Fitur

Anthony Engelen Berbagi Kenangan Tentang Kampung Halaman Di Belanda

Pandemi global karena COVID-19 masih terus berdampak pada kondisi kehidupan di seluruh dunia. Para atlet seni bela diri campuran profesional di Indonesia pun merasakannya, sehingga berbagai aktifitas harus tertunda.

Bagi Anthony “The Archangel” Engelen, atlet berdarah Indonesia-Inggris yang lahir di Belanda, pencegahan perjalanan ke luar negeri selama beberapa bulan terakhir ini juga berarti membatalkan mudik ke tanah kelahirannya.

Anthony mengaku sangat merindukan kota Hardewyk tempat ia dibesarkan.

View this post on Instagram

20th of July 2019, the day I married my best friend, my sparring partner, my bunny, my love. Together with my family and my friends we celebrated this special day. The journey hasnt always been easy, but it makes it so much more rewarding. And it resulted in the best day of my life! Thank you all who helped to make it happen. Especially my parents @engelenroland @inkyengelen , my lil bro @neilangels and my best men @leroyfranklin, @brianruben and my parents in law. We love you all, Anthony & Amelia! ❤️ . . ????By: @dontjong @athamtailor ????By: @riannefotografie.nl . . #justmarried #wedding #netherlands #powercouple #teamana #bespoke #beard #customsuits #photography

A post shared by Anthony The Archangel Engelen (@anthonyengelen) on

“Kota itu sangat menyenangkan dan tenang yang terletak di tepi sungai. Udara di sana, seperti di seluruh Belanda, sangat bersih dan menyegarkan,” ujarnya.

“Di tempat saya tinggal, ada banyak sekali hutan dan padang rumput serta danau. Suasana disana sangat indah apalagi saat musim panas seperti sekarang ini,” tutur atlet yang bernaung di Bali MMA ini.

“Saya juga kangen dengan Amsterdam, ibukota Belanda dan salah satu kota terbesar di sana.”

“Saya rindu suasana restoran dan kanal-kanal di Amsterdam serta menghabiskan waktu bersama teman-teman.”



Sebagai seorang foodie atau penggemar kuliner, “The Archangel” mengaku beruntung bisa menemukan beberapa makanan khas Belanda di Pulau Dewata.

“Saya masih bisa membeli bitterballen (semacam gorengan khas Belanda) di kawasan Canggu, Bali,” ungkapnya.

“Yang saya rindukan justru restoran Chinese food favorit saya, New King di Amsterdam. Menurut saya, mereka selalu menyajikan swekiaw (siomay udang) terbaik!”

Menurutnya, ada sebuah citarasa spesial dari makanan di sana yang tak bisa ia temukan di tempat lain.

“Saya sudah berkeliling Asia dan mencoba mencari restoran yang lebih baik dari New King,” imbuhnya.

“Saya menelusuri Hong Kong, Shanghai, bahkan Jepang tapi tidak berhasil menemukan restoran Chinese food yang lebih baik dari mereka. Itulah sebabnya swekiau khas restoran New King adalah salah satu makanan yang saya rindukan dari kota tempat saya dibesarkan.”

“Satu lagi, saya juga rindu menyantap oorlog, yaitu kentang goreng dengan mayonnaise dan saus kacang serta taburan bawang. Ini makanan khas Belanda yang enak dan juga saya rindukan.”

Seperti tradisi mudik di Indonesia, ada sebuah tradisi lokal Belanda yang Engelen rindukan. Ia mengaku cukup rindu merayakan Hari Raja (King’s Day) yang jatuh setiap tanggal 27 April.

“Dalam peringatan hari ulang tahun Raja Willem Alexander itu, seluruh negara menggelar pesta sepanjang hari itu. Semua orang berada di luar, seluruh negara berpesta. Sangat seru sekali!” urai Engelen.

“Banyak pementasan musik dan konser, sungguh sangat menyenangkan!”

Baca juga: Paul Lumihi Ungkap Darimana Mental Bajanya Terbentuk