Fitur

Cara Zuli Silawanto Bawa Adrian Mattheis Untuk Pecahkan Rekor ONE

Adrian “Papua Badboy” Mattheis sangat berhutang budi pada pelatih kepalanya, Zuli “The Shark” Silawanto.

Bintang strawweight Indonesia ini telah diasah untuk menjadi salah satu seniman bela diri campuran paling menarik dan sukses dari negaranya, di bawah asuhan mentornya itu.

Jika ia mampu mengalahkan superstar senegaranya, Stefer “The Lion” Rahardian, di ajang ONE: DAWN OF VALOR pada Jumat, 25 Oktober ini, ia akan memegang status sebagai atlet ONE Championship tersukses dalam sejarah negaranya dengan 10 kemenangan di dalam Circle.

“Bagi saya, pelatih Zuli sudah seperti seorang ayah,” tegasnya.

“Ia adalah seseorang yang membimbing, memupuk dan mendukung saya hingga saya mencapai tingkatan ini. Ialah yang membantu mimpi saya. Ia telah memberi banyak dukungan dan bantuan.”

Zuli sangat dikenal di tanah kelahirannya itu sebagai atlet Indonesia pertama yang meraih kemenangan bersama “The Home Of Martial Arts” – pada ajang kedua dari organisasi itu di bulan Februari 2012.

Mattheis awalnya bertemu dengan sosok panutannya ini saat ia pindah ke ibukota untuk belajar di Sekolah Tinggi Perikanan dan memasuki sasananya. Pria asal Maluku Utara itu ingin mengikuti jejak pahlawannya itu, namun segera menyadari bahwa itu bukanlah sebuah perjalanan mudah.

Walau “Papua Badboy” berkata bahwa “The Shark” mudah bergaul dalam kehidupan sehari-hari, sikapnya berubah saat ia melatih dan memastikan para atletnya memberi usaha maksimal mereka agar dapat menyajikan penampilan luar biasa saat tekanan itu terjadi di bawah sorotan lampu.

“Saya ingin menjadi seperti dirinya,” kata Adrian. “Ia pernah memberitahu saya bahwa jika saya ingin menjadi seperti dirinya, saya harus membuktikan itu dengan latihan saya.”

“Ia sangat keras dalam sesi latihan, karena ia ingin kami memaksimalkan potensi yang kami miliki, dan memberi segala yang telah kami latih dalam tiap laga kami.”



Selain itu, Zuli juga membentuk kehidupan murid-muridnya, serta pendekatan mereka akan seni bela diri di luar Circle.

Seperti banyak pelatih lain, ia menekankan agar mereka wajib menjalani kehidupan mereka menurut nilai-nilai yang wajib dimiliki oleh seorang seniman bela diri. Ia juga mengajarkan mereka tentang tugas untuk menurunkan apa yang telah mereka pelajari, agar banyak orang dapat meraih keuntungan dari kebijakan yang mereka terima.

“Ia mengatakan pada saya bahwa saya tak boleh menyimpan seluruh pengetahuan yang saya dapatkan untuk diri saya sendiri,” kata Adrian.

“Apa yang anda bagikan akan menjadi berkat anda. Inilah yang saya lakukan bagi teman-teman saya. Seluruh pengetahuan dan kemampuan saya mungkin dapat membantu yang lain, maka saat saya telah meninggalkan dunia ini, kebaikan saya akan terus berlanjut.”

Di bawah bimbingan idolanya, “Papua Badboy” telah mencapai kesuksesan luar biasa di atas panggung dunia.

Hanya beberapa tahun setelah ia mulai berlatih di Tigershark Fighting Academy, ia mencetak debutnya bersama ONE dan merebut gelar Kejuaraan ONE Strawweight Indonesia Tournament dengan dua KO pada ronde pertama.

Walau ia juga menerima pelajaran berat di tingkatan tertingginya setelah itu, Adrian jelas mempelajari berbagai hal dari beberapa kekalahan berat dari para atlet terbaik dalam divisinya, dan dimana ia telah memenangkan tujuh dari delapan laga terakhirnya. Sepanjang waktu tersebut, ia juga memimpin divisinya dengan laga, kemenangan dan penyelesaian terbanyak.

Hal itu, menurut sang pelatih, berasal dari ketekunannya di sasana, serta kemampuannya untuk menyerap informasi seperti spons.

“Enam tahun lalu, saat ia datang kepada saya untuk berlatih, Adrian selalu ingin menjadi atlet yang sukses,” jelas Zuli.

“Saya kira ia mungkin hanya berkata-kata saja, namun ia mampu membuktikannya sepanjang jalan. Ia selalu hadir dalam sesi latihan bersama teman-temannya, serta memiliki disiplin [yang dibutuhkan]. Inilah saat saya melihat determinasinya dan seberapa mudah mengarahkan dirinya. Itulah yang sangat spesial tentang dirinya.”

“Adrian cukup cerdas untuk menterjemahkan instruksi dari tim pojoknya. Ini sangatlah penting, karena pelatih mungkin dapat melihat sebuah laga dari sudut yang lebih luar dibandingkan atlet yang berlaga di dalam ring.”

Selama Adrian dapat melakukan itu, pelatihnya berkata bahwa ia memiliki kesempatan untuk mengalahkan Stefer di Istora Senayan, Jumat ini, dan mencapai tujuan jangka pendeknya untuk tampil di kartu utama ONE.

“Sejauh ini, ia selalu berlaga di kartu awal, namun saya selalu mengatakan pada dirinya bahwa ia masih harus memberi yang terbaik dalam tiap laganya, karena kesempatan itu akan segera tiba,” tambah “The Shark.”

“Saat itu tiba, Adrian akan siap!”

Baca juga: 3 Pertandingan Pencuri Perhatian Di ONE: DAWN OF HEROES

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.