Fitur

Joshua Pacio Vs. Rene Catalan – 4 Kunci Kemenangan

7 Nov 2019

Joshua “The Passion” Pacio dan Rene “The Challenger” Catalan akan berhadapan di ajang ONE: MASTERS OF FATE, dimana kedua atlet terbaik divisi ini berlaga demi gelar Juara Dunia ONE Strawweight.

Keduanya akan membawa kemampuan yang beragam ke dalam laga utama di Manila, Filipina, pada hari Jumat, 8 November ini, dimana tentunya akan lebih sulit menentukan siapa yang akan unggul.

Joshua baru saja memulai kali keduanya menjadi Juara Dunia, dan memiliki faktor umur sebagai keuntungannya – dimana ia 17 tahun lebih muda dari rivalnya – namun Rene akan membawa seluruh kemampuan yang dimilikinya selama dua dekade sebagai seniman bela diri, dengan dua gelar Juara Dunia wushu.

Mereka akan siap dan menjadi sangat berbahaya saat bertemu di Mall Of Asia Arena, dan berikut adalah beberapa teknik dan strategi kunci yang dapat mereka gunakan untuk meninggalkan Mall Of Asia Arena dengan tangan terangkat.

#1 Kekuatan KO Joshua Pacio

Kemampuan “The Passion” untuk mengakhiri kontes dalam sekejap dalam pertukaran serangan atas (stand-up) adalah salah satu aset terbesarnya.

Perwakilan Team Lakay ini adalah praktisi wushu berpengalaman, namun ia juga memiliki kemampuan dari sesi latihan awalnya dalam disiplin Muay Thai dan kickboxing untuk memberinya arsenal striking yang patut ditakuti.

Sebelum ia bergabung dengan “The Home Of Martial Arts,” ia menggunakan kemampuan tinjunya untuk mencetak KO atas lawannya, namun saat ia mencapai panggung dunia, ia dapat menyerang dengan teknik yang mampu menjadi sorotan dan telah mengakhiri berbagai kontes dalam satu gerakan.

Baik pukulan memutar dengan punggung tangan yang menjatuhkan Roy Doliguez dan tendangan ke arah kepala yang memberinya gelar Juara Dunia atas Yosuke Saruta datang secara tiba-tiba, yang harus membuat Rene wajib berhati-hati untuk maju ke dalam serangan kuat dan membayar harga yang mahal.

#2 Tendangan Rendah Rene Catalan

Salah satu cara untuk mengalahkan pencetak KO adalah untuk menghancurkan pondasi mereka, dan tendangan rendah milik “The Challenger” dapat menjadi senjata terbaiknya untuk melakukan itu.

Perwakilan Catalan Fighting System ini sangat liat dengan kaki yang kuat dan tebal, dimana ia dapat menggunakannya untuk menyapu paha lawannya dari kuda-kuda ortodoks dan southpaw. Serangan berulang ke kaki lawannya akan mengurangi ledakan kekuatan lawan, dan hal ini akan menjadi penangkal yang sempurna untuk striker seperti Joshua.

Pendekatan ini adalah faktor kunci dalam kemenangan “The Challenger” atas Stefer Rahardian, dimana pria asal Manila ini dapat menggunakan game plan yang sama untuk melambatkan dan menghilangkan serangan milik sang Juara Dunia.

#3 Penempatan Takedown Luar Biasa Joshua Pacio

Laga demi posisi teratas mungkin akan menjadi krusial dalam kontes ini, jika keduanya beralih dari striking mereka, dimana penempatan waktu yang sempurna dari takedown milik Joshua akan membantunya meraih posisi dominan di atas kanvas.

Pria asal Baguio ini jarang sekali menyerang dari jauh. Ia gemar menunggu lawannya untuk maju dengan tendangan dan membalasnya dengan menarik mereka ke atas kanvas. Atlet seperti Kritsada Kongsrichai, Dejdamrong Sor Amnuaysirichoke dan Pongsiri Mitsatit telah mengalami hal ini secara langsung.

Hal ini secara drastis mengurangi kemungkinan lawan untuk melakukan sprawl, yang berarti bahwa “The Passion” mampu mencari kesempatan yang tidak terlalu berbahaya ke atas kanvas, dimana kemampuan submission luar biasa miliknya dapat menjadi penentu.

#4 Serangan Bawah “The Challenger”

Jika Rene dapat mengambil inisiatif dan meraih posisi atas di atas kanvas – atau bahkan membuat lawannya ini membayar atas takedown yang tidak sempurna – ia pasti mendapatkan sebuah kesempatan untuk mengalahkan superstar berusia 23 tahun itu dengan ground and pound dahsyat.

“The Challenger” selalu tidak pernah ingin memenangkan laga hanya dengan posisi menguntungkan. Jika ia berada di posisi atas, ia akan menyerang dengan sangat keras, dan bahkan tidak membutuhkan banyak ruang untuk mendaratkan pukulan kuatnya.

Peng Xue Wen adalah pria pertama yang tunduk setelah serangan bertubi-tubi di atas kanvas, dan mantan Juara Dunia ONE Strawweight Yoshitaka Naito juga mengalami nasib yang sama saat takedown miliknya dimentahkan Rene dengan mudah. Atlet Jepang tersebut membayar dengan menerima rangkaian pukulan dan gempuran yang mengakhiri laga pada ronde pertama, serta memberikan jalan bagi Rene demi perebutan sabuk emas kali ini.

Baca Juga: Galeri – Atlet ONE: MASTERS OF FATE Berhadapan Di Latihan Terbuka

Manila | 8 November | MASTERS OF FATE | TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global | Tiket: http://bit.ly/onefate19