Bela Diri Campuran

5 Laga Bela Diri Campuran Terbaik Di Kuartal Pertama 2020

ONE Championship menyelenggarakan empat ajang dalam kuartal pertama tahun 2020, dan masing-masing kartu pertandingan telah menampilkan beberapa aksi bela diri campuran yang fenomenal.

Sejak gelaran pembuka tahun di Bangkok, sampai ke ajang terakhir di Singapura, “The Home Of Martial Arts” telah menampilkan kompetitor yang sangat menarik – yang juga telah mempertaruhkan segalanya dalam periode tiga bulan di awal tahun ini.

Berikut adalah lima kontes bela diri campuran terbaik dari bulan Januari sampai Maret, yang telah menampilkan hati, keberanian dan kemampuan dari pahlawan kelas dunia di atas panggung ONE.

#1 Koyomi Matsushima Vs. Kim Jae Woong 

Koyomi “Moushigo” Matsushima ingin membuktikan sesuatu di ajang ONE: WARRIOR’S CODE dan ia menjadikannya sangat meyakinkan dalam sebuah laga eksplosif dari kedua atlet pencetak KO melawan “The Fighting God” Kim Jae Woong.

Bintang asal Jepang ini kembali beraksi setelah tidak berhasil dalam perebutan gelar Juara Dunia ONE Featherweight melawan Martin “The Situ-Asian” Nguyen, dimana kemundurannya ini nampak memberinya motivasi lebih saat ia memadukan striking kuatnya dengan rangkaian teknik gulat untuk membungkam rival asal Korea Selatan itu.

Namun, laga itu tidak berjalan satu arah, karena “The Fighting God” tidak pernah menyerah dan melawan untuk mengatasi beberapa posisi sulit untuk kembali dengan serangan balik berupa pukulan dan tendangan keras di setiap kesempatan.

Tetapi momen kunci pada saat itu menjadi milik Matsushima, karena ia menjatuhkan rivalnya dengan tangan kanannya pada akhir ronde kedua, lalu tetap menjaga tekanan saat ronde terakhir berlangsung. Sebuah serangan lanjutan dari pukulan kanan yang keras menjatuhkan Kim dan “Moushigo” masuk dengan ground and pound untuk mengakhiri kontes featherweight menegangkan ini.

Baca juga: Matsushima Ingin Hadapi Garry Tonon Dan Thanh Le Setelah Menang KO

#2 Joshua Pacio Vs. Alex Silva

Joshua “The Passion” Pacio dan Alex “Little Rock” Silva berlaga selama lima ronde dalam sebuah pertandingan klasik yang keras khas striker-versus-grappler dalam perebutan gelar Juara Dunia ONE Strawweight yang berlangsung di ajang ONE: FIRE & FURY.

Juara Dunia bertahan, Pacio, menerapkan pukulan, tendangan dan serangan lututnya, sementara Silva mengincar setiap kesempatan untuk membawa laga ini ke atas kanvas.

“Little Rock” menerima serangan keras saat ia maju, namun ia tetap bergerak dan memaksa “The Passion” bertahan melawan beberapa percobaan submission di posisi ground.

Banyak pertukaran serangan dan momen kesuksesan yang terjadi bagi sang juara dan penantangnya, namun pada akhirnya, pukulan keras dari perwakilan Team Lakay inilah yang menciptakan perbedaan saat laga ini berakhir dengan keputusan terbelah, atau split decision, setelah 25 menit aksi tersebut.

Baca juga: Joshua Pacio Melihat Kembali Laga Keras Demi Pertahankan Emas

#3 Danny Kingad Vs. Xie Wei

Lulusan dari rangkaian ONE Warrior Series “The Hunter” Xie Wei mampu unggul atas semua pesaingnya di dalam liga pengembangan diri milik ONE itu, namun Danny “The King” Kingad tidak melihat permasalahan untuk melawannya dalam laga debut atlet muda ini di atas panggung dunia, dalam ajang ONE: FIRE AND FURY.

Perwakilan unggulan dari Team Lakay itu tidak terpengaruh oleh kekuatan lawannya asal Tiongkok itu, serta menyerang kembali dengan niat luar biasa. Ia menyarangkan hook kiri yang menyakitkan pada ronde pertama, menempatkan rangkaian tendangan rendah, serta membantingnya ke atas kanvas.

“The Hunter” membalas dengan pukulannya, dan walau ia tidak sanggup menyamai tendangan spesialis wushu tersebut, ia tidak menyerah tanpa memberikan seluruh kemampuannya dalam stanza terakhir.

Namun secara keseluruhan, hal itu tidak cukup mengungguli kemampuan Kingad, dengan sebuah kemenangan mutlak yang diraihnya setelah keduanya bertukar serangan sampai bel akhir berbunyi.

#4 Tiffany Teo Vs. Ayaka Miura

Tidak banyak lawan dari Ayaka Miura yang mampu lolos dari kuncian scarf hold keras miliknya, namun Tiffany “No Chill” Teo mampu bertahan melewati seluruh percobaan submission terbaik dari grappler Jepang ini dan menampilkan sebuah kedatangan kembali yang dramatis setelah kemenangan besar di tanah kelahirannya, Singapura, dalam ajang ONE: KING OF THE JUNGLE.

Kontes ini nampak seperti akan berakhir pada stanza pembuka, saat Miura beralih ke posisi khasnya dan menyarangkan sebuah arm-triangle choke keras, tetapi “No Chill” melawan dan menemukan cara meloloskan diri.

Perwakilan Tribe Tokyo MMA itu tetap mencoba maju pada ronde kedua dan ketiga, namun keyakinan Teo kembali setelah ia mementahkan beberapa percobaan takedown dan mendaratkan pukulan menyakitkan saat Miura tetap mencoba unggul di atas kertas.

Pada ronde ketiga, “No Chill” memiliki kontrol penuh dan rivalnya asal Jepang itu nampak akan kalah. Saat dirinya mencoba sebuah takedown terakhir untuk menjawab tantangan perwakilan Team Highlight Reel itu, serangannya berhasil dimentahkan dan posisinya terbuka saat Teo mengamankan penyelesaian akhir dengan sebuah ground and pound keras.

Baca juga: Tiffany Teo Melihat Kembali Penampilan Luar Biasanya Di Singapura

#5 Itsuki Hirata Vs. Nyrene Crowley

Itsuki “Strong Heart Fighter” Hirata membawa catatan rekor tak terkalahkan miliknya menjadi 6-0 di ajang ONE: WARRIOR’S CODE, namun ia harus melewati ujian terberatnya saat itu.

Walau Nyrene “Neutron Bomb” Crowley maju setelah pemberitahuan singkat untuk menghadapi atlet Jepang yang sedang naik daun ini, ia menjadi lawan pertama yang mampu membawa “Strong Heart Fighter” memasuki ronde ketiga. Ia mampu menyulitkan Hirata dengan teknik kickboxing cepat pada ronde pertama, dan bahkan mampu meraih punggung atlet Jepang tersebut. 

Bintang asal Tokyo tersebut segera menampilkan teknik judo-nya, yang berarti atlet Kiwi ini tidak dapat berdiri terlalu lama, namun ia berjuang melewati berbagai posisi tidak menguntungkan dan percobaan submission pada ronde kedua.

Crowley, yang terlihat kelelahan, muncul pada stanza terakhir dan menampilkan seluruh kemampuan yang tersisa, namun perlawanannya itu akhirnya terpatahkan saat Hirata menyeretnya ke posisi bawah dan menghujaninya dengan ground and pound untuk memuncaki sebuah laga yang sangat menghibur dengan TKO untuk mempertahankan tingkat penyelesaian 100 persen miliknya.

Baca juga: Itsuki Hirata Deskripsikan Bagaimana Ia Melewati Tantangan Terberatnya