Fitur

6 Pelajaran Penting Dari Aksi Di ONE: DAWN OF HEROES

3 Agustus 2019

Setelah 14 pertandingan penuh aksi dalam ajang terbesar dalam sejarah bela diri Filipina bertajuk ONE: DAWN OF HEROES, para penonton pun beranjak pulang dari Mall Of Asia Arena di Manila pada hari Jumat, 2 Agustus.

Ajang ini menampilkan beberapa hasil yang mengejutkan, pertandingan ikonik antar para atlet kelas dunia dan lahirnya seorang Juara Dunia baru.

Terdapat banyak hal yang dapat dipelajari dari malam penuh aksi ini, tetapi berikut adalah enam pelajaran terpenting yang dapat dipetik.

#1 Martin Nguyen, Atlet Divisi Featherweight Terhebat Dalam Sejarah ONE

ONE featherweight king Martin Nguyen called his shot and came through with a stunning second-round knockout of Koyomi Matsushima!

ONE featherweight king Martin "The Situ-Asian" Nguyen called his shot and came through with a stunning second-round knockout of Koyomi Matsushima!: Check local listings for global TV broadcast

Posted by ONE Championship on Friday, August 2, 2019

Dengan kesuksesannya mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Featherweight untuk ketiga kalinya, Martin “The Situ-Asian” Nguyen berdiri jauh melampaui para atlet dalam divisinya.

Tidak ada seorang pun yang dapat menandingi pencapaiannya di dalam divisi ini. Setelah ia dikalahkan oleh Marat ”Cobra” Gafurov – sebagai seorang pemula yang tampil setelah pemberitahuan mendadak – pada bulan September 2015, ia menjadi seorang yang tak tersentuh.

Ia memenangkan delapan kontes divisi featherweight berturut-turut, dan hanya mengalami satu kekalahan.

Atlet keturunan Vietnam-Australia ini membuktikan kehebatannya sekali lagi dengan mementahkan teknik gulat Koyomi ”Moushigo” Matsushima dan menjatuhkannya dengan serangkaian pukulan kuat pada ronde kedua.

Untuk menjatuhkan pria ini, dibutuhkan seseorang yang memiliki kekuatan luar biasa.

#2 Kekuatan Rodtang Tidak Dapat Dihindari

A NEW KING IS CROWNED

A NEW KING IS CROWNED Rodtang Jitmuangnon outstrikes Jonathan Haggerty in a five-round thriller to clinch the ONE Flyweight Muay Thai World Title via unanimous decision!: Check local listings for global TV broadcast: Watch on the ONE Super App http://bit.ly/ONESuperApp

Posted by ONE Championship on Friday, August 2, 2019

Jonathan “The General” Haggerty melakukan pekerjaan yang cukup baik saat ia membuat Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon frustrasi dalam ronde pembuka pertandingan perebutan gelar Juara Dunia ONE Flyweight mereka saat ia menjaga jarak dengan baik.

Tetapi, pada ronde ketiga, atlet Thailand berusia 22 tahun ini menemukan cara untuk melewati pertahanan Jonathan sebelum melepaskan tendangan dan pukulan hook-nya yang dahsyat.

Pada ronde keempat, pemuda asal Bangkok ini melanjutkan serangannya dan mampu menyarangkan sebuah pukulan untuk menjatuhkan “The General,” dimana ia berhasil mengamankan ronde ini dengan angka 10-8, yang juga menentukan kemenangannya.

Jika ada seseorang yang ingin mengalahkan Juara Dunia baru ini, mereka harus mencari cara menghentikannya sebelum ia melepaskan senjata terbaiknya.

#3 Inilah Mengapa Eddie Alvarez Menjadi Legenda

Eddie Alvarez overcomes Eduard Folayangs fearsome wushu striking to score a submission victory and a spot in the ONE Lightweight World Grand Prix finals!

Eddie Alvarez overcomes Eduard Folayangs fearsome wushu striking to score a submission victory and a spot in the ONE Lightweight World Grand Prix finals!: Check local listings for global TV broadcast: Watch on the ONE Super App http://bit.ly/ONESuperApp

Posted by ONE Championship on Friday, August 2, 2019

Untuk beberapa saat, Eddie “The Underground King” Alvarez nampak akan mengalami kekalahan keduanya bersama “The Home Of Martial Arts,” tetapi tiba-tiba semangatnya bangkit.

Atlet asal Amerika Serikat ini dijatuhkan dan hampir tidak dapat bertahan saat dihujani serangan ground and pound milik Eduard “Landslide” Folayang. Tetapi, pria yang empat kali menjadi Juara Dunia bela diri campuran divisi lightweight ini menemukan kekuatan untuk melancarkan sweep ke lawannya dan dalam sekejap menyarangkan kuncian.

Sebuah kekalahan lain mungkin dapat menjadi tragedi bagi Eddie, tetapi setelah kemenangan ini, ia tentunya akan memiliki keyakinan penuh sebelum pertandingan final turnamen ONE Lightweight World Grand Prix melawan Saygid “Dagi” Guseyn Arslanaliev dalam ajang ONE: CENTURY pada tanggal 13 Oktober di Tokyo, Jepang.

Jika ia dapat mengalahkan sang penghancur asal Turki ini, ia akan menambahkan pencapaian baru dalam catatan rekornya.

#4 Danny Kingad Adalah Pahlawan Penuh Aksi Di ONE

"THE KING" CONQUERS "LIGHTNING

"THE KING" CONQUERS "LIGHTNING In a back-and-forth thriller, hometown hero Danny "The King" Kingad edges a game Reece McLaren by split decision!: Check local listings for global TV broadcast: Watch on the ONE Super App http://bit.ly/ONESuperApp

Posted by ONE Championship on Friday, August 2, 2019

Tidak perduli siapa yang dihadapinya, atlet kebanggaan Filipina Danny “The King” Kingad akan tetap mengejar aksi menegangkan dimanapun ia bertanding.

Pertandingan Danny melawan Reece “Lightning” McLaren berada dalam standar yang cukup tinggi, yang menampilkan sebuah dinamika pertandingan yang dapat membuat segalanya nampak menegangkan – yaitu sebuah kebangkitan kembali.

Walaupun atlet asal Australia lawannya tampil sangat mengesankan dengan teknik grappling miliknya di awal pertandingan, perwakilan Team Lakay ini tetap mencoba untuk kembali – dan mempertunjukkan pertarungan bawah yang menakjubkan.

Danny lalu mengirimkan serangkaian serangan untuk menutup pertandingan ini, dan memenangkan penilaian dua juri untuk sebuah split decision bagi dirinya. Setelah itu, ia akan berhadapan dengan Demetrious “Mighty Mouse” Johnson dalam babak final ONE Flyweight World Grand Prix.

Ini adalah satu pertandingan yang wajib ditonton, dimana keduanya dipastikan akan beraksi dengan luar biasa.

#5 Rodlek Hanya Membutuhkan Satu Serangan

Muay Thai World Champion Rodlek connects with a devastating right hand to turn the lights out on Andrew Miller!

KNOCKOUT ALERT Muay Thai World Champion Rodlek connects with a devastating right hand to turn the lights out on Andrew Miller!: Check local listings for global TV broadcast: Watch on the ONE Super App http://bit.ly/ONESuperApp

Posted by ONE Championship on Friday, August 2, 2019

Setelah maju dengan pemberitahuan singkat, kurang dari dua minggu, Andrew “Maddog Fairtex” Miller harus mengeksekusi game plan yang sempurna demi mengalahkan Rodlek PK.Saenchaimuaythaigym, dimana ia hampir saja berhasil.

Sayangnya, bagi atlet asal Skotlandia ini – yang mengendalikan jarak dengan sempurna untuk dua setengah ronde – sebuah pukulan dahsyat yang tepat sasaran dari Rodlek mampu menghentikan perlawanannya pada saat ia hampir meraih kemenangan.

Juara Dunia Channel 7 Muay Thai ini memiliki tangan terkuat dalam divisi bantamweight di ONE Super Series, dan dengan sarung tangan 4 ons, ia mampu menyelesaikan perlawanan siapapun hanya dengan sebuah pukulan.

Rodlek mungkin akan membuktikan hal ini sekali lagi dalam pertandingan berikutnya.

#6 Dae Sung Park Membuktikan Dirinya Di ONE

Former ONE Warrior Series star Dae Sung Park scores the biggest win of his career, clinching a dominant unanimous decision win over former ONE World Champion Honorio Banario!

Former ONE Warrior Series star Dae Sung Park scores the biggest win of his career, clinching a dominant unanimous decision win over former ONE World Champion Honorio Banario!: Check local listings for global TV broadcast: Watch on the ONE Super App http://bit.ly/ONESuperApp

Posted by ONE Championship on Friday, August 2, 2019

Pemenang kontrak bertanding dari rangkaian ONE Warrior Series, “Crazy Dog” Dae Sung Park, membuktikan bahwa ia memang siap berlaga di atas panggung dunia setelah meraih dua kemenangan bersama ONE.

Dalam ajang ONE: DAWN OF HEROES, ia menunjukkan diri sebagai seseorang yang berpotensial menjadi atlet elit dengan mengalahkan seorang mantan Juara Dunia.

Walaupun atlet Korea Selatan ini harus menghadapi Honorio “The Rock” Banario dihadapan pendukugnya di Manila, Dae Sung nampak tidak terpengaruh.

Ia mengambil kendali dengan beberapa serangan kuat di awal pertandingan, serta menolak untuk bergeming saat perwakilan Team Lakay yang menjadi lawannya mencoba memenangkan pertandingan. Pada akhirnya, Dae Sung meraih kemenangan mutlak dari para juri.

Divisi lightweight memang dipenuhi atlet berbakat, maka “Crazy Dog” membutuhkan sedikit lebih lama untuk meraih puncak. Tetapi, ia akan berada di jalur yang tepat.