Fitur

Stefer Rahardian Ingin Lihat Laga Super Terbaru ONE Championship

ONE Championship kembali beraksi setelah pandemi global COVID-19 memaksa dunia untuk berhenti sejenak, dalam ajang ONE: NO SURRENDER di Bangkok, Thailand, 31 Juli mendatang.

Tentunya, kabar ini disambut baik dengan rasa antusiasme tinggi dari para penggemar dan atlet ONE, tak terkecuali kesatria divisi strawweight asal Jakarta, Indonesia, Stefer “The Lion” Rahardian.

View this post on Instagram

Sampai jumpa! ????

A post shared by ONE Championship Indonesia (@onechampid) on

Stefer pun dengan antusias melihat kemungkinan terjadinya beberapa partai besar menuju penghujung tahun ini, saat organisasi bela diri terbesar di dunia ini kembali melangsungkan berbagai gelaran utama mereka di kota-kota besar Asia.

Berikut pandangan dan analisa perwakilan Bali MMA ini dalam sebuah wawancara eksklusif bersama tim editorial ONEFC.COM/id terhadap empat laga-super yang akan terjadi:

#1 Rodtang Jitmuangnon Vs. Petchdam Petchyindee Academy III

Stefer Rahardian: Dalam partai utama gelaran ONE: NO SURRENDER ini, saya menjagokan Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon.

Memang, Petchdam “The Baby Shark” Petchyindee Academy terlihat lebih teknikal, namun menurut saya Rodtang adalah atlet yang spesial, karena mentalitas yang dimilikinya. Menurut saya, itu merupakan faktor mengapa dirinya dapat menjadi Juara Dunia dalam Muay Thai. Dia bertanding bak tank baja, yang menekan maju untuk mendaratkan rangkaian serangan keras.

Rangkaian kombinasi pukulan hook, pukulan ke arah tubuh lawan dan tendangan rendah menjadi andalannya untuk menghancurkan lawan. Saat dirinya terkena pukulan, ia juga langsung melancarkan serangan balasan, dimana gaya bertarungnya mirip dengan legenda tinju dunia, Mike Tyson. Tidak heran, ia dipanggil sebagai “The Iron Man.”



#2 Aung La N Sang Vs. Vitaly Bigdash III

SR: Menurut saya, laga ini akan dimenangkan oleh Aung La “The Burmese Phyton” N Sang, karena saya menyaksikan kemajuan yang signifikan tiap kali ia menginjakkan kaki di dalam Circle semenjak ia berlatih bersama Henry Hooft di Sanford MMA.

Kemajuan tersebut hampir [terlihat] dalam tiap aspek bela diri [miliknya]. Namun menurut saya, akurasi pukulan adalah variabel milik Aung La yang meningkat pesat dari waktu ke waktu. Mungkin, hal ini juga karena kekalahan pertama yang dialaminya dalam laga melawan Vitaly Bigdash pada pertemuan pertama mereka.

Dalam pertandingan ketiga tersebut, menurut saya, kemenangan Bigdash akan ditentukan oleh hasil kerja kerasnya dalam berlatih. Jadi, kita nantikan saja saat laga ini akan berlangsung!

#3 Angela Lee Vs. Denice Zamboanga

SR: Untuk laga ini, saya masih menjagokan “The Unstoppable” Angela Lee. Menurut pandangan saya, kemampuan grappling Lee sangat bagus.

Saya pernah menjadi sparring partner “The Panda” Xiong Jing Nan saat ia akan bertanding melawan Lee pada pertemuan pertama mereka. Oleh karena itu, saya memiliki gambaran jelas seberapa tangguhnya Lee [dalam permainan bawah] saat dirinya menghadapi Jing Nan.

#4 Vitor Belfort Vs. Alain Ngalani

SR: Saya menjagokan Vitor Belfort dalam laga ini. Kebetulan, saya merupakan penggemar berat Belfort, dimana saya mengikuti karirnya sejak ia masih muda. Menurut saya, Vitor yang sekarang masih memiliki naluri serta insting kuat seperti masa mudanya.

Kalau saya bandingkan dengan laga-laga sebelumnya dari Alain Ngalani, saya masih berpikir bahwa Vitor memiliki kemampuan yang lebih lengkap, seperti fakta bahwa dirinya memegang sabuk hitam Brazilian Jiu-Jitsu, kemampuan tinju yang sangat baik, serta pengalaman bertanding yang luar biasa.

Saya melihat bahwa Vitor memiliki bakat sejak lahir, yaitu kekuatan di kedua kepalan tinjunya. Walau dia datang dari latar belakang disiplin Brazilian Jiu-Jitsu, kekuatan pukulannya yang dimilikinya itu sungguh berbahaya. Saya sangat menantikan debut Belfort di ONE!

Baca juga: Sam-A Melihat Lima Penantang Teratas Divisi Strawweight Muay Thai