Gaya Hidup

Leandro Ataides Sebut 5 Film Favorit Sepanjang Masa

Leandro “Wolf” Ataides adalah seorang penggemar film yang gemar bersantai dengan menonton di waktu senggang.

Bintang Brasil ini telah menghabiskan banyak waktu jauh dari keluarga dan teman-temannya saat ia melatih dan berlatih di Asia, dan masuk ke dalam kisah yang ditampilkan di layar lebar adalah salah satu caranya untuk menyibukkan diri di luar sasana.

Seleranya sangat luas – dari film komedi yang sangat lucu sampai fiksi ilmiah yang sangat emosional — selama film tersebut dapat membuatnya terhibur.

Berikut adalah lima film favorit sepanjang masa dari atlet middleweight ini.

300

Seharusnya bukanlah sebuah kejutan bahwa salah satu film favorit Ataides menampilkan para pejuang tanpa rasa takut, pengorbanan besar dan keberanian.

“Film nomor satu bagi saya adalah 300. Itu memberi saya berbagai macam emosi,” ungkapnya.

Di film blockbuster tahun 2008 ini, sekelompok pejuang elit Sparta — yang dipimpin oleh Gerard Butler sebagai Leonidas — dengan berani menghadapi kematian dalam Pertempuran Thermopylae.

Walau mereka kalah jumlah, pejuang Sparta itu mempertahankan posisi mereka dan berperang sampai akhir, terlepas dari keadaan terburuk sekalipun.

“Itu menunjukkan bahwa kita harus berjuang demi apa yang kita inginkan dalam hidup,” kata superstar bela diri campuran ini.

“Ini memberi saya inspirasi untuk tetap membuat pikiran saya terfokus, untuk menjadi seorang pria, seorang ayah, seorang suami dan menjadi manusia.”

The Hangover

Yang kedua dalam daftar milik “Wolf” adalah film komedi tahun 2009, The Hangover, yang menampilkan sekelompok sahabat yang pergi ke Las Vegas untuk merayakan sebuah pernikahan.

Berbagai hal segera berada di luar kendali saat kelompok bernama “Wolfpack” ini kehilangan sang pengantin pria dan harus menelusuri jejak mereka dari malam sebelumnya – yang membuka berbagai kejadian dan hasil akhir yang sangat lucu.

The Hangover adalah salah satu film favorit saya. Itu hanya membuat saya tertawa terus menerus,” kata Juara Dunia Brazilian Jiu-Jitsu lima kali ini.

“Alan, pria yang berjanggut, ialah yang paling saya sukai. Saya kira ia sangat lucu. Setelah menonton ini, saya pergi mencari film lain yang dibintangi [Zach Galifianakis]. Ia luar biasa!”



The Matrix

Film fiksi ilmiah tahun 1999 yang sangat terkenal, The Matrix, memadukan fantasi dengan realitas bagi Ataides muda, dimana film ini telah menjadi yang paling sering ditontonnya sejak saat itu.

Dalam film ini, Thomas Anderson — yang juga dikenal sebagai aliasnya, Neo — menyingkap kebenaran tentang simulasi realitas yang memperbudak umat manusia sebagai sumber energi bagi mesin-mesin pintar.

“Saya menyukai [film] fantasi seperti The Matrix. Saya sangat terkejut saat pertama menontonnya. Saya hanya berkata, ‘Wow!’” kenang warga Rio de Janeiro ini.

“Bagi saya, saya menyukai teknologi. Saya suka mengambil foto dan membuat film. Saya belajar tentang teknologi dan berbagai gawai sebelum menjadi petarung, maka saya rasa itu cukup luar biasa.”

“Itu hanya membuat saya berpikir bahwa seluruh film ini sangatlah luar biasa. Saya sangat menyukai film ini.”

Armageddon

Ataides juga menyukai film fiksi ilmiah yang memiliki sisi kemanusiaan.

“Film lain yang saya sukai adalah Armageddon dengan Bruce Willis. Saya sangat menyukai bagaimana ia mengorbankan hidupnya untuk umat manusia,” katanya.

“Wolf” mengetahui apa arti pengorbanan bagi orang lain, dan ia dapat menghargai mengapa karakter yang dimainkan Willis, Harry Stamper, mengambil keputusan tersebut.

“Sejujurnya, ya, saya menangis,” aku Ataides sambil tertawa.

“Karena ia memiliki seorang putri, namun ia mengorbankan hidupnya supaya orang lain dapat berbahagia. Itu luar biasa. Sangat emosional.”

The Pursuit Of Happyness

Film terakhir yang ada dalam daftar milik atlet Brasil ini adalah The Pursuit Of Happyness, sebuah film drama dari tahun 2006 yang menampilkan Will Smith sebagai Chris Gardner.

“Saya menyukai Will Smith. Ia adalah aktor yang bagus, serta ia juga nampak seperti orang yang baik. Film ini dapat memberi semua orang banyak motivasi,” kata Ataides.

Dalam film itu — yang berdasarkan kejadian sesungguhnya — Gardner berjuang untuk mencari penghasilan sebagai seorang pedagang, atau salesman, saat pernikahannya harus berakhir, namun ia mendapatkan kesempatan sebagai seorang pekerja magang dengan kesempatan menjadi makelar saham pada akhirnya.

Namun, istrinya meninggalkannya, ia kehilangan rumahnya, serta harus membesarkan anak lelakinya saat ia masih terlibat dalam situasi finansial yang berat. Gardner tetap berjuang, mendapatkan pekerjaan setelah bersaing dengan 20 kandidat lainnya, serta merubah kehidupannya bagi dirinya dan anak lelakinya itu.

“Wolf” mendapatkan motivasi besar dari perjuangan sang tokoh utama dan mengaplikasikannya dalam kehidupan pribadinya.

“Film ini memberi anda tujuan hidup. Anda harus tetap terfokus, bahkan pada saat segala sesuatunya berantakan,” tegasnya.

“[Gardner] membagi waktu dalam pekerjaannya dan merawat anaknya. Ia bekerja keras, ia melakukan pekerjaannya, dan pada akhirnya semua orang memberinya pujian.”

Baca juga: Friday Flashback: KO Yang Mengubah Karier Leandro Ataides

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.