Fitur

Bagaimana Para Fans Memotivasi Xiong Jing Nan Jelang Laga Melawan Angela Lee

Salah satu hal yang diperoleh “The Panda” Xiong Jing Nan sebagai Juara Dunia ONE Women’s Strawweight adalah para penggemar baru.

Pejuang Tiongkok ini tidak menyangka dukungan yang diterimanya – baik dari Tiongkok dan negara-negara lain – namun ia bersyukur atas apa yang dirasakannya menjelang laga utama di gelaran bersejarah ONE: CENTURY PART I.

Pada hari Minggu, 13 Oktober, Jing Nan akan menghadapi “Unstoppable” Angela Lee dalam sebuah pertandingan ulang demi gelar Juara Dunia ONE Women’s Strawweight, dimana pendukungnya memberi motivasi yang lebih besar untuk meraih kemenangan.

“The Panda” mengalahkan Tiffany Teo bulan Januari lalu untuk menjadi atlet Tiongkok pertama yang memenangi gelar Juara Dunia bela diri campuran, dimana ia telah mempertahankannya sebanyak tiga kali.

Dengan kemenangan impresif dalam tiap laganya – terutama saat ia menaklukkan Angela saat mereka bertemu di ajang ONE: A NEW ERA bulan Maret lalu – ketenarannya meningkat dan atlet kelahiran Shandong ini sangat terkejut dan bersemangat menyadari bahwa ia kini dikenal banyak orang.

“Saya berada di Singapura baru-baru ini, sedang berjalan, dan banyak orang mengenali saya, bahkan saat saya berada di negara lain,” kata atlet berusia 31 tahun ini.

“Mereka akan mengikuti saya diam-diam, dan saat mereka melihat saat yang tepat, mereka akan bertanya apakah mereka dapat mengganggu dan meminta untuk berfoto dengan sopan. Mereka benar-benar menghormati saya, dan cara mereka melakukan itu sangat menyentuh. Saya sangat senang.”

“Ketika saya berada di Singapura, di manapun saya berada, apakah saat saya berjalan ke suatu tempat atau makan sesuatu, saya akan dikenali. Saya merasa seperti tiap orang mengenal saya.”

Singapura adalah rumah bagi Angela Lee, namun walau “The Panda” telah mengalahkan sang pahlawan nasional tersebut – dan berencana mengulanginya lagi pada tanggal 13 Oktober – tidak ada rasa penghormatan yang berkurang dari para warga “The Lion City” tersebut.

Hal yang sama terjadi saat ia berada di ketinggian 35,000 kaki di udara.



“Saat saya terbang [dari Singapura], para pramugari mengatakan bahwa mereka mengetahui siapa saya dan menonton laga saya,” jelas Jing Nan.

“Ia mengatakan pada kapten pesawat [bahwa saya terbang bersama mereka], dan ia juga telah melihat laga saya. Ia keluar untuk berfoto dengan saya dan memberikan dukungannya. Ini menyenangkan.”

Perhatian luar biasa seperti itu memberi perwakilan Bali MMA ini sebuah alasan untuk bagi dirinya untuk berpikir bahwa ia tidak akan menjadi orang biasa di tengah keramaian sejak saat ini.

Namun, ketika ia mengingat bahwa ia berbagi kesuksesan tersebut bersama negara asalnya, ia menyadari bahwa para fans di seluruh dunia dapat melihat dirinya sebagai perwakilan dari seni bela diri Tiongkok.

“Saya menyadari bahwa saya akan mudah dikenali sejak saat ini,” katanya. “Lalu, saya seperti berpikir, ‘Apakah saya harus mengenakan topeng?’”

“Namun, saya senang karena banyak orang mengenal saya sebagai seorang juara dari Tiongkok. [Menjadi Juara Dunia] adalah sebuah promosi tersendiri, maka orang-orang akan mengenal lebih baik tentang anda dan negara anda. Ini sangat baik.”

Sayangnya, tidak semua perhatian ini bersifat positif. Beberapa pesan yang ia terima berasal dari para penggemar Angela yang tidak menyiratkan penghormatan yang sama seperti yang diberikan oleh Juara Dunia tersebut pada dirinya.

“Saat mereka mengumumkan laga saya melawan Angela Lee, saya mengetahui akan banyak yang meragukan saya,” jelas “The Panda.”

“Beberapa komentar mereka… saya benar-benar merasakannya. Kritik seperti itu terkadang membuat saya tak berdaya. Saya pikir, apa masalahnya? Saya tidak melakukan sesuatu yang buruk.”

“Saya berkata, anda tidak harus menonton saya [jika anda tidak menyukai saya], namun saya tidak mengatakan apapun dan tidak berdebat. Itu bukan yang ingin saya lakukan.”

Namun, saat ia mengambil waktu sejenak untuk berpikir, Semangat Juara Dunia ONE Women’s Strawweight ini juga terbakar oleh komentar negatif tersebut.

Saat ini, ia memiliki motivasi tak tertandingi untuk menunjukkan bahwa aksinya dapat berbicara lebih keras dari perkataan apapun, dan tempat terbaik untuk membuktikan diri adalah di dalam Circle. 

Meraih gelar Juara Dunia lainnya akan membuat penggemar Jing Nan bangga dan bertambah, dimana ini akan menjadi balasan setimpal atas kritik negatif kepada dirinya.

“Sebenarnya, sementara saya menyukai bahwa banyak orang merasa diri baik tentang saya, saya juga menyukai saat mereka memberikan prediksi negatif tentang saya,” katanya. “Ini membuat saya ingin membuktikan diri kepada mereka.”

“Saya merasa tidak harus memberikan pemikiran negatif pada diri saya sendiri. Yang harus saya lakukan hanyalah untuk mempersiapkan diri dan menang. Lalu, saya tidak harus berkata apapun.”

Baca Juga: Angela Lee Vs. Xiong Jing Nan II – 4 Kunci Kemenangan

Tokyo | CENTURY | Pergelaran Ke-100 ONE Championship | Tiket: Dapatkan disini

  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Indonesia, tanggal 13 Oktober pukul 7:00 WIB – serta BAGIAN II, tanggal 13 Oktober pukul 15:00 WIB
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Amerika Serikat, tanggal 12 Oktober pukul 20:00 EST – serta BAGIAN II, tanggal 13 Oktober pukul 4:00 EST
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di India, tanggal 13 Oktober pukul 5:30 IST – serta BAGIAN II pukul 13:30 IST
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Singapura on 13 October pukul 8:00 SGT – serta BAGIAN II pukul 16:00 SGT
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Filipina on 13 October pukul 8:00 PHT – serta BAGIAN II pukul at 16:00 PHT
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Jepang on 13 October pukul 9:00 JST – serta BAGIAN II pukul 17:00 JST

ONE: CENTURY adalah ajang Kejuaraan Dunia bela diri terbesar dalam sejarah dengan 28 Juara Dunia yang tampil dalam berbagai disiplin bela diri. Belum ada organisasi dalam sejarah yang pernah mempromosikan dua ajang Kejuaraan Dunia di hari yang sama.

“The Home Of Martial Arts” kembali membuka babak baru dengan menyajikan beberapa laga perebutan gelar Juara Dunia, tiga babak final Kejuaraan World Grand Prix, serta serangkaian Juara Dunia yang akan melawan Juara Dunia lainnya di lokasi ikonik Ryugoku Kokugikan, Tokyo, Jepang, tanggal 13 Oktober.