Fitur

Adrian Mattheis Ungkap Filosofi Di Balik Lagu ‘Kasih Slow Tempo’

Jangan terlalu laju mace we pace we, tahan tahan tenaga kita goyang sante, ikuti tempo biar keringat sampe, sengaja bikin plan kasih minyak lante. Kasih slow…kasih slow…kasih slow tempo.”

Penggalan lirik di atas, yang terkandung dalam lagu berjudul “Kasih Slow Tempo,” memiliki makna tersendiri bagi salah satu atlet kebanggaan Indonesia dalam divisi strawweight ONE Championship, Adrian “Papua Badboy” Mattheis.

Lagu yang dipopulerkan Sanza Soleman, penyanyi asal Maluku Utara, ini menjadi penyemangat saat Adrian memasuki arena dan ONE Circle, tetapi dibalik itu, terdapat makna filosofis yang mendalam.

“Dalam lagu itu ada lirik [yang berkata], ‘Tahan-tahan tenaga kita goyang sante’, yang memiliki maksud [bahwa] kita santai tapi pasti [dalam menjalani sesuatu],” sebutnya.

“Kebanyakan orang sangat terburu-buru [mengejar karir], sampai terkadang mereka lupa apa yang sebenarnya [harus] dikerjakan.”

Bagi seniman bela diri campuran yang mewakili Tiger Shark Fighting Academy ini, ia mengaku telah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk memenangkan tiap laga dengan maksimal. Dirinya pun meyakini bahwa seluruh hasil laganya memang telah ditentukan oleh Tuhan, dimana lirik ini kembali mewakili pandangannya tersebut.

“Saya selalu pegang lirik dalam lagu ‘Kasih Slow Tempo’, karena walau saya kalah [dalam pertandingan], saya telah berusaha maksimal,” jelas atlet yang berulang tahun pada tanggal 14 Mei ini.

“Waktu saya kalah, memang Tuhan belum memberi saya rezeki, jadi ‘slow aja’, karena saya yakin Tuhan sudah mempersiapkan tempat yang lebih baik bagi saya.”

Lagu pengiring ini pertama kali diperkenalkan oleh “Papua Badboy” saat dirinya berhadapan dengan Eddey “The Clown” Kalai, dalam ajang ONE: GLOBAL SUPERHEROES di Manila, Filipina, Januari 2018 lalu.

Saat itu, Adrian mampu menghentikan perlawanan atlet asal Malaysia tersebut melalui teknik kuncian pada ronde pertama.

Pria dengan rekor profesional 10-6-0 ini juga menceritakan bagaimana setelah pertandingan tersebut, video walkout yang berisi lagu Kasih Slow Tempo itu langsung viral di akun Instagram Mop Papua, sebuah akun yang memuat kumpulan video dan foto terkait generasi muda Papua yang sarat akan budaya.

Hal ini pun menjadi sebuah kejutan bagi Adrian, yang tidak menyangka ia akan mendapatkan sorotan besar saat itu.

“Pertama kali saya pakai lagu ‘Kasih Slow Tempo’ sebagai lagu pengiring walkout adalah saat saya melawan Eddey Kalai, di Filipina,” kenangnya. “Setelah pertandingan itu, saya langsung viral di akun Instagram Mop Papua. Followers Instagram saya langsung bertambah 100 persen.”

Tetapi, satu hal yang dapat dilihat dari sosok atlet kelahiran Maluku ini adalah bahwa ia tak lantas menjadi angkuh dan berbangga hati seiring popularitasnya yang meningkat pesat.

 

Kebalikannya, Adrian mengakui dengan banyaknya generasi muda Papua yang mengikuti kariernya di “The Home of Martial Arts,” dirinya cenderung mampu mewujudkan sebuah cita-cita besar untuk membuktikan bahwa mereka, generasi muda asal Bumi Cenderawasih, dapat bersaing di pentas internasional.

“Saya ingin mencoba mengubah cara pikir adik-adik [dari Papua] beserta khalayak umum, bahwa kita warga asli Papua memang mampu bersaing di kancah internasional,” pungkasnya.

Kasih slow tempo dulu, kakak.”

Baca juga: Adrian Mattheis Dan Abro Fernandes Kenang Karya Abadi Didi Kempot

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.