Fitur

5 KO Keras Dari Para Superstar ONE: BATTLEGROUND

Gelaran ONE: BATTLEGROUND, yang telah diumumkan akhir minggu lalu, akan menggemparkan Singapore Indoor Stadium dengan serangkaian atlet pencetak KO keras.

Berbagai laga bela diri campuran, Muay Thai dan kickboxing akan menampilkan para striker tingkat tinggi yang selalu mengincar penyelesaian di dalam Circle. 

Untuk membuat anda bersemangat melihat malam penuh laga besar ini, berikut adalah lima KO terbaik dari para bintang yang dijadwalkan beraksi pada Jumat, 30 Juli.

#1 Sam-A Unggul Dalam Perebutan Gelar

Sam-A Gaiyanghadao melanjutkan kemenangan beruntunnya dalam divisi strawweight dengan sebuah penampilan dominan atas penantang gelar Juara Dunia Josh “Timebomb” Tonna di ONE: REIGN OF DYNASTIES, bulan Oktober 2020 lalu.

Sang Juara Dunia dua disiplin ONE ini mengakhiri laga Muay Thai itu dengan sebuah penyelesaian TKO setelah tiga knockdown pada ronde kedua.

Knockdown pertama tiba saat sang legenda Thailand itu membalas tendangan dorong rivalnya dengan sebuah pukulan kiri keras ke tengah tubuh lawannya. Saat Tonna berdiri, Sam-A mempertahankan tekanan itu dengan pukulan hook kanan dan tendangan kiri keras sebelum ia kembali menjatuhkan pria Australia itu dengan sebuah tendangan rendah lainnya.

Semua itu berada di luar kendali “Timebomb,” yang mencoba menahan sang Juara Dunia itu, tetapi ia hanya tak dapat menangkal aliran serangan yang mengarah ke dirinya itu.

Serangkaian hook kanan dan tendangan tinggi kiri lainnya pun berdatangan, dan sebuah straight kiri terakhir menjatuhkan Tonna ke atas kanvas, yang memberi kesuksesan perdana bagi pertahanan gelar Sam-A sebagai Juara Dunia ONE Strawweight Muay Thai.

Pertahanan gelar berikutnya akan tiba pada tanggal 30 Juli, melawan seorang bintang unggulan Prajanchai PK.Saenchai Muaythaigym.

#2 Aung La N Sang Terjang Divisi Light Heavyweight

Dalam karier yang sarat dengan penyelesaian mengesankan, kemenangan KO Aung La “The Burmese Python” N Sang atas Alexandre “Bebezao” Machado di ONE: QUEST FOR GOLD pada Februari 2018 lalu menjadi salah satu yang terbaik.

Pahlawan Myanmar ini, yang saat itu telah menyandang gelar Juara Dunia ONE Middleweight, naik satu divisi untuk merebut sabuk emas keduanya di atas panggung dunia dan mendapatkan gelar Kejuaraan Dunia ONE Light Heavyweight yang masih kosong hanya dalam waktu 56 detik.

Aung La N Sang mengincar lawannya asal Brasil itu di dalam Circle untuk mendaratkan jab dan tendangan rendah kanannya. Machado mulai mengantisipasi serangan tersebut, namun ini menempatkan dirinya tepat ke dalam jebakan “The Burmese Python.”

Saat “Bebezao” terdesak ke dinding Circle, Aung La N Sang menyarangkan jab. Machado melakukan slip ke kiri untuk menghindari itu, tetapi tulang kering kanan perwakilan Sanford MMA itu menyambut kepalanya.

Walau spesialis BJJ itu mampu mengangkat lengan kiri dan menangkis serangan yang datang, ia tetap tak terselamatkan. Kekuatan Aung La N Sang itu terlalu besar, dan Machado pun mencium kanvas. “The Burmese Python” segera mengejar untuk memastikan kemenangan dan menjadi Juara Dunia dua divisi ONE.



#3 Leandro Ataides Raih Kemenangan KO

Leandro “Wolf” Ataides adalah pria yang berbahaya dengan kemampuan elite BJJ dan permainan striking kejam.

Atlet raksasa dari Brasil ini menunjukkan arsenal stand-up miliknya saat melawan Mohamed “Flex” Ali di ONE: AGE OF DOMINATION pada Desember 2016, dimana ia meraih kemenangan KO ronde kedua via serangan lutut di udara (flying knee).

Saat hanya 30 detik tersisa dalam ronde tersebut, “Wolf” meningkatkan tekanan dengan pukulan memutar (spinning backfist) yang mendesak Ali ke pinggir arena. Saat lawannya terpojok di dinding Circle, Ataides menutup jalur keluar pria asal Mesir itu dengan footwork miliknya.

Ali tak dapat bergerak, dan Ataides memanfaatkannya dengan serangan lutut kanan yang menghantam rahang lawannya dan segera membuatnya tak sadarkan diri.

Berikutnya, “Wolf” akan mengincar laga ulang melawan Reinier “The Dutch Knight” de Ridder saat ia berusaha mengungguli Aung La N Sang di ONE: BATTLEGROUND.

#4 Ritu Phogat Dominasi Torres Demi Raih TKO

Ritu “The Indian Tigress” Phogat menghadapi ujian berat saat melawan Jomary “The Zamboanginian Fighter” Torres di ONE: BIG BANG pada Desember 2020 lalu, namun ia lulus dengan sempurna.

Game plan Phogat memang sangat melekat dengan dirinya, tetapi rival asal Filipina itu tak dapat menjawab dan memberinya kemenangan TKO ronde pertama.

Pegulat sensasional India itu menyeret Torres ke atas kanvas pada menit pertama dan — terlepas dari pertahanan kuat di posisi guard dari “The Zamboanginian Fighter” — Phogat dapat beralih ke side control.

Dari titik itu, “The Indian Tigress” meningkatkan serangan untuk menyulitkan lawannya. Ia menjebak lengan kiri Torres di antara kedua kakinya dalam posisi crucifix – yang menyingkirkan kemampuan atlet Catalan Fighting System itu untuk bertahan dari rangkaian serangan siku yang mengikuti.

Phogat terus menyerang sampai wasit merasa cukup dan menengahi untuk mengakhiri laga.

Setelah kekalahan profesional perdananya di bulan Mei lalu, bintang India ini akan ingin kembali menuju jalur kemenangan saat melawan “MMA Sister” Lin Heqin di ONE: BATTLEGROUND.

#5 Pukulan Liar Chen Rui Patahkan Ali Motamed

Ali Motamed memikul harapan besar setelah ia lulus dari rangkaian ONE Warrior Series, tetapi “The Ghost” Chen Rui menghentikan debut rivalnya itu di ajang ONE: BIG BANG II pada Desember lalu.

Walau ia harus menembus beberapa tendangan rendah yang menyakitkan, pemukul keras asal Tiongkok itu terus menekan maju dan menghentikan Motamed dalam waktu kurang dari dua menit dalam laga divisi bantamweight mereka.

Taktik pria Iran ini untuk menyerang dan bergerak sempat berhasil, namun Chen akhirnya menemukan sasaran untuk pukulan jarak jauhnya saat ia mendesak lawannya mundur.

Rangkaian hook kanan dan kiri pun membuat Motamed frustrasi, dan ia terkena lengan kanan milik “The Ghost” saat beradu pukulan. Saat debutan besar itu goyah dan terpojok, Chen segera menyerang dengan rangkaian pukulan akurat yang memberinya kemenangan.

Tugas berikutnya bagi Chen akan tiba melawan seorang debutan lainnya, yaitu perwakilan Team Lakay Jeremy Pacatiw.

Baca juga: Sunoto Ingin Hadapi Kevin Belingon Demi Ungguli Team Lakay

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.