Opini

From The Mind Of Miesha Tate: Menetap Di Rumah Baru Saya, Singapura

21 Agu 2019

Saya pindah ke Singapura pada tanggal 5 April, dan hal tersebut menjadi pengalaman yang sangat membuka mata saya.

Hal lain yang saya sangat sukai tentang negara ini adalah bagaimana lingkungannya sangat bersahabat dengan anak kecil dan berorientasi pada keluarga. Banyak aktivitas yang dapat dilakukan bersama anak-anak, berbagai hiburan gratis, serta selalu ada sesuatu yang terjadi disini.

Memindahkan keluarga anda akan selalu menjadi keputusan yang sangat besar, terutama jika rumah baru anda berada di belahan dunia yang lain, tetapi ini menjadi transisi yang cukup mudah bagi Johnny Nunez, Amaia Nunez dan diri saya sendiri sampai saat ini. Saya merasa bahwa “Kota Singa” ini adalah tempat dimana berbagai budaya bercampur, dimana saya sudah terbiasa dengan ini berkat kehidupan saya di Amerika Serikat – karena ragam kebudayaan yang ada disana.

Bertahun-tahun sebelum saya bahkan pindah kesini, saya menyebutkan dalam beberapa wawancara bahwa saua akan dapat melihat diri saya tinggal di Singapura kedepannya. Ini selalu menjadi hal-hal yang muncul dalam pikiran saya, tetapi melihat hal tersebut terjadi pada tahun 2019 cukup mengejutkan bagi saya.

Kadangkala, saya merasa anda dapat mengatakan sesuatu yang nantinya akan menjadi kenyataan, dan saya sangat bersemangat untuk berada di sini, saat ini, karena ada beberapa waktu dimana hal ini tidak mungkin terjadi. Cukup luar biasa bagaimana mimpi dapat cepat sekali menjadi kenyataan.

View this post on Instagram

❤️???????????????????????? #singapore

A post shared by Miesha Tate (@mieshatate) on

Perjalanan kedua saya ke Singapura adalah untuk sebuah seminar yang saya lakukan bersama Evolve MMA pada tahun 2016, dan setelah itu saya semakin mencintai negara ini.

Bulan Februari ini, untuk pertama kalinya saya menghadiri gelaran ONE Championship — ONE: CALL TO GREATNESS — dan saya sangat terpesona. Keramahan yang diberikan sangat luar biasa, dimana makanan dan minuman juga diantar ke tempat duduk anda. Ini memberikan pengalaman yang unik saat anda berada di sisi ring. Terlebih lagi, atmosfer pada saat itu sangat menggemparkan, yang membuat hal ini menjadi pengalaman mengesankan saat berada di Singapura.

Pada waktu itu, ONE Championship membantu saya mencari rumah baru kami. Kami menjelajahi pusat kota dan menemukan sebuah tempat yang sebagian sudah diisi dengan perangkat rumah tangga. Tetapi, bahkan saya belum dapat membayangkan seperti apa rasanya untuk menetap dan hidup di negara ini nantinya.

Hal tersebut berubah beberapa bulan kemudian.

Kami berkemas, terbang, tiba di Singapura, dan tiba-tiba distrik pusat bisnis tersebut menjadi rumah kami. Semuanya terasa seperti sebuah khayalan, tetapi seperti yang saya sebutkan sebelumnya, ini telah menjadi mimpi saya.

Saya adalah orang yang dapat dibilang pemalu, maka saat saya pertama kali pindah, saya tidak berinteraksi dengan banyak orang. Jika saya berangkat ke sasana, saya hanya akan berangkat ke sana tanpa berbicara dengan siapapun yang saya tidak kenal sepanjang perjalanan. Saya hanya terfokus dengan apa yang saya lakukan.

Saya yakin bahwa istilah yang tepat untuk menjelaskan hal tersebut adalah bahwa saya adalah seorang introvert dalam “kemasan” yang mudah mengalir.

View this post on Instagram

Swipe right for kisses ????

A post shared by Miesha Tate (@mieshatate) on

Dibutuhkan beberapa waktu bagi saya untuk mengenal beberapa orang dalam unit saya, tetapi hal ini berubah pada tanggal 3 Juni, yaitu ulang tahun Amaia yang pertama.

Ada beberapa orang tua yang berada di area publik di dekat kolam renang, dan salah satu dari anak mereka bermain di perosotan bersama dengan Amaia. Kami mulai bercengkerama, dan segera setelah itu, ia mengundang saya ke dalam sebuah grup WhatsApp yang berisi para ibu di kondominium kami.

Sekarang, saya berteman dengan mereka semua. Kami kadang berkumpul bersama untuk membiarkan anak-anak kami bermain dan bertukar mainan anak untuk beberapa hari. Anak-anak ini ternyata sangat cepat kehilangan minat pada mainan mereka!

Selain itu, beberapa hal ini masih menjadi rutinitas saya – latihan bela diri campuran, bekerja, melakukan latihan kardiovaskular, serta menghabiskan waktu bersama keluarga saya.

Perjuangan terbesar yang saya hadapi adalah menemukan arah saat berkeliling Singapura.

Saya teringat beberapa hari pertama kami setelah pindah, saat saya ingin mencari gerai 7-Eleven yang menjual gawai Wi-Fi portabel, dimana saya membutuhkan waktu sangat lama untuk menemukannya. Seseorang menyarankan saya untuk pergi ke satu arah tertentu, sementara yang lainnya menyarankan arah sebaliknya. Saya tidak mengetahui bahwa gerai tersebut berada di bawah tanah.

Ini juga menjadi kali pertama dalam kehidupan saya untuk tidak memiliki kendaraan.

Saya memiliki kendaraan saat saya pertama kali mendapatkan surat ijin mengemudi saya pada usia ke-16, karena di Amerika Serikat anda harus berkendara ke tujuan anda. Hal ini cukup aneh pada awalnya, tetapi saya saat ini sangat menyukai sistem transportasi umum dan layanan Grab disini. Saat ini, saya berjalan ke banyak lokasi dan sangat menikmati kehidupan di kota ini.

Singapura sangatlah berbeda dengan lokasi manapun dimana saya pernah tinggal, dimana saya merasa hal ini sangat menyenangkan dan menarik.

Di AS, setiap lokasi berada cukup jauh, dan walaupun Singapura sangatlah kecil sebagai perbandingan, anda akan merasa bahwa negara ini cukup besar – terlepas dari kenyataan bahwa segala sesuatunya berdekatan dan nyaman dijangkau. Terdapat banyak lapisan di kota ini, dan ragam arsitektur yang ada ternyata sangat indah. Sejujurnya, saya sangat terpesona tiap kali saya keluar dari rumah.

Yang terakhir adalah bahwa Singapura memiliki sesuatu yang paling menonjol diantara segala sesuatu yang terbaik – makanannya!

Makanan disini sangat lezat, dan satu makanan yang membuat saya terobsesi – dimana saya seperti kecanduan – adalah laksa. Makanan ini membangkitkan tiap indera perasa di mulut saya, dengan kuah dari santan, mie, serta kepedasannya.

Secara keseluruhan, jika ada satu kata untuk mendeskripsikan pengalaman saya menetap di Singapura sejauh ini, kata ini adalah: sempurna.