Fitur

Rahasia Joshua Pacio Menjadi Superstar ONE Termuda Dari Team Lakay

8 Apr 2019

Sejak dia menjadi atlet profesional ketika berusia 17 tahun, Joshua “The Passion” Pacio telah mengalahkan beberapa ahli bela diri ternama, menjadi petarung bintang, dan meraih kejuaraan dunia dalam waktu beberapa tahun.

Banyak petarung yang hanya dapat bermimpi mencapai semua ini, tetapi Joshua meraihnya hanya dalam waktu enam tahun.

Hari Jumat, 12 April ini, ia akan mendapatkan kesempatan meraih prestasi baru dengan merebut gelar Juara Dunia divisi strawweight untuk kedua kalinya melawan Yosuke “The Ninja” Saruta dalam sebuah pertandingan ulang di ajang ONE: ROOTS OF HONOR.

Filipino phenom Joshua Pacio is laser-focused on ONE goal ▶ getting the Strawweight World Title back on 12 April!

Filipino phenom Joshua Pacio is laser-focused on ONE goal ▶ getting the Strawweight World Title back on 12 April!Manila | 12 April | 6:00PM | Watch on the ONE Super App: http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast | Tickets: http://bit.ly/onehonor19

Posted by ONE Championship on Wednesday, April 3, 2019

Banyak orang akan runtuh karena tekanan yang ada demi meraih semua prestasi tersebut, tetapi atlet asal Filipina ini mampu mengembangkan cara berpikirnya demi menjadikan ini semua menjadi kenyataan.

“Semuanya di awal dengan mimpi,” kata Joshua. “Sewaktu saya masih gendut, saya berolahraga demi menjadi lebih bugar, tetapi ketika saya menonton pertandingan MMA, saya terinspirasi untuk berkompetisi.”

“Saat itulah saya jatuh cinta dengan bela diri. Seni ini mengubah semua hal yang di hidup saya, tidak hanya di perubahan fisik saya. Saya belajar disiplin, sikap yang baik, dan nilai kerja keras. Jika bukan karena kerja keras, saya tidak mungkin berada disini.”

Will Joshua Pacio pull off his world-famous "Passion Lock" on Yosuke Saruta come 12 April?

Will Joshua Pacio pull off his world-famous "Passion Lock" on Yosuke Saruta come 12 April?Manila | 12 April | 6:00PM | Watch on the ONE Super App: http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast | Tickets: http://bit.ly/onehonor19

Posted by ONE Championship on Thursday, April 4, 2019

Sikap Joshua terhadap karirnya dapat dilihat dari awal perjalanannya, dimana hal ini membantunya tetap rendah hati saat ia meraih kesuksesan dan ketenaran.

“Saya diajarkan oleh paman saya, dan diteruskan oleh Team Lakay,” Joshua melanjutkan.

“ukan pukulan atau tendangan yang mereka ajarkan pertama kali – tetapi disiplin dan kerendahan hati. Apapun yang telah dicapai, jika [anda] tidak rendah hati, tidak akan ada yang melihat keterampilanmu.”

“Yang pertama-tama adalah sikap rendah hati, lalu sikap ke orang lain. Keterampilan akan datang sendiri.”

“The Passion” pun berterima kasih kepada mereka yang telah membantu dan mengingatkannya kepada nilai-nilai ini, seberapa jauh karirnya telah berjalan.

“Saya amat berhutang budi kepada Coach Mark [Sangiao] dan para senior saya, seperti kakak Eduard [Folayang], kakak Kevin [Belingon], dan lainnya – termasuk para pelatih pertama saya, seperti paman saya dan Coach Rogelio,” tambahnya.

“Mereka adalah orang-orang yang sampai sekarang senang membimbing saya.”

How will Joshua Pacio get it done against Yosuke Saruta on 12 April?

How will Joshua Pacio get it done against Yosuke Saruta on 12 April?Manila | 12 April | 6:00PM | Watch on the ONE Super App: http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast | Tickets: http://bit.ly/onehonor19

Posted by ONE Championship on Thursday, April 4, 2019

 

Walaupun dengan bantuan dan dukungan yang diterimanya, jalannya menuju sukses masih sangat sulit untuk ditempuh.

Tetapi, dengan mengasah kemampuannya melalui beberapa promosi lokal di Filipina, ia belajar beradaptasi dengan tantangan yang dihadapinya di panggung dunia ONE Championship, serta mempersiapkan dirinya untuk sukses.

“Untungnya, saya mendapatkan waktu untuk mempersiapkan diri,” katanya.

“Di tahun 2016, setelah pertandingan ketiga saya di ONE, saya dijerumuskan ke pertandingan utama. Itulah saatnya saya sedikit kewalahan.”

“Namun, seperti nasehat Coach Mark Sangiao, ini adalah karir yang kita pilih, jadi kita harus fleksibel dan apapun yang terjadi kita harus mampu menyesuaikan diri.”

Walaupun ia telah meraih prestasi tinggi dalam karirnya, Joshua tetap termotivasi untuk meraih berbagai hal yang lebih baik lagi, karena ia ingin mencapai lebih dari sebuah gelar Juara Dunia.

Joshua Pacio's not going to stop until he gets the ONE Strawweight World Title back!

Joshua Pacio's not going to stop until he gets the ONE Strawweight World Title back! Manila | 12 April | 6:00PM | Watch on the ONE Super App: http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast | Tickets: http://bit.ly/onehonor19

Posted by ONE Championship on Monday, April 1, 2019

 

Dia berharap untuk dapat memberi inspirasi bagi semua orang yang ingin mengikuti jejaknya. Bagi orang-orang ini, ia memiliki beberapa nasehat.

“Jika mereka ingin menjadikan bela diri sebagai karir atau gaya hidup mereka, mereka harus berdedikasi, terfokus dan memiliki sikap yang baik,” katanya.

“Ini semua adalah nilai-nilai dasar dan yang terpenting dari seni bela diri.”

“Tentunya, berlatihlah dengan keras, karena tidak ada yang dapat dicapai dengan mengambil jalan pintas. Kalian harus mampu melewati rintangan yang sulit. Berlatihlah tiap hari dan ketika meraih kesuksesan, tetaplah rendah hati.”

Joshua mungkin tidak menunjukkan kesombongan sedikitpun, tetapi hal ini tidak menghentikannya untuk mempercayai diri sendiri dan memiliki ambisi tinggi.

Dia ingin menjadi petarung terbaik di divisinya.

The experts break down Joshua Pacio and Yosuke Saruta's epic rematch for the ONE Strawweight World Title! Predictions?

The experts break down Joshua Pacio and Yosuke Saruta's epic rematch for the ONE Strawweight World Title! Predictions? Manila | 12 April | 6:00PM | Watch on the ONE Super App: http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast | Tickets: http://bit.ly/onehonor19

Posted by ONE Championship on Friday, April 5, 2019

Atlet muda berbakat ini mampu membuktikan bahwa ia adalah yang terbaik di Arena Mall of Asia, Fillipina, saat mencoba merebut kembali sabuk kejuaraannya melawan Yosuke Saruta. Dan ketika ia berhasil, masih banyak hal yang dia ingin lakukan.

“Saya pikir saya belum melakukan banyak [hal] – saya juga belum percaya bahwa saya berada di puncak karir saya, karena saya melihat perjalanan saya masih jauh,” jelasnya.

“Mungkin masih 10 tahun lagi sebelum saya mencapai puncak karir saya.”

“Saya berdedikasi untuk berlatih dan mempertajam kemampuan bela diri saya demi menjadi atlet dan manusia yang lebih baik.”