Kickboxing

5 Penampilan ONE Super Series Terbaik Di Kuartal Keempat 2019

Para striker dalam ONE Championship seluruhnya memberikan penampilan terbaik mereka dalam tiga bulan terakhir tahun 2019.

Sejak bulan Oktober sampai Desember, ONE Super Series menampilkan KO luar biasa, teknik yang sangat indah, serta sebuah aksi eksplosif keras dalam beberapa laga terpenting sampai saat ini.

Menjelang akhir tahun ini, kita akan melihat lima penampilan terbaik dari para striker luar biasa ini.

#1 Penampilan Klinis “The Doctor” di Jepang

???? THE GREATEST OF ALL TIME ????

???? THE GREATEST OF ALL TIME ????Giorgio Petrosyan defeats Samy Sana via unanimous decision to claim the ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix Championship and US$1 million! ????????: Check local listings for global broadcast details????: Watch on the ONE Super App ???? http://bit.ly/ONESuperApp????: Shop Official Merchandise ???? http://bit.ly/ONECShop

Posted by ONE Championship on Sunday, 13 October 2019

Jika anda adalah seorang kickboxer dalam divisi featherweight, satu kalimat yang anda tidak ingin dengar adalah, “’The Doctor’ sudah datang.” Ini karena Giorgio Petrosyan seringkali mencetak penampilan yang sangat klinis, dimana ia melakukan hal tersebut di ajang ONE: CENTURY PART II di Tokyo, Jepang bulan Oktober ini.

Samy “AK47” Sana memasuki babak Final Kejuaraan ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix dengan prestasi tinggi, namun atlet Italia ini mampu melampaui standar yang ditetapkannya. 

Kombinasi serangan hook kanan-straight kiri Giorgio mendarat berulang kali selama kontes tersebut. Saat sang atlet Perancis itu mencoba menjawab, sang legenda itu dengan mudah bertahan.

“The Doctor” juga menembus penjagaan rivalnya ini dengan pukulan uppercut serta menyambungkan beberapa variasi tendangan ke arah tubuh dan kaki lawannya dalam ketiga ronde ini.

Pada akhirnya, Giorgio mencetak kemenangan mutlak serta merebut sabuk Kejuaraan ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix, ditambah dengan hadiah satu juta dolar AS.

#2 Legenda Nong-O Gaiyanghadao Berlanjut

???? BOUT OF THE NIGHT ????

???? BOUT OF THE NIGHT ????Nong-O Gaiyanghadao knocks out Saemapetch Fairtex with a MASSIVE right hand to remain the one and only ONE Bantamweight Muay Thai World Champion!????: How to watch ???? http://bit.ly/ONEEOGHTW????: Book your hotel ???? bit.ly/ONEhotelplanner????: Watch on the ONE Super App ???? bit.ly/ONESuperApp????: Shop official merchandise ???? bit.ly/ONECShop

Posted by ONE Championship on Friday, 22 November 2019

Dalam usahanya mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai, Nong-O Gaiyanghadao menampilkan kekuatan dan presisi luar biasa.

Performa sang legenda ini saat melawan rekan senegaranya Saemapetch Fairtex di ajang ONE: EDGE OF GREATNESS, Singapura, November lalu, adalah ilustrasi luar biasa dari berbagai pukulan, tendangan, serangan siku dan lututnya.

Nong-O dua kali menjatuhkan penantangnya dalam ronde kedua dengan uppercut yang luar biasa. Ajaibnya, Saemapetch mampu menjawab hitungan juri dan melanjutkan laga ini.

Perwakilan Fairtex ini membalas serangan dalam ronde keempat dan kelima, layaknya ia akan membalikkan laga ini.

Namun, atlet Thailand yang kini berdiam di Singapura itu dapat memadamkan semangat lawannya dengan sebuah pukulan kanan yang sangat cepat ke arah tengah tubuh lawannya dan mengakhiri perlawanan Saemapetch.

#3 Regian Eersel Dominan Dalam Laga Ulang

???? WHAT A REMATCH ???? In another five-round battle between the Netherlands' ???????? best strikers, Regian "The Immortal" Eersel outstrikes Nieky "The Natural" Holzken to successfully defend the ONE Lightweight Kickboxing World Title!

???? WHAT A REMATCH ????In another five-round battle between the Netherlands' ???????? best strikers, Regian "The Immortal" Eersel outstrikes Nieky "The Natural" Holzken to successfully defend the ONE Lightweight Kickboxing World Title!????: How to watch ???? bit.ly/ONEDAWNVALOR????: Book your hotel ???? hotelplanner.com????: Watch on the ONE Super App ???? bit.ly/ONESuperApp????: Shop Official Merchandise ???? bit.ly/ONECShop

Posted by ONE Championship on Friday, 25 October 2019

Juara Dunia ONE Lightweight Kickboxing Regian “The Immortal” Eersel membuktikan bahwa gelar yang ia rebut di awal tahun ini bukanlah sebuah kebetulan.

Faktanya, saat ia bertemu dengan kompatriotnya asal Belanda Nieky “The Natural” Holzken dalam laga ulang mereka di ajang ONE: DAWN OF VALOR di Jakarta, Indonesia, bulan Oktober lalu, he mendominasi aksi dan menampilkan keunggulannya dalam striking.

Regian tampil sangat tajam dari awal kontes ini, serta mencetak sebuah knockdown di pertengahan stanza pembuka.

Walau Nieky berusaha menjawab dengan perlawanan kuat dalam ronde pertama dan kedua, ia tidak dapat memecahkan ritme “The Immortal.”

Untuk sisa laga tersebut, Regian terbukti terlalu cepat dan kuat untuk legenda Belanda tersebut. Ia sanggup menyerang melalui sudut janggal, menyarangkan kombinasi kuat, serta bertahan dengan baik atas serangan lawannya untuk meraih kemenangan mutlak dominan di Jakarta.

#4 Usaha Sam-A Gaiyanghadao Mencetak Sejarah Baru

???? ONE STRAWWEIGHT KICKBOXING WORLD CHAMPION ????

???? ONE STRAWWEIGHT KICKBOXING WORLD CHAMPION ????In a back-and-forth five-round thriller, Muay Thai legend Sam-A Gaiyanghadao ???????? earns a unanimous decision victory over Wang Junguang!????: How to watch ???? http://bit.ly/ONEMOGHowToWatch????: Book your hotel ???? bit.ly/ONEhotelplanner????: Watch on the ONE Super App ???? bit.ly/ONESuperApp????: Shop official merchandise ???? bit.ly/ONECShop

Posted by ONE Championship on Friday, 6 December 2019

Beradaptasi dengan peraturan baru tidaklah mudah – bahkan untuk seorang legenda Muay Thai seperti Sam-A Gaiyanghadao.

Namun, itulah yang dilakukan oleh legenda Thailand yang berdiam di Singapura ini saat ia menantang gelar Juara Dunia ONE Strawweight Kickboxing perdana dalam ajang ONE: MARK OF GREATNESS di Kuala Lumpur, Malaysia, awal bulan ini.

Mantan Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai ini memiliki tugas yang sangat berat. “Golden Boy” Wang Junguang memiliki awal yang keras, saat ia menekan dengan keras dan melempar hook keras yang bergema di Axiata Arena.

Namun, Sam-A mampu menghindari kerusakan besar dengan pertahanan luar biasa yang ia miliki. Saat waktu berjalan, ia mampu membaca serangan yang akan masuk dan membalas Junguang dengan serangan balik yang cepat dan kuat. Tangan kirinya menembus pertahanan striker Tiongkok ini dengan mudah dan semakin gencar selama laga berlangsung.

Junguang tetap menekan selama berjalannya ronde-ronde kejuaraan ini, namun kemampuan serangan balik dari atlet Thailand ini memberinya keputusan mutlak dan gelar Juara Dunia. Dalam prosesnya, ia menjadi atlet pertama yang meraih dua gelar Juara Dunia ONE dalam dua divisi dan disiplin berbeda.

#5 Taiki Naito Menciptakan Dampak Dalam Debutnya

In the only ONE Super Series Muay Thai bout of the night, Taiki Naito stops Alexi Serepisos with a Round 3 knockout!

In the only ONE Super Series Muay Thai bout of the night, Taiki Naito stops Alexi Serepisos with a Round 3 knockout!????: How to watch ???? bit.ly/ONEDAWNVALOR????: Book your hotel ???? hotelplanner.com????: Watch on the ONE Super App ???? bit.ly/ONESuperApp????: Shop Official Merchandise ???? bit.ly/ONECShop

Posted by ONE Championship on Friday, 25 October 2019

Atlet Jepang Taiki “Silent Sniper” Naito mencetak debut promosionalnya melawan atlet Selandia Baru Alexi “Phet” Serepisos di ajang ONE: DAWN OF VALOR, dimana ia segera memberi pernyataan tegas dalam divisi flyweight dengan sebuah TKO pada ronde ketiga.

Taiki, seorang Juara Shoot Boxing Super Bantamweight, menggunakan kekuatan tendangan kirinya dalam stanza pembuka untuk membatasi pergerakan lawannya. Kerusakan yang dihasilkan oleh tendangan tersebut memaksa lawannya untuk berganti kuda-kuda pada ronde kedua, namun Taiki terus terfokus pada kaki kanannya.

Pejuang asal Jepang ini menghujani lawannya dengan serangan pada akhir ronde ketiga. Straight kanan dan serangan lututnya mampu menyita perhatian Alexi, dan sebuah hook kanan menjatuhkannya ke atas kanvas.

Walau atlet Selandia Baru ini bertahan dari hitungan juri, Taiki mengetahui ia harus meningkatkan ritme untuk meraih penyelesaian yang ia inginkan. 

Dalam detik-detik terakhir laga ini, “Silent Sniper” melakukan hal itu — ia memojokkan lawannya ke arah pagar dengan runutan serangan, lalu ia melanjutkan dengan sebuah serangan uppercut, serangan lutut, dan sebuah pukulan cross. Itulah saat dimana sang wasit masuk dan mengakhiri laga tersebut.

Baca Juga: 5 KO Terbaik ONE Super Series Di Kuartal Keempat 2019

Bersiaplah untuk gelaran perdana ONE Championship di tahun 2020, ONE: A NEW TOMORROW!

Bangkok | 10 Januari | Tiket: Klik di sini TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global