5 Alasan Mengapa Rodtang Adalah ‘The Iron Man’ Sejati Dalam Muay Thai

Rodtang Jitmuangnon Jacob Smith ONE157 1920X1280 21

Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon memiliki salah satu julukan terbaik dalam olahraga tarung. 

Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai ini – yang akan mempertahankan sabuk emasnya melawan Joseph Lasiri di ONE Fight Night 4 pada 19 November nanti – sangat dikenal atas kekuatan luar biasa dan gaya bertarung yang tak kenal lelah.

Seluruh keunggulan ini tak hanya membuat Rodtang meraih kesuksesan luar biasa. Semua itu juga memberinya ribuan penggemar di seluruh dunia yang kini menganggap superstar Thailand berusia 25 tahun ini sebagai salah satu atlet favorit mereka dalam “seni delapan tungkai.” 

Jelang penampilan kembalinya di dalam Circle, di Singapore Indoor Stadium, simak mengapa julukan “The Iron Man” itu memang layak menjadi miliknya.

#1 Mengatasi Kemiskinan

Rodtang bertumbuh di tengah kemiskinan di provinsi Phatthalung, bagian selatan Thailand – sebuah pengalaman yang mengajarkannya untuk tak pernah menyerah dalam hidupnya.

Mengambil berbagai jenis pekerjaan dari usia muda untuk membantu keluarganya memenuhi kebutuhan mereka, perwakilan Jitmuangnon Gym ini melihat kekuatan dari kerja keras dan bagaimana itu dapat terbayar, baik dengan mendapatkan makanan untuk disantap atau memenangkan laga.

Seluruh pelajaran ini mengasah Rodtang menjadi pria seperti dirinya saat ini, serta membantunya memberi semangat yang tak terpatahkan.

Bahkan lebih dari itu, ia kini berjuang untuk memastikan keluarganya tetap terawat, yang juga memberi pria ini kekuatan saat kesulitan melanda di dalam Circle.

#2 Tak Pernah Bergerak Maju

Gaya bertarung Rodtang hanya memiliki satu arah, yaitu maju. 

Namun, ia bukanlah petarung yang akan menunggu kesempatan untuk menyerang. Sebaliknya, ia menerjang lawannya dengan volume luar biasa dan membuat mereka kewalahan.

“The Iron Man” mendaratkan 889 serangan signifikan dalam seluruh laga Muay Thai dan kickboxing di bawah bendera ONE sampai saat ini – yang terbanyak dari atlet mana pun.

Sementara ia dikenal atas pukulannya, warga Bangkok ini memiliki tendangan dan serangan lutut atau siku kuat dalam arsenalnya, yang berarti takkan ada momen yang mudah saat berhadapan dengannya.

#3 Pertarungannya Selalu Penuh Aksi

Karena kecenderungannya untuk bergerak maju, Rodtang takkan pernah membosankan dalam laganya. Dan, dengan lawan yang bersedia bertukar serangan, semua itu akan menjadi aksi yang akan sangat ditunggu oleh para penggemar.

Saat ia menorehkan namanya di sirkuit stadion utama Thailand, “The Iron Man” meraih penghargaan “Fight of the Year” di Rajadamnern Stadium pada tahun 2018 dan 2019.

Membawa api itu ke dalam Circle, laga Kejuaraan Dunia Rodtang melawan Jonathan Haggerty juga menjadi laga khusus striking terbaik ONE untuk tahun 2019.

Ia lalu menambahkan sebuah laga lain saat menghadapi “Mini T” Danial Williams pada 2021, yang juga memberinya penghargaan “Fight of the Year.”

#4 Memiliki Dagu Baja

Seperti yang disebutkan oleh julukannya itu, dagu Rodtang nampak terbuat dari baja – sebuah keharusan jika mengingat pendekatan tak kenal takutnya dalam pertarungan.

Warga Phatthalung ini memiliki ketahanan atas berbagai pukulan yang memberinya keyakinan untuk maju dan menyarangkan serangannya sendiri, dengan mengetahui bahwa dirinya dapat menerima serangan untuk memasukkan serangan lainnya.

Ia juga menerapkan pertahanan yang solid, walau seringkali tak terlihat saat “The Iron Man” menepuk dagu dan membiarkan rivalnya melontarkan serangan ke arah wajahnya tanpa sedikit pun menghindar.

#5 Berada Di Puncak Kekuatannya

Seluruh kemampuan itu menjadikan dirinya petarung yang menarik, namun Rodtang juga meraih kesuksesan luar biasa.

Kemenangan beruntunnya selama beberapa tahun terakhir membawanya melaju ke puncak peringkat pound-for-pound dalam “seni delapan tungkai.”

“The Iron Man” kini adalah Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai empat kali dengan catatan rekor sempurna 11-0 dalam organisasi bela diri terbesar di dunia ini.

Ia juga hanya menderita tiga kekalahan dalam 39 laganya, yang memang sangat luar biasa jika melihat tingkatan dari lawannya, baik di Thailand dan di atas panggung dunia ONE Championship.

Selengkapnya di Fitur

Luke Lessei Eddie Abasolo ONE Fight Night 19 6 scaled
Reinier de Ridder Anatoly Malykhin ONE 166 14 scaled
Rodtang Jitmuangnon Denis Puric ONE 167 137
Tawanchai PK Saenchai Jo Nattawut ONE 167 78
DUX 1183
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 36
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 28
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Tawanchai PK Saenchai Superbon Singha Mawynn ONE Friday Fights 46 123 scaled
Victoria Souza Noelle Grandjean ONE Fight Night 20 34
MasaakiNoiri 1200X800 1