Fitur

5 Submission Terbaik Melalui Kuncian Kaki Di ONE Championship

Dalam sebuah disiplin dimana kuncian leher menjadi ‘penguasa’ untuk mencetak kemenangan submission, kuncian kaki adalah hal yang sangat jarang ditemui. Namun, seorang atlet dengan penguasaan teknik ini dapat menyelesaikan perlawanan rivalnya dalam sekejap.

Jenis serangan ini sangatlah berbahaya, baik bagi lawan atau atlet yang melakukannya, karena mereka seringkali mencetak penyelesaian dari posisi di bawah lawan — sebuah posisi yang sangat riskan dalam seni bela diri campuran.

Namun, dengan sebuah pengendalian yang baik atas kaki dan pinggul lawan, sang penyerang dapat mencari kuncian sendi di pergelangan kaki dan lutut.

Kuncian heel hook adalah salah satu teknik favorit dari para spesialis kuncian kaki di ONE Championship, namun terdapat berbagai cara untuk mempersiapkan dan mengeksekusi jenis kuncian ini.

Berikut adalah lima kemenangan submission terbaik melalui kuncian kaki yang pernah terjadi di atas panggung dunia.

#1 Tonon Membawa Ciri Khasnya Ke ONE

Garry Tonon moves to 5-0 in ONE Championship with a superb heel hook submission of Yoshiki Nakahara in the very first round!

Garry Tonon moves to 5-0 in ONE Championship with a superb heel hook submission of Yoshiki Nakahara in the very first round!Watch the full event on the ONE Super App ???? http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast

Posted by ONE Championship on Friday, May 17, 2019

Kuncian heel hook adalah salah satu teknik andalan Garry “The Lion Killer” Tonon dalam menapaki puncak dari dunia grappling, dimana ia membawanya ke dalam seni bela diri campuran saat ia bertemu dengan Yoshiki Nakahara di ajang ONE: ENTER THE DRAGON pada bulan Mei 2019.

Tonon segera menyarangkan sebuah single-leg takedown atas Nakahara, tetapi segera berubah arah untuk menempatkan rivalnya ini menuju kuncian kaki. Atlet Jepang ini awalnya berusaha melepaskan diri, namun ia menemui kesulitan karena tali ring, dan pada saat ia berbalik ke “The Lion Killer” untuk bertahan, laga ini sudah berada pada tahap akhir.

Atlet asal Amerika Serikat ini mengisolasi kaki kanan lawannya dan menggunakan kaki kanannya sendiri untuk menghentikan Nakahara mendekat dan melepaskan cengkeramannya. Ia lalu mengungkit sebuah kuncian heel hook dari sisi luar untuk meraih tap-out hanya setelah 55 detik.

#2 Kemenangan 53 Detik Dari Imanari

Japanese legend Mazakazu Imanari rolls back the years with a sensational heel hook submission of Kwon Won Il at 0:53 of Round 1!

Japanese legend Mazakazu Imanari rolls back the years with a sensational heel hook submission of Kwon Won Il at 0:53 of Round 1!Watch the full event on the ONE Super App ???? http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast

Posted by ONE Championship on Friday, February 22, 2019

Julukan dari Masakazu Imanari, “Ashikan Judan,” berarti “Dan ke-10 Kuncian Kaki,” dimana ia membuktikannya dalam laga melawan “Pretty Boy” Kwon Won Il di ajang ONE: CALL TO GREATNESS pada bulan Februari 2019.

Legenda Jepang ini menggunakan teknik khasnya, “Imanari roll,” untuk menempatkan dirinya di kaki kanan atlet Korea Selatan itu, walau ia awalnya tidak berada dalam posisi terlalu dalam untuk menyelesaikan laga dengan cepat.

Namun, warga asli Tokyo ini bertahan dan menarik bagian tubuh bawah Kwon ini lebih jauh ke dalam cengkeramannya. Saat lututnya sudah masuk cukup jauh, “Ashikan Judan” mengalihkan perhatiannya ke kaki, menangkap pergelangan “Pretty Boy,” serta mengungkit kunciannya ini demi meraih kemenangan submission kilat pada detik ke-53.



#3 Kuncian Kneebar Licin Dari Silva

Di tengah kemenangan beruntun yang membawanya mencetak submission atas tiga kakak-beradik Catalan secara beruntun, Juara Dunia Brazilian Jiu-Jitsu Alex “Little Rock” Silva memaksa Ruel Catalan untuk tap-out setelah menyarangkan kuncian kneebar licin di ajang ONE: SPIRIT OF CHAMPIONS pada bulan Desember 2015.

Atlet Filipina ini berhasil keluar dari posisi side control milik Silva dan menempatkan dirinya di posisi atas, tetapi perwakilan Evolve ini segera bekerja dari bawah. Ia bergantung pada kaki kiri lawannya dari posisi half guard yang dalam, serta mengincar sebuah underhook di belakang lututnya.

Saat Catalan mencoba memukul untuk membebaskan diri, Silva berguling, meluruskan kaki lawanya itu, serta mengaplikasikan kuncian straight kneebar yang kuat demi mengalahkan lawannya itu.

#4 Catalan Cetak Kemenangan Melalui Heel Hook

Robin Catalan submits Adrian Mattheis with a heel hook at 2:10 of Round 2, kicking off ONE: BATTLE FOR THE HEAVENS in style!

Robin Catalan submits Adrian Mattheis with a heel hook at 2:10 of Round 2, kicking off ONE: BATTLE FOR THE HEAVENS in style! Watch the full event LIVE & FREE on the ONE Super App ???? http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast

Posted by ONE Championship on Saturday, July 7, 2018

Robin “The Ilonggo” Catalan menggunakan permainan grappling kuatnya untuk unggul atas atlet Indonesia Adrian “Papua Badboy” Mattheis di ajang ONE: BATTLE FOR THE HEAVENS pada bulan Juli 2018, sebelum ia akhirnya mengamankan penyelesaian pada ronde kedua melalui kuncian heel hook.

Atlet Filipina itu menyarangkan ground and pound keras dari dalam posisi guard yang disarangkan Adrian, lalu mengambil kendali atas kaki kiri lawannya itu dan mundur untuk bersiap menyerang.

Catalan menempatkan kaki kanannya ke atas lutut Adrian untuk mengamankan posisinya dan memutar pergelangan kaki “Papua Badboy” untuk memaksa sebuah tap-out.

#5 Imanari Umumkan Kedatangannya Di ONE

Imanari berhasil kembali masuk dalam daftar ini setelah kesuksesannya dalam debut promosional pada bulan Maret 2012, dimana ia menghadapi Kevin “The Silencer” Belingon di ajang ONE: WAR OF THE LIONS.

Perwakilan Team Lakay ini menyadari reputasi “Ashikan Judan,” namun seperti banyak atlet lain, ia tidak mampu menghentikan serangan kaki Imanari yang menakutkan. “The Silencer” mencoba sebuah tendangan yang berhasil dihindari Imanari dalam 30 detik awal laga itu, tetapi sayangnya, Belingon melakukan kesalahan fatal saat ia menyusul ke posisi ground untuk menyerang.

Grappler Jepang ini segera mengambil kendali dari kaki kanan lawannya, lalu beralih diantara teknik kuncian heel hook dari sisi luar dan sebuah toe hold. “The Silencer” tidak dapat bertahan dan menjauhkan rivalnya ini, dimana “Ashikan Judan” akhirnya mendapatkan sebuah kuncian di pergelangan kaki dengan teknik inside heel hook untuk menyelesaikan laga dalam waktu 78 detik.

Baca juga: Atlet Bintang Dan Hewan Peliharaan Mereka Yang Berlatih Di Rumah

Stay in the know

Take ONE Championship wherever you go! Sign up now to gain access to latest news, unlock special offers and get first access to the best seats to our live events.