoba meresponni mereka yang berbagi segala sesuatu yang positif.

Mereka yang tidak menampilkan segala sesuatu yang positif secara daring adalah mereka yang tidak berbahagia dengan hidup mereka. Saat anda melihatnya dengan perspektif tersebut, akan lebih mudah untuk menangani hal-hal seperti ini. Mengapa anda harus menyibukkan diri untuk turun ke tingkatan mereka? Jangan pernah berkontribusi untuk perilaku negatif apapun.

Dengan melakukan itu, semoga mereka menyadari bahwa itu tidak berdampak apapun dan mereka terpaksa bersikap baik. Saya tahu saya lebih kuat dari itu, dan inilah yang akan menjadi fokus saya.

View this post on Instagram

I know we are quick to post when we look good and feel good but I'd like to take you the other way for a second. . The first photo is 9 weeks into my 2nd pregnancy, the pic on the right is right now at 24 weeks pregnant. . Pregnancy is something that can be SO difficult to love your body all the time because no matter how hard you work the results will not really show. . But that's ok. Now that I'm in my 2nd pregnancy I know this whole journey is bigger than me. In this moment and whatever sacrifices I make are privileges as a mommy. . I can truly say this time I am so much more comfortable with the changes even the ones I don't love. I think no matter what stage in life we are in it's important to remind ourselves to love ourselves. . It's also ok to want better for yourself and to realize that you can get there even if you have to be patient. There's a time and place for everything, right now I must be patient, but I am excited to meet my son and get back into shape!! . Cheers to all the mommies out there, you are amazing no matter what stage you are in! . Tag a mommy and remind her to love herself ???????????????? . #motherhood #pregnancy #9weekspregnant #24weekspregnant #babyonboard #babybump #babybelly #2ndtrimester #babyboy #fitness #beforeandafter #fitmom #momswhoworkout #positivemindset #positivity #embracechange #bunintheoven

A post shared by Miesha Tate (@mieshatate) on

Bersama pernyataan di atas, saya juga ingin berbagi pesan lain bagi para wanita di luar sana.

Saat saya memuat perubahan tubuh saya di Instagram bulan Februari lalu, saya ingin menunjukkan bahwa anda dapat menampilkan diri anda sendiri secara daring. Saya membawa hal ini ke belakang, karena banyak orang selalu memuat hasil yang dicapai setelah mereka dengan sukses mendapatkan bentuk tubuh mereka kembali setelah kehamilan, atau setelah mengurangi berat badan.

Saya ingin sejenak merasa rentan. Saya ingin menampilkan pada dunia bahwa inilah kenyataannya – saya bertambah berat, saya tidak dapat berlatih seperti yang saya inginkan dan saya tidak sepenuhnya berbahagia karena harus melewati perubahan ini. Saya ingin memberitahukan tiap orang bahwa mereka harus menerima diri mereka sendiri.

Hanya karena saya tidak menyukai tiap perubahan yang dilewati oleh tubuh saya, tidak berarti bahwa saya tidak mencintai diri saya sendiri. Penampilan hanyalah bagian terluar. Saya mengetahui jika saya ingin berlatih setelah itu, atau kembali ke bentuk tubuh ideal saya, saya dapat melakukan itu.

Hal ini membawa saya kembali pada opini saya sebelumnya terkait betapa pentingnya mengejar pencapaian. Jika anda tidak selalu berada dalam kondisi terbaik anda dalam saat-saat tertentu, hal itu tidak apa-apa. Selama anda memiliki tujuan yang jelas, anda akan segera kembali ke jalur yang benar.

Join us in the fight for women's rights and gender equality!

Join us in the fight for women's rights and gender equality! #IWD2020 #EachForEqual #WeAreONE

Posted by ONE Championship on Saturday, March 7, 2020

Yang terakhir, bersamaan dengan Hari Wanita Internasional tahun ini, saya ingin mengekspresikan pentingnya kesatuan. Saya mendapatkan dukungan penuh dari para wanita kuat di seluruh dunia, namun saya yakin anda tetap harus membutuhkan dukungan dari lawan jenis anda.

Para wanita yang saling mendukung adalah konsep yang sangat penting, namun ini juga sama pentingnya dengan dukungan dari rekan pria anda.

Sangat luar biasa untuk melihat apa yang dapat dilakukan oleh wanita dan pria yang kuat bersama-sama, sebagai sebuah tim. Saya tidak mengenal wanita kuat manapun yang tidak memiliki figur panutan pria yang kuat dalam kehidupannya, baik sebagai ayah, saudara, atau teman.

Saya ingin memberitahukan pada semua orang di luar sana tentang kekuatan dari persatuan. Kita akan berada di posisi terkuat jika kita melakukannya bersama. Saat kita bekerja bersama dan memiliki seorang pria yang tidak menekan kita, tetapi malah mendukung kita menjadi versi terbaik dari diri kita, segala sesuatunya akan lebih terasa sangat mudah.

Kerjasama tim dapat membuat mimpi menjadi kenyataan.