Fitur

5 Laga Terbaik MMA Di Kuartal Pertama 2021

Para seniman bela diri campuran di ONE Championship harus menunggu kesempatan mereka untuk bersinar pada awal 2021, dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka di dalam Circle.

Setelah ajang perdana tahun ini memberi sorotan utama pada ONE Super Series Muay Thai dan kickboxing, para atlet yang bertanding di bawah peraturan global ini mencetak dampak luar biasa dalam lima ajang selanjutnya.

Penggemar pun menikmati berbagai aksi luar biasa tiap kali “The Home Of Martial Arts” tampil di layar kaca pada kuartal pertama 2021, dan berikut adalah lima laga terbesar untuk periode itu.

#1 Fabricio Andrade Vs. Shoko Sato

Walau ia berlaga menghadapi penantang peringkat kedua divisi bantamweight, Fabricio “Wonder Boy” Andrade memberikan penampilan luar biasa dalam laga fantastis di ONE: UNBREAKABLE III, Februari lalu.

Atlet Brasil ini membawa laga ke hadapan Shoko Sato dari awal, dimana ia mengenai lawannya itu dengan pukulan keras dan tendangan rendah. Veteran Jepang itu merespon dengan permainan grappling luar biasa, tetapi meski ia melakukan roll untuk mengincar kuncian kaki atau mencoba menyeret rivalny menuju kuncian helicopter armbar, usahanya digagalkan.

Sato kembali merasa frustrasi pada awal stanza kedua, karena Andrade terus menerjang dengan kemampuan Muay Thai miliknya dan mendaratkan serangan siku keras di dalam clinch.

Tetapi ini tak berjalan satu arah. Sato melontarkan seluruh kemampuannya terhadap rivalnya itu, dan Andrade harus menunjukkan kekuatan rahangnya demi bertahan dari kombinasi uppercut-hook kiri dan serangan siku memutar yang spektakuler.

Kontes ini masih sedikit imbang pada ronde terakhir, dimana Sato terus bergerak maju, tetapi atlet Brasil itu tetap bertahan dengan kemampuan striking-nya dan mampu lolos tiap kali lawannya berusaha mengeluarkan teknik grappling-nya.

Hasilnya adalah sebuah kemenangan mutlak yang layak bagi Andrade, yang melejitkannya naik dalam peringkat resmi divisi bantamweight.

#2 Kang Ji Won Vs. Mehdi Barghi

Laga mereka mungkin hanya berlangsung selama kurang dari lima menit, tetapi “Mighty Warrior” Kang Ji Won dan Mehdi Barghi memberi lebih banyak aksi keras dalam satu ronde di ajang ONE: UNBREAKABLE III itu daripada banyak kompetitor lainnya.

Hanya dalam waktu beberapa detik setelah bel awal penanda awal pertandingan berbunyi, Barghi nampak unggul dalam laga ini. Ia memukul mundur atlet Korea Selatan itu dengan tangan kanan dan menyeretnya ke bawah sebelum mulai menyarangkan pukulan lanjutan.

Tetapi Kang mampu bertahan dari ancaman itu, melepaskan diri dan meraih posisi unggul, dimana ia menyarangkan serangkaian pukulan ke arah tubuh untuk menguras tenaga atlet Iran itu.

Lalu, pendulum kembali mengayun saat Barghi menemukan kesempatan kedua, dimana ia mulai menyerang ke arah dinding Circle dan menyarangkan sebuah takedown lainnya untuk memulai rangkaian serangan ground berikutnya.

Tetapi, ada sebuah perubahan momentum lain yang tersisa dalam laga tak masuk akal ini. Kang berjuang dari posisi bawah dan mulai memukul ke arah lawannya yang kelelahan itu.

Barghi melakukan semampunya untuk bertahan sampai bel berbunyi, namun wasit Yuji Shimada tak memiliki pilihan selain menyelamatkannya dengan 10 detik tersisa di stanza pembuka.



#3 Jenelyn Olsim Vs. Maira Mazar

Atlet Team Lakay terbaru yang menjalani debutnya di dalam Circle menbuktikan nama besar sasananya itu dengan penampilan spektakuler untuk menaklukkan penantang peringkat kelima divisi strawweight, Maira Mazar.

Dalam laganya di ONE: FISTS OF FURY III, Jenelyn Olsim menandai kehadirannya dengan mencetak sebuah knockdown melalui serangan balik dari sisi kanan pada awal laga. Ia melanjutkannya dengan serangkaian seranga lutut dan percobaan submission, dimana saat Mazar mampu kembali berdiri, Olsim kembali menjatuhkannya dengan pukulan straight kanan keras.

Atlet Filipina itu kembali maju pada stanza kedua dengan mengincar penyelesaian, namun kegagalannya untuk mengamankan penyelesaian mungkin berdampak pada hasil laga ini.

Saat ronde berlanjut, Mazar menemukan pijakan dalam kontes ini. Perwakilan Evolve ini mendesak lawannya di dinding Circle, dan walau Olsim tetapi sibuk menyerang, ia pun mulai menerima lebih banyak serangan lagi.

Mazar nampak memiliki momentum besar, tetapi ada satu perubahan terakhir dalam kisah ini. Atlet Brasil itu membiarkan lehernya terbuka saat ia mendesak Olsim di dinding Circle pada ronde ketiga – dan kesalahan itu menjadi akhir perjuangannya.

Atlet Filipina itu masuk ke kuncian power guillotine, dan Mazar terpaksa tap-out pada menit 0:41 ronde ketiga.

#4 Kwon Won Il Vs. Chen Rui

Jika terkait dengan pertempuran besar di dalam Circle, tak ada laga yang sarat dengan knockdown dan pertukaran keras seperti milik “Pretty Boy” Kwon Won Il dan “The Ghost” Chen Rui di ajang ONE: UNBREAKABLE II, Januari lalu.

Kwon terbiasa memenangkan laga dengan KO ronde pertama, dan itu mungkin saja terjadi jika laga ini dijalaninya melawan atlet biasa, saat ia mulai mendaratkan cross kanan andalannya.

Namun Chen memang pria kuat, karena ia mampu membalas serangan tiap kali dagunya tersentuh. Bahkan setelah ia menerima ground-and-pound keras, “The Ghost” tak berhenti menyerang.

Sayangnya, pukulannya itu seperti memantul dari tubuh Kwon. Atlet Korea itu tetap maju, mencetak poin dengan pukulan kuat nan presisi, serta serangan siku keras pada ronde kedua.

Pada awal ronde ketiga, hasilnya mulai nampak jelas, dimana “Pretty Boy” menutup laga ini dengan penyelesaian yang layak setelah aksi keras yang mendahuluinya.

Rahang Chen tetap tak bergeming, maka atlet Korea Selatan ini mengincar tubuh lawan dengan hook kiri keras yang memaksa atlet Tiongkok itu berbaring di atas kanvas.

#5 Alyona Rassohyna Vs. Stamp Fairtex

Laga utama ONE: UNBREAKABLE III berakhir dengan salah satu penyelesaian dramatis dalam sejarah ONE, namun itu terjadi setelah Alyona Rassohyna dan Stamp Fairtex bertukar serangan selama 14 menit dan 53 detik.

Pertarungan ini nampak bergantung pada kemampuan atlet Ukraina ini dalam memainkan teknik grappling-nya yang berbahaya, atau jika Stamp mampu mendominasi dengan striking kuatnya.

Tetapi, Rassohyna memberi rivalnya asal Thailand itu berbagai hal untuk dipikirkan di atas kakinya, dan Stamp menunjukkan permainan ground yang telah berevolusi dan membuat lawannya berusaha keras di atas kanvas.

Bintang Thailand ini nampak hampir meraih kemenangan lewat keputusan juri, tetapi sebuah bencana melanda pada saat-saat terakhir, ketika dirinya terkena guillotine dan tap-out hanya dengan tujuh detik tersisa di dalam laga.

Penyelesaian itu memang kontroversial, bahkan Stamp pun berkata ia belum menyerah. Tetapi, tak disangkal bahwa Rassohyna mencetak kemenangan debut sensasional di panggung dunia.

Stamp memang gusar, namun ia akan memiliki kesempatan untuk meraih penebusan dalam sebuah laga ulang melawan Rassohyna pada ronde pertama ONE Women’s Atomweight World Grand Prix di ajang ONE: EMPOWER, tanggal 28 Mei nanti.

Baca juga: 5 Alasan Untuk Menanti Rangkaian Gelaran Utama ‘ONE On TNT’

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.