Fitur

Apakah Langkah Selanjutnya Dari Para Pemenang Di ONE: DREAMS OF GOLD?

18 Agu 2019

Para penggemar di dalam Impact Arena di Bangkok, Thailand menyaksikan satu penampilan luar biasa dari seni bela diri dari ONE Championship pada hari Jumat, 16 Agustus.

ONE: DREAMS OF GOLD menampilkan KO yang eksplosif, submission yang menegangkan, serta kontes adu serangan pada malam itu.

Seluruh pemenang dari ajang yang menampilkan 14 pertandingan tersebut meraih kemenangan bagi karir bela diri mereka, tetapi apa yang akan mereka hadapi selanjutnya?

Mari kita lihat prediksi yang ada dan siapa yang mungkin akan menghadapi mereka di dalam Circle berikutnya.

Giorgio Petrosyan

Italy's Giorgio Petrosyan connects with a jab on Jo Nattawut in Bangkok

Giorgio “The Doctor” Petrosyan telah mengetahui apa yang ada di hadapannya.

Setelah mencetak KO atas “Smokin” Jo Nattawut dalam laga co-main event malam itu, atlet asal Italia ini mengamankan posisinya di babak final turnamen ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix Championship menghadapi Samy “AK47” Sana dalam ajang ONE: CENTURY di Tokyo, Jepang, pada hari Minggu, 13 Oktober.

Walau Sana tidak mencapai momen besar yang sama dalam pertandingan semifinalnya melawan raksasa Rusia “Genghis Khan” Dzhabar Askerov, ia membuktikan bahwa ia layak menempati posisinya.

Atlet Perancis ini menggunakan tinggi badan dan jangkauannya untuk mendominasi dari kejauhan, tetapi mungkin yang sangat impresif adalah kontrolnya atas pertukaran serangan jarak dekat.

Di ibukota Jepang tersebut, Giorgio akan menampilkan keahlian teknisnya melawan serangan tajam dan panjang dari Samy. Gaya yang dominan malam itu akan pulang dari arena Ryogoku Kokugikan dengan satu juta dolar lebih kaya.

Thanh Le

Vietnamese-American martial artist Thanh Le punches Kotetsu Boku

Thanh Le tampil sebagai penantang yang cukup serius dalam divisi featherweight pada hari Jumat, saat ia mencetak KO atas mantan Juara Dunia ONE Lightweight Kotetsu “No Face” Boku dengan cara yang luar biasa.

Saat ini, dengan dua kemenangan KO yang menjadi sorotan, atlet Vietnam-Amerika berusia 33 tahun ini dapat menemukan dirinya berhadapan dengan Juara Dunia ONE Featherweight Martin “The Situ-Asian” Nguyen kali lain ia memasuki Circle.

Seperti Martin, Thanh memiliki kekuatan striking yang luar biasa, serta pertahanan bawah, atau takedown defense, dan kemampuan grappling yang sama bagusnya.

Gayanya akan tepat berbenturan dengan atlet keturunan Vietnam-Australia ini dalam sebuah laga perebutan gelar Juara Dunia yang sangat menarik, dimana keduanya memiliki kemampuan yang sama untuk meraih kemenangan dengan satu pukulan saja.

Ini juga akan menaruh dua atlet keturunan Vietnam dalam laga menegangkan, yang idealnya dapat dilakukan di Vietnam – yang akan menjadi tuan rumah untuk ajang perdana bertajuk ONE: IMMORTAL TRIUMPH pada hari Jumat, 6 September, di Ho Chi Minh City.

Chan Rothana

Cambodia's Chan Rothana blasts Gustavo Balart with a knee

Chan Rothana segera melaju ke peringkat atas dalam divisi flyweight, dan menjadi tolak ukur bagi seni bela diri di Kamboja.

Setelah kemenangannya melalui keputusan wasit yang harus diraihnya dengan perjuangan melawan grappler Kuba Gustavo “El Gladiador” Balart di ibukota Thailand, atlet berusia 33 tahun ini menemukan dirinya meraih tiga kemenangan beruntun dan berhak naik peringkat dalam kompetisinya.

Tantangan berikutnya bagi petarung Kamboja ini mungkin dapat berupa seorang partisipan turnamen ONE Flyweight World Grand Prix — atlet Jepang Yuya “Little Piranha” Wakamatsu.

Yuya tereliminasi dari turnamen ini oleh seorang atlet legendaris, Demetrious “Mighty Mouse” Johnson, pada bulan Maret, tetapi kemenangan KO yang ia raih melawan mantan Juara Dunia ONE Flyweight Geje “Gravity” Eustaquio dalam ajang ONE: DAWN OF HEROES telah menguncinya pada sebuah posisi alternatif, dimana ia akan tampil jika salah satu finalis mengundurkan diri dari babak final World Grand Prix.

Sebuah pertandingan antara atlet brilian Jepang dengan atlet paling terkenal di Kamboja ini akan menjadi tempat beradunya dua atlet bela diri campuran yang lebih menyukai striking, dan ini tentunya akan menjadi hiburan luar biasa bagi para penonton.

Muangthai PK.Saenchaimuaythaigym

Muangthai PK.Saenchaimuaythaigym ONE DREAMS OF GOLD

Muangthai PK.Saenchaimuaythaigym kembali tampil di dalam “The Home Of Martial Arts” pada hari Jumat lalu, saat ia menaklukkan striker asal Jepang Kenta Yamada dalam laga tiga ronde ONE Super Series Muay Thai divisi bantamweight.

Penyerang asal Thailand yang dikenal sebagai “Elbow Zombie” ini nampak tajam mendaratkan tendangan, serangan lutut dan beberapa sikutan yang tepat sasaran selama kontes berjalan.

Ia memang nampak sangat berbahaya sejak bergabung dengan organisasi bela diri terbesar di dunia ini pada bulan November 2018, dan mungkin akan menjadi lawan yang seimbang dengan Alaverdi “Babyface Killer” Ramazanov.

Seperti Muangthai, Alaverdi tampil dengan tak kenal takut di ONE Super Series. Ia mempertunjukkan hal tersebut dalam ajang ini, saat menjatuhkan Ognjen Topic tiga kali dalam ronde pertama untuk meraih kemenangan TKO.

Jika keduanya berhadapan, pastinya akan ada banyak aksi yang terjadi.

Ryuto Sawada

Ryuto Sawada DREAMS OF GOLD

Alumni dari ONE Warrior Series Ryuto “Dragon Boy” Sawada menang cepat atas atlet Indonesia Aziz “The Krauser” Calim dalam ajang ONE: DREAMS OF GOLD melalui submission dengan kuncian rear-naked choke.

Setelah kemenangan yang diraihnya dalam waktu 69 detik ini, atlet Jepang yang sedang naik daun ini meminta sebuah pertandingan dengan atlet papan atas, tentunya dengan sopan. Ryuto, yang berusia 23 tahun, mungkin akan melihat lawan idealnya pada sosok pejuang Indonesia lainnya, yaitu Adrian “Papua Badboy” Mattheis.

Adrian sedang menikmati empat kemenangan beruntun dan memegang rekor untuk pertandingan terbanyak (13), kemenangan terbanyak (9), submissions terbanyak (4), serta penyelesaian tercepat (22 detik) dalam sejarah divisi strawweight ONE.

Dengan catatan rekor seperti diatas, “Papua Badboy” akan menjadi tantangan yang sangat menarik bagi Ryuto. Hal ini tentunya akan menjadi persaingan para bintang, yang mempertemukan striker Indonesia melawan grappler Jepang yang kini berdiam di Singapura.

Tetapi, sebuah kemenangan tentu akan mendekatkan mereka menuju perebutan gelar Juara Dunia ONE Strawweight yang saat ini dipegang oleh Joshua “The Passion” Pacio.