Fitur

Apa Langkah Selanjutnya Dari Para Juara Di ONE: DAWN OF HEROES?

3 Agu 2019

Hari Jumat, tanggal 2 Agustus lalu, ONE Championship membawa ajang terbesar dalam sejarah bela diri Filipina bagi para penggemar di negara itu.

Sebanyak 14 pertandingan dalam ajang ONE: DAWN OF HEROES mampu membuat penonton di dalam Mall Of Asia Arena bersorak, dimana atlet kelas dunia yang berlaga saat itu mampu memberikan penampilan terbaik mereka.

Sebelum kita menutup buku dari sebuah malam yang tak terlupakan di Manila, mari kita lihat beberapa langkah yang mungkin akan diambil oleh para juara kelas dunia malam itu.

Martin Nguyen

one featherweight world champion martin nguyen

Juara Dunia ONE Featherweight Martin “The Situ-Asian” Nguyen berhasil tampil dengan ketenangan dan penguasaan diri yang luar biasa dalam pertandingan utama malam itu. Ia berhasil menghalau serangan gulat dari Koyomi Matsushima dan membombardir dengan serangannya untuk menaklukkan pesaingnya pada ronde kedua.

Setelah pertandingan itu, ia pun menyiratkan keinginannya.  “Angkat tangan jika anda ingin melihat sebuah trilogi,” katanya di tengah ring.

Pertandingan trilogi ini akan membawa “The Situ-Asian” berhadapan dengan pesaing lamanya — dan Juara Dunia ONE Lightweight — Christian “The Warrior” Lee, dimana pertandingan tersebut akan menciptakan ketegangan sendiri.

Namun, pertanyaannya adalah divisi apa yang akan dipertandingkan?

Jika pertandingan ini berlangsung dalam divisi featherweight, maka ini adalah kesempatan bagi Christian untuk menyamai pencapaian Martin dan menjadi Juara Dunia dua divisi di ONE. Tetapi, jika “The Situ-Asian” kembali ke divisi lightweight untuk menantang atlet Singapura ini, maka ia juga mendapatkan kesempatan untuk merebut kembali status Juara Dunia dua divisi miliknya.

Apapun yang akan terjadi, sebuah trilogi pastinya akan membawa berbagai hal yang menarik, dimana salah satu dari mereka akan memiliki kesempatan untuk melangkah keluar dari ONE Circle dengan sepasang gelar Juara Dunia.

Eddie Alvarez

American lightweight mixed martial arts legend Eddie Alvarez

Dalam laga promosi keduanya, Eddie “The Underground King” Alvarez terlihat ingin membuktikan diri saat berhadapan dengan mantan Juara Dunia ONE Lightweight Eduard “Landslide” Folayang. Ia ingin menghapus catatan buruknya saat menjalani pertandingan debutnya bersama ONE hampir empat bulan yang lalu.

Atlet asal Amerika Serikat ini mencapai hal tersebut setelah bertahan dan meraih kemenangan, saat ia mengeksekusi sebuah submission atas sang pahlawan Filipina ini untuk mendapatkan tempat di babak final ONE Lightweight World Grand Prix, dimana ia sudah mengetahui siapa yang akan ia lawan.

Eddie akan menghadapi Saygid “Dagi” Guseyn Arslanaliev dalam pertandingan perebutan juara turnamen dalam ajang ONE: CENTURY di Tokyo, Jepang pada hari Minggu, 13 Oktober, dan ini akan menjadi ujian terberatnya sampai saat ini.

Penghancur asal Turki dikatakan sebagai penampil terbaik dalam divisi lightweight dalam “The Home Of Martial Arts” setahun terakhir ini, dimana ia telah melaju dalam divisi ini dengan mudah.

Jika “The Underground King” dapat menjadi seseorang yang mampu menghentikan laju Saygid ke puncak, ia akan merebut gelar Juara World Grand Prix dan memastikan dirinya untuk masuk ke dalam perebutan gelar Juara Dunia ONE Lightweight – dimana Eddie dapat saja dikenang sebagai atlet pertama yang memenangkan gelar Juara Dunia dari tiga organisasi bela diri terbesar di muka bumi ini.

Demetrious Johnson – Danny Kingad

American mixed martial artist Demetrious Johnson

Dua atlet divisi flyweight terpopuler di dunia telah mengamankan posisi mereka dalam babak final ONE Flyweight World Grand Prix dengan kemenangannya di ajang ONE: DAWN OF HEROES.

Demetrious “Mighty Mouse” Johnson mengungguli Tatsumitsu “The Sweeper” Wada dalam sebuah pertandingan taktis melalui sebuah keputusan mutlak dari para juri, sementara Danny “The King” Kingad berhasil melaju setelah meraih kemenangan split decision atas lawannya Reece “Lightning” McLaren.

Saat ini, keduanya akan bertemu dalam babak final di ajang ONE: CENTURY.

Philippine martial artist Danny Kingad

Demetrious memiliki pengalaman tampil dalam pertandingan besar di Amerika Serikat, sedangkan perwakilan muda Team Lakay ini masih harus membuktikan dirinya sebagai atlet elit divisi flyweight di ONE.

Kemenangan atas “Mighty Mouse” akan membuat kepopuleran Danny Kingad melesat jauh, terutama saat lawannya ini menjadi favorit para penggemar untuk memenangkan gelar Juara World Grand Prix.

Ini akan menjadi tekanan tersendiri bagi kedua pria diatas, meski dalam bentuk yang berbeda, dimana pria yang mampu menangani tekanan tersebut dapat keluar dari Ryogoku Kokugikan sebagai pemenang.

Dae Sung Park

Dae Sung Park Honorio Banario Manila

Setelah meraih kemenangan luar biasa melawan mantan Juara Dunia ONE Featherweight Honorio “The Rock” Banario dan menambah rekornya menjadi dua kemenangan dalam tiga minggu, jelas bahwa “Crazy Dog” Dae Sung Park berhak mendapatkan posisi baru dalam kompetisi ini saat ia mendekat pada perebutan gelar Juara Dunia.

Ini berarti sebuah pertandingan melawan seniman bela diri lainnya akan dapat membawa atlet asal Korea Selatan ini ke dalam sebuah perebutan gelar, dimana atlet keturunan Malaysia-Selandia Baru, Ev Ting, dapat menjadi lawan yang ideal.

Keduanya memiliki beberapa serangan terdahsyat dalam divisi lightweight ini, dimana keduanya juga memiliki kemampuan lengkap yang dapat memberikan penampilan luar biasa dalam tiap pertandingan mereka.

Pemenangnya mungkin dapat melihat sabuk emas divisi ini lebih dekat lagi, tetapi dengan banyaknya atlet kelas dunia yang terdapat disini, keduanya harus dapat menampilkan sebuah pertandingan yang luar biasa hebat.

Muhammad Aiman

Malaysian martial artist Muhammad Aiman Manila Philippines

“Jungle Cat” Muhammad Aiman berhasil menguras tenaga “The Terminator” Sunoto dalam pertandingan pembuka ajang ini untuk membuktikan bahwa ia masih memiliki taring dalam organisasi ini. Saat ini, ia dapat menghadapi salah satu nama teratas dalam divisi bantamweight.

Sebuah pertandingan melawan mantan penantang Juara Dunia ONE Bantamweight “Ottogi” Dae Hwan Kim mungkin dapat menjadi langkah selanjutnya.

Gaya bertarung Dae Hwan yang sangat agresif mungkin dapat menandingi pendekatan Aiman dan memaksanya bertanding di luar zona nyamannya.

“Ottogi” akan dengan senang hati untuk berdiri di posisi terbaiknya atau melakukan scramble di atas kanvas, yang akan memicu “Jungle Cat” untuk menampilkan seluruh kemampuan bela diri campurannya demi sebuah kemenangan.