Bela Diri Campuran

Garry Tonon Pertahankan Rekor Sempurna Lewat Kemenangan Submission Cepat

Grappler fenomenal asal Amerika Serikat Garry “The Lion Killer” Tonon sukses mempertahakan rekor tak terkalahkannya melalui kemenangan submission atas atlet Jepang Yoshiki Nakahara dalam ajang ONE: ENTER THE DRAGON.

Garry Tonon moves to 5-0 in ONE Championship with a superb heel hook submission of Yoshiki Nakahara in the very first round!

Garry Tonon moves to 5-0 in ONE Championship with a superb heel hook submission of Yoshiki Nakahara in the very first round!Watch the full event on the ONE Super App ???? http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast

Posted by ONE Championship on Friday, 17 May 2019

Yoshiki – yang dianggap akan menjadi lawan terberat bagi Garry Tonon sejauh ini – harus menyerah karena kuncian heel hook yang dilakukan oleh “The Lion Killer” satu menit sejak ronde pertama berlangsung dalam laga divisi featherweight pada Jumat, 17 Mei.

“The Lion Killler” terlihat energik sejak bel pertandingan dibunyikan dan langsung menerjang serta melakukan teknik feint melalui tangannnya. Ia lantas melemparkan tendangan guna mengukur jarak, namun Yoshiki tidak tinggal diam dan langsung masuk ke area pertahanan Tonon guna melemparkan kombinasi pukulan jab-straight.

Demi menghindari kemampuan striking dari atlet asal Mach Dojo ini, Tonon memperpendek jarak untuk melancarkan single-leg takedown. Alih-alih membanting lawannya ke kanvas, pemegang sabuk hitam Brazilian Jiu-Jitsu ini memilih untuk menjatuhkan dirinya ke kanvas guna meraih posisi ashi garami dan mengikat pergelangan kaki Yoshiki.

“The Lion Killer” terkenal akan kemampuannya dalam mengalahkan lawan-lawannya melalui teknik submission kelas dunia dalam posisi ini. Hal itu terbukti karena atlet asal Jepang ini langsung menyerah sesaat setelah merasakan kuatnya kuncian heel hook yang dilakukan oleh atlet yang bernaung di bawah Team Renzo Gracie tersebut.

Garry mengunci kaki kanan Yoshiki dengan sangat rapat, yang memaksa sang lawan untuk menyerah pada detik ke 55 detik sejak laga berlangsung.

Dengan kemenangan tersebut, pria asal New York ini menambahkan catatan kemenangannya menjadi 5-0. Tonon terlihat semakin matang sebagai atlet seperti yang telah ia tunjukkan dalam laga-laga sebelumnya di The Home Of Martial Arts.

“Saya punya satu hal yang harus saya katakan, Garry Tonon sekarang bukan lagi sekedar prospek dalam dunia bela diri campuran,” ungkapnya setelah laga usai di Singapore Indoor Stadium.

“Kemenangan ini merupakan sebuah kebangkitan. Kami membawa kembali grappling ke puncak teratas spektrum bela diri campuran – dan kami akan segera mengincar gelar Juara Dunia dalam waktu dekat.”