Fitur

5 Sorotan Terbaik Dari ONE Warrior Series 7

9 Agu 2019

Para bintang dalam rangkaian acara Rich Franklin’s ONE Warrior Series (OWS) sekali lagi menunjukkan seberapa inginnya mereka merebut kontrak bertanding bersama ONE Championship melalui penampilan kelas dunia di Singapura.

OWS 7 dilangsungkan pada hari Selasa, 6 Agustus, dengan 15 pertandingan yang menampilkan para atlet dari berbagai lokasi di dunia — yang mengincar sebuah kontrak bernilai jutaan dolar Amerika Serikat dari “The Home Of Martial Arts.”

Jika anda melewatkan aksi ini, berikut adalah beberapa sorotan terbaik dalam acara tersebut.

#1 Kemampuan Lengkap Lito Adiwang

Lito Adiwang defeats Anthony Do by decision at ONE WARRIOR SERIES 7

Lito Adiwang mencapai puncak prestasinya dalam sebuah pertandingan divisi strawweight melawan Anthony “The Antidote” Do, dimana perwakilan Team Lakay ini menampilkan kemampuannya terbaiknya untuk mendorong rekornya ke 3-0 dalam liga ONE yang sedang berkembang ini, serta mencetak rekor keseluruhan 9-2.

Anthony, yang mewakili American Kickboxing Academy, mendorong Lito mencapai batasannya dalam tiga ronde, terutama dengan kemampuan grappling yang ia tampilkan, tetapi atlet Filipina ini menangani tekanan tersebut dengan baik dan kembali dengan kuat.

Ia menemukan tempat bagi pukulan dan tendangannya yang dahsyat, serta menunjukkan kemampuan pertahanan yang spektakuler di atas kanvas untuk menghindari kemungkinan submissions, sebelum membalikkan keadaan untuk menyerang balik pada ronde terakhir.

Setelah sepasang kemenangan KO pada ronde pertama di OWS, keputusan mutlak untuk kemenangannya yang ia raih dengan penuh perjuangan menunjukkan bahwa Lito adalah seorang atlet yang berkemampuan lengkap, dimana ia dapat menjadi tambahan yang baik untuk divisinya.

#2 Alan Philpott Yang Terlambat Panas

Alan “The Apprentice” Philpott dan Myeong Gu Kim terlibat dalam pertandingan cepat selama tiga ronde sebelum atlet Irlandia Utara ini meningkatkan intensitasnya terhadap rivalnya dari Korea Utara ini.

Alan menunjukkan kemampuan strikingnya dalam dua ronde pertama, tetapi kedua atlet ini lebih banyak bergulat di atas kanvas, saling bertukar posisi dominan dan melakukan percobaan submission. Sebuah penyelesaian dapat saja terjadi dan mengakhiri pertandingan tersebut. 

Pada awal ronde ketiga, “The Apprentice” benar-benar memberikan tekanan saat berada di posisi stand-up. Pukulannya sangat akurat dan ia pun menambahkan tendangan dan lututnya dalam daftar serangan yang ia lontarkan.

Sebuah hook kiri pada akhir dari kombinasi lima gerakan menjatuhkan Myeong ke atas kanvas, dan sebuah tendangan lutut memastikan kemenangan keduanya dalam OWS.

#3 Caitlin McEwan Menghentikan Jenelyn Olsim Dalam Satu Menit

Debut Caitlin McEwen di dalam OWS berlangsung sempurna, saat perwakilan Stockade Training Center ini memaksa Jenelyn Olsim untuk menyerah hanya dalam waktu kurang dari satu menit dalam pertandingan divisi strawweight.

Atlet berusia 22 tahun asal Australia ini melakukan clinch dengan lawannya dari Filipina ini, tetapi lalu ia memilih untuk mengincar posisi bertahan saat takedownnya tidak berhasil.

Hanya dalam hitungan detik, Caitlin memindahkan pinggulnya untuk menyerang tangan kanan Jenelyn dengan kuncian armbar, sebelum lawannya itu menyerah dan pendatang baru ini menambah rekor profesionalnya ke 5-1.

#4 Terjangan Ismael Bandiwan Mampu Hentikan Lawan

Ismael Bandiwan dan Adib “Deep” Sulaiman bertanding dalam sebuah laga yang sempurna, dimana sebuah terjangan pada ronde ketiga menjadi sorotan utama dari keduanya.

Ismael ingin membuktikan diri pada ronde ketiga kontes ini dan merasa bahwa kekuatan striking yang ia miliki dapat menjadi alat yang sempurna.

Ia memojokkan Adib ke pojok ring sebelum melepaskan terjangan kombinasi pukulan. “Deep” hanya mampu bertahan dan berharap serangan ini akan berakhir, tetapi kenyataan berkata lain.

Wakil dari Tribal Torogi ini terus memukul sampai lawannya menyerah dan mendapatkan kemenangan ketiganya di OWS.

#5 Punnya Sai Cetak Rekor 4-0

Atlet asal Myanmar Punnya Sai dapat menjadi bintang selanjutnya di dunia bela diri campuran negara tersebut.

Pria berusia 20 tahun ini saat ini memiliki rekor 4-0, dimana tiap kemenangannya berasal dari arena pembuktian diri milik ONE bagi para atlet muda berbakat ini. Yang terbaru adalah kemenangan cepatnya saat menghadapi Raghvendra Singh.

Teknik grappling milik Punnya Sai terbukti terlalu berat bagi atlet wushu India ini, dimana ia memaksa Raghvendra untuk melindungi dirinya dari ground and pound dengan punggungnya. Dari posisi tersebut, Punnya Sai pun dengan mudah mengambil kesempatan dan menyarangkan sebuah kuncian rear-naked choke keras yang membuat lawannya menyerah dalam waktu kurang dari tiga menit sejak bel berbunyi.