Bela Diri Campuran

Penyelesaian Cepat Warnai Kartu Pendahuluan ONE: MARK OF GREATNESS

Organisasi bela diri terbesar di dunia ini menutup tahun 2019 melalui sebuah perhelatan penuh aksi, bahkan sejak bel pertama dibunyikan.

Hari Jumat, 6 Desember, penonton yang memenuhi Axiata Arena di Kuala Lumpur, Malaysia, menjadi saksi perjuangan para pejuang bela diri dari berbagai disiplin – yang mengerahkan segenap kemampuan mereka demi mengejar kejayaan bersama ONE Championship.

Berikut beberapa sorotan dan hasil dari aksi terbaik dalam kartu pendahuluan ONE: MARK OF GREATNESS.

“The Sniper” Beri Kekalahan Pertama Lerdsila di ONE

Elias “The Sniper” Mahmoudi ???????? sukses cetak kemenangan ???? atas Lerdsila Phuket Top Team!

Elias “The Sniper” Mahmoudi ???????? sukses cetak kemenangan ???? atas atlet veteran ???????? Lerdsila Phuket Top Team!

Posted by ONE Championship Indonesia on Friday, December 6, 2019

Elias Mahmoudi, atlet Perancis-Aljazair yang memiliki julukan “The Sniper,” mencetak sejarah dihadapan para penggemar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia dengan menaklukkan seorang atlet tak terkalahkan asal Thailand – yang juga dikenal sebagai salah satu legenda Muay Thai, Lerdsila Phuket Top Team.

Sejak laga dimulai, pria yang 17 tahun lebih muda dari lawannya itu tampil agresif melalui rentetan serangan ke arah kepala dan tubuh Lerdsila, serta memanfaatkan tinggi badannya dengan baik dan menyulitkan legenda Muay Thai itu. Namun, serangan “The Sniper” yang dibidikan ke arah kepala perwakilan Phuket Top Team tersebut hampir selalu meleset.

Pada ronde berikutnya, Lerdsila memanfaatkan serangan Elias yang meleset dengan sebuah serangan balik dalam bentuk pukulan dan roundhouse kick, namun itu tidak membuat atlet perwakilan Mahmoudi Gym ini melambat. Ia justru tetap menekan seperti ronde pembuka dan menyambungkan tendangan ke arah kaki serta serangan lutut demi step-in untuk mengambil keuntungan.

Di akhir laga, “The Sniper” dengan jeli membaca pergerakan Lerdsila, dan mulai menempatkan berbagai serangan ke tubuh lawannya ini.

Alhasil, strategi ini ia terapkan hingga bel pertandingan usai dibunyikan. Elias berhasil mengalahkan atlet asal Pattaya itu dengan sebuah kemenangan angka mutlak, dan memberi kekalahan perdana bagi Lerdsila di “The Home Of Martial Arts.”

Chen Rui Dominasi Laga Melawan “Jungle Cat”

Chen Rui tepati janjinya ✅ untuk beri serangan beruntun untuk "Jungle Cat" ???? dan raih kemenangan.

Chen Rui tepati janjinya ✅ untuk beri serangan beruntun untuk "Jungle Cat" ???? dan raih kemenangan.

Posted by ONE Championship Indonesia on Friday, December 6, 2019

Atlet tuan rumah Muhammad “Jungle Cat” Aiman mampu menunjukkan kegesitannya dengan melancarkan berbagai variasi serangan, namun Chen Rui dapat membalas agresi lawannya itu dengan sebuah pukulan yang menjatuhkan Aiman.

Serangan Rui hampir mematahkan lawannya, namun Aiman dapat bertahan dan kembali lolos. Atlet asal Tiongkok ini terus mendaratkan pukulannya dengan tepat dan mengikis pertahanan serta stamina lawannya. Di tengah laga, ia sekali lagi menjatuhkan Aiman, namun tak dapat menyelesaikan laga.

Aiman kembali berdiri dan kembali menampilkan kemampuannya memadukan serangan. “The Ghost” pun membalas dengan serangan kuat, yang membuat atlet tuan rumah ini lebih berhati-hati – yang memberi “ Jungle Cat” pukulan dalam beberapa detik terakhir.

Kegesitan Aiman kembali nampak pada ronde terakhir, dimana ia meningkatkan tempo permainan. Namun Rui dapat menghentikan lawannya dengan serangan kombinasi. Keduanya masih berbalas serangan, namun Rui nampak mendominasi dengan teknik yang lebih bersih dan serangan balasan dalam ronde terakhir.

Chen Rui meraih kemenangan mutlak dari para juri setelah penampilannya yang memukau.

Tial Thang Lanjutkan Rekor Tak Terkalahkan

Bintang Myanmar ???????? Tial Thang mendominasi laga dan raih kemenangan mutlak ???? atas Kim Woon Kyoum!

Bintang Myanmar ???????? Tial Thang mendominasi laga dan raih kemenangan mutlak ???? atas Kim Woon Kyoum!

Posted by ONE Championship Indonesia on Friday, December 6, 2019

Laga divisi bantamweight dalam ajang ONE: MARK OF GREATNESS ini menghadirkan laga sengit antara atlet Myanmar “The Dragon Leg” Tial Thang melawan “The Kid” Kim Woon Kyoum dari Korea Selatan. Gemuruh penonton di Axiata Arena sangat meriah saat Tial masuk dengan iringan dua Juara Dunia ONE, Martin Nguyen dan Aung La N Sang, sebagai bagian dari timnya.

“The Dragon Leg” membuka laga dengan saling mengukur jarak, sebelum Woon Kyoum melancarkan beberapa tendangan yang terkoordinasi dengan baik. Tidak lama kemudian, keduanya beralih ke posisi clinch – dimana mereka saling mencari celah untuk menyerang. Perwakilan Kris Kim BJJ/MMA di Seoul ini sempat melancarkan upaya takedown dan kuncian rear naked choke; namun lawannya, yang empat kali menjadi Juara Gulat Chin State itu berhasil menghindar dan kembali berdiri.

Pada ronde kedua, Tial berusaha meredam jangkauan kaki Kyoum dan membalas dengan rangkaian pukulan keras. “The Dragon Leg” nampak dapat mengimbangi “The Kid,” walau keduanya saling terlibat percobaan takedown dan clinch, diikuti pukulan keras lainnya.

Di stanza terakhir, nampak Kyoum menjaga jaraknya sambil berusaha mencuri takedown. Keduanya bertukar pukulan dan tendangan sebelum laga sempat terhenti karena tendangan warga Seoul itu mengenai bagian vital Tial. Keduanya pun melanjutkan serangan dengan variasi clinch dan permainan bawah singkat. Laga ini berakhir dengan upaya submission dari Tial – yang mampu menyapu laga dengan sebuah kemenangan mutlak.

Pada akhir pertandingan, Tial pun memberikan pernyataan tegas, “Bantamweight, saya datang, Saya ingin [melawan] mereka semua. 2020, saya akan datang dengan keras!”

‘The Big Heart’ Lanjutkan Tren Positif Dengan Ninja Choke

Yoon Chang Min ???????? mengalahkan Rodian Menchavez dengan kuncian "Ninja Choke" di ronde kedua!

Yoon Chang Min ???????? mengalahkan Rodian Menchavez dengan kuncian "Ninja Choke" di ronde kedua!

Posted by ONE Championship Indonesia on Friday, December 6, 2019

Atlet Korea Selatan “The Big Heart” Yoon Chang Min berhasil menjaga catatan rekor sempurnanya, sekaligus mencetak kemenangan profesional ke-4 setelah mendominasi Rodian “The Redeemer” Menchavez.

Dalam laga catch weight 72 kilogram ini, kedua atlet tampil menyerang sejak bel pertandingan berbunyi. “The Redeemer” mendaratkan serangan pertama melalui tendangan ke arah kaki yang mengenai paha kiri Chang Min, namun lawannya ini tidak tinggal diam dan segera membalas.

Sayangnya, tendangan tersebut mendarat di daerah terlarang, sehingga laga sempat terhenti. Setelah waktu rehat, atau injury time, Chang Min tampil jauh lebih agresif dan sukses menjatuhkan Rodia ke kanvas.

Ia pun menghujani lawannya dengan rentetan pukulan, sikut serta lutut hingga bel akhir ronde pertama berbunyi. Pada ronde berikutnya, “The Big Heart” nampak lebih nyaman menyerang dan berhasil mendaratkan jab-straight yang mendarat di wajah rivalnya.

Chang Min pun melayangkan lutut terbang yang telak mengenai lawannya, kemudian melanjutkan dengan kuncian ninja choke di atas kanvas yang membuat atlet Filipina ini menyerah pada menit ke 1:45 ronde kedua.

Taiki Naito Raih Kemenangan Dominan Atas Rui Botelho

Taiki Naito ???????? selesaikan laga dengan kemenangan mutlak atas Rui Botelho!

Taiki Naito ???????? selesaikan laga dengan kemenangan mutlak atas Rui Botelho!

Posted by ONE Championship Indonesia on Friday, December 6, 2019

Atlet Jepang Taiki “Silent Sniper” Naito mendominasi Rui Botelho dalam laga keras ONE Super Series Flyweight Muay Thai.

Taiki awalnya mengukur Rui dengan tendangan ke arah kaki, namun atlet Portugal ini dapat menangkis usaha tersebut dan mencoba menyerang balik. Ia kemudian mendaratkan tendangan yang dibalas Rui dengan pukulan, namun ia tak berhenti dan berusaha mengikis pertahanan lawan dengan tendangannya hingga stanza pembuka berakhir.

Ronde kedua dimulai cukup eksplosif, dengan Taiki menjatuhkan lawan ke atas kanvas melalui sebuah tendangan. Atlet berusia 23 tahun itu mendaratkan rangkaian pukulan atas lawannya – yang juga mulai menunjukkan serangan bervariasi. Dalam ronde ini, Rui lebih aktif mencari celah mendaratkan pukulan, namun “Silent Sniper” mampu menjaga jarak dengan baik.

Upaya Taiki mengikis pertahanan lawan akhirnya berbuah, dimana ia tampak lebih nyaman mendaratkan serangan. Sementara itu, atlet Portugal yang menjadi lawannya ini sedikit kesulitan mendaratkan serangannya. Taiki pun merangsek dengan rangkaian serangan pada menit terakhir, dan pertandingan pun beralih ke keputusan juri yang memberi atlet Jepang tersebut sebuah keputusan mutlak.

“Saya sangat senang dengan kemenangan ini, tapi saya ingin menunjukkan kemampuan saya. Saya juga siap untuk menghadapi siapapun lawan saya nanti,” tutur perwakilan Bell Wood Fight Team ini.

Rayane Bastos Warnai Debut Dengan Guillotine Choke Licin

Rayane Bastos ???????? kalahkan Sovannahry Em di ronde pertama laga pembuka ONE: MARK OF GREATNESS!

Rayane Bastos ???????? kalahkan Sovannahry Em di ronde pertama laga pembuka ONE: MARK OF GREATNESS!

Posted by ONE Championship Indonesia on Friday, December 6, 2019

Laga divisi flyweight wanita antara Rayane Bastos dan Sovannahry “The Sweet Savage” Em berakhir dengan cepat, namun pertukaran serangan terjadi disepanjang waktu laga singkat tersebut.

Rayane, pemegang lima gelar juara BJJ di Brasil, menunjukkan kedahsyatan teknik submission yang sanggup memukai para penonton di Axiata Arena. Stanza pertama dibuka melalui pertukaran pukulan, dimana Sovannahry mencetak serangan pertama atas lawannya.

Keduanya lalu terlibat dalam duel clinch, sebelum laga berlanjut di atas kanvas. “The Sweet Savage” sempat melancarkan ground and pound, namun Rayane berhasil menghindar dan menyerang balik melalui rangkaian pukulan dan terjangan lutut.

Atlet yang mewakili Kamboja dan Amerika Serikat ini terus menekan, namun upayanya untuk melakukan takedown dimanfaatkan dengan cerdik oleh Rayane untuk melancarkan sebuah kuncian guillotine choke. Wasit Kim Cheng menghentikan pertandingan pada menit ke 2:40, serta memberi kemenangan bagi Rayane Bastos dalam laga debutnya di “The Home Of Martial Arts.”

Perwakilan Equipe JB ini kini memiliki rekor 4-1 sebagai atlet bela diri campuran profesional.

Baca Juga: ONE: MARK OF GREATNESS – Hasil Langsung Laga Sam-A Vs. Junguang