Tips Dan Trik

Bagaimana Cara Menyarangkan ‘Shovel Hook’ Efektif Dalam Muay Thai

Jika anda memikirkan tentang berbagai serangan tradisional dalam Muay Thai, sebuah teknik bernama ‘shovel hook’ mungkin tak akan menjadi manuver yang muncul.

Ini adalah taktik yang cukup beresiko, terutama saat anda harus mengkhawatirkan serangan siku, lutut dan tendangan sebagai pembalasan dari serangan ke arah tubuh ini.

Namun, jangan terlalu resah. Panduan ini akan menunjukkan bagaimana cara mengeksekusi dan mempersiapkan serangan dengan shovel hook, seraya mempertahankan diri dari berbagai jenis serangan balik.

Teori Di Balik Serangan Ke Arah Hati

Untuk mengerti mengapa serangan ke arah hati ini sangat efektif, anda mungkin harus mengerti teori di balik organ tubuh berbentuk lonjong ini.

Hati terletak di sisi kanan dari tubuh, terlindungi oleh tulang rusuk bagian bawah. Saat rusuk terkena serangan dengan keras, bagian ini akan menghantam hati dan saraf, yang mengurangi aliran darah ke otak.

Karena darah yang mengalir ke otak berkurang, organ yang berada di kepala ini akan mengirim sebuah sinyal ke seluruh tubuh untuk berbaring – supaya darah dapat mengalir ke bagian tubuh yang satu ini.

Sayangnya, bagi yang terkena pukulan shovel hook ini, sinyal itu sangat menyakitkan. Sekuat apapun toleransi mereka terhadap rasa sakit, tubuh mereka tak akan dapat bertahan untuk berdiri tegak.

Reaksi yang terjadi setelahnya adalah yang seringkali anda lihat: sang petarung menahan rasa sakit dan menurunkan lengannya untuk melindungi rusuk, serta dua kemungkinan yang dapat terjadi: berpaling dari lawan dan menerima serangan lutut, atau yang lebih buruk – tersungkur ke atas kanvas.



Mengeksekusi Shovel Hook

Ilias Ennahachi lands a body shot on Petchdam

Saat anda memikirkan tentang serangan ke arah hati, atau liver shot, anda akan memikirkan tentang shovel hook. Teknik shovel hook ini, yang sangat terkenal dalam disiplin tinju, adalah perpaduan antara hook dan uppercut. Tetapi, incarannya bukan kepala, melainkan bagian hati.

Untuk melontarkan shovel hook dengan kuda-kuda ortodoks, langkah awalnya adalah sebuah pertahanan yang solid. Salah satu tangan anda wajib melindungi wajah anda, dan bagian siku dari tangan ini wajib pula melindungi rusuk anda sendiri.

Saat melayangkan shovel hook, arahkan siku andalan anda ke bawah dan menjauhi diri anda dengan sudut 45 derajat. Lalu, jatuhkan lengan anda ini dan lancarkan pukulan itu ke bawah tangan kanan lawan anda (dalam kuda-kuda ortodoks di sebelah kiri anda) dan masuk ke tulang rusuk.

Pergerakan itu sama seperti mekanisme dari sebuah hook dasar.

Mempersiapkan Shovel Hook

Rodtang Jitmuangnon

Cara termudah mempersiapkan shovel hook bagi mereka yang memiliki kuda-kuda ortodoks adalah dengan menggunakan jab kiri anda. Saat anda menyarangkan jab, lihat bagaimana lawan anda bereaksi. Apakah lawan anda mengangkat penjagaannya dan membuka bagian rusuknya? Jika hal itu terjadi, anda dapat melakukan feint dengan jab lainnya dan segera menyarangkan shovel hook.

Jika lawan anda tidak terpancing, sarangkan cross kanan setelah jab tersebut. Cross kanan ini mungkin akan membawa lawan anda semakin bertahan dan membuka celah ke rusuknya.

Namun, kalau anda memiliki kuda-kuda southpaw yang menghadapi seniman bela diri ortodoks, maka anda akan wajib mempersiapkan serangan ini dengan cara yang sedikit berbeda.

Karena perbedaan kuda-kuda tersebut, bagian hati dari lawan anda kini akan menjadi sasaran yang lebih jauh. Dengan konteks ini, anda dapat menggunakan pukulan supaya lawan anda mengangkat tangannya dan membuka celah ke bagian hati. Tetapi, jangan lepaskan shovel hook terlebih dahulu, melainkan lontarkan sebuah pukulan straight kiri ke sisi kanan tubuh lawan anda (di kiri anda).

Ini adalah sebuah taktik tingkat lanjutan yang hanya harus dilakukan oleh para atlet veteran karena saat anda melontarkan pukulan kiri anda ke tubuh lawan, anda akan membuka celah untuk serangan siku, lutut, atau tendangan tinggi.

Jika pukulan shovel hook anda mendarat, baik dari kuda-kuda ortodoks atau southpaw, satu hal yang pasti – lawan anda akan sangat sulit bertahan selama sisa ronde tersebut.

Baca juga: 4 Cara Meningkatkan Akurasi Pukulan Anda Dalam Bela Diri