Fitur

5 Kemenangan Terbaik Bintang Dagestan Di ONE Championship

Rusia selalu mendapatkan penghargaan sebagai penghasil atlet kelas dunia, namun Republik Dagestan – yang berlokasi di kawasan Kaukasus Utara – terbukti menjadi kawah candradimuka bagi pejuang dalam olahraga tarung di negara ini.

Dagestan adalah rumah bagi juara gulat Olimpiade, kompetitor Muay Thai dan seniman bela diri campuran, dimana beberapa diantaranya meraih kesuksesan di panggung dunia ONE Championship.

Namun, berikut adalah lima atlet Dagestan yang terus berjaya di dalam “The Home Of Martial Arts.” Mari kita simak penampilan mereka.

Alaverdi Ramazanov Tiga Kali Jatuhkan Ognjen Topic

Alaverdi Ramazanov LIGHTS UP Ognjen Topic with thunderous strikes to score a first-round TKO! ????

Alaverdi Ramazanov LIGHTS UP Ognjen Topic with thunderous strikes to score a first-round TKO! ????????: Check local listings for the global broadcast starting at 8:30PM (Bangkok time).???????? Thailand: สามารถรับชมได้ทางไทยรัฐทีวีช่อง 32 เวลา 21:30 น. วันที่ 16 สิงหาคมนี้???????? United States: Tune in to B/R LIVE at 9:30AM ET ???? https://go.br.live/lgso68256???????? Japan: 8月16日 午後7時 AbemaTV 生中継 ???? http://bit.ly/2YKxYQw???????? Philippines: Tune in to ABS-CBN S+A at 9:30PM.???????? Singapore: Tune in to Toggle at 9:30PM or Mediacorp Channel 5 at 10PM.???????? Malaysia: Tune in to TV2 or Astro Arena at 9:30PM.???????? India: Tune in to Hotstar or Star Sports Select 2 at 3:30PM.???????? Vietnam: Theo dõi trên kênh HTV Thể Thao vào lúc 20h30.???????? Myanmar: Skynet Sports 3 မွာ ညေန ၈နာရီ အခ်ိန္တြင္ တိုက္႐ိုက္ထုတ္လႊင့္ျပသ သြားမွာ ျဖစ္ပါတယ္။????: Watch on the ONE Super App ???? http://bit.ly/ONESuperApp

Posted by ONE Championship on Friday, August 16, 2019

Alaverdi “Babyface Killer” Ramazanov mencetak penampilan sempurna di ajang ONE: DREAMS OF GOLD.

Pria asal Dagestan ini berlaga melawan Ognjen Topic di Impact Arena, Bangkok, Thailand, serta tiga kali menjatuhkan (knock down) striker Serbia-Amerika itu dalam satu ronde untuk meraih kemenangan TKO terbaik dalam kariernya.

Ramazanov mengendalikan ritme dalam kontes bantamweight Muay Thai ini dan menggunakan jangkauannya untuk mendikte aksi yang berlangsung. Ia mencetak poin di awal dengan sebuah teep dan menggunakan teknik yang mumpuni untuk merancang serangan pengalih dan serangan lainnya.

Sebuah teep ke wajah yang diikuti dengan dua pukulan kanan, menempatkan Topic ke atas kanvas untuk sebuah knockdown pertama di ronde pembuka. “Babyface Killer” lalu melakukan teep tipuan, beralih ke kuda-kuda southpaw saat kakinya mendarat, serta menjatuhkan lawannya asal Serbia-Amerika itu dengan pukulan cross kiri.

Segera setelah Topic bangkit, striker Dagestan ini menutup gelaran. Ia bergerak maju, berganti kuda-kuda sekali lagi, serta menyambungkan pukulan straight kanan sambil maju untuk menjatuhkan rivalnya terakhir kali.

Jamal Yusupov Taklukkan “The Boxing Computer”

???? WHAT AN UPSET ????

???? WHAT AN UPSET ???? Jamal Yusupov makes a STATEMENT in his ONE Super Series debut, knocking out Thai legend Yodsanklai IWE Fairtex in Round 2!????: How to watch ???? http://bit.ly/ONEAODHOTW????: Book your hotel ???? bit.ly/ONEhotelplanner????: Watch on the ONE Super App ???? bit.ly/ONESuperApp????: Shop official merchandise ???? bit.ly/ONECShop

Posted by ONE Championship on Saturday, November 16, 2019

Jamal “Kherow” Yusupov mampu memanfaatkan kesempatan melalui pemberitahuan singkat pada bulan November 2019.

Hanya 10 hari menjelang laga, ia menerima sebuah pertandingan melawan sang legenda Thailand “The Boxing Computer” Yodsanklai IWE Fairtex pada ajang ONE: AGE OF DRAGONS di Beijing, Tiongkok. Terlepas dari kurangnya waktu persiapan, atlet kelahiran Dagestan ini mampu mendorong profil dirinya malam itu, di Cadillac Arena, melalui sebuah KO sensasional.

Ronde pertama dari laga catch weight Muay Thai ini sangat kompetitif, namun “Kherow” membalikkan keadaan pada ronde kedua.

Yodsanklai mencoba masuk ke sisi dalam kuda-kuda southpaw atlet Dagestan ini, tetapi Yusupov mengejutkannya dengan sebuah pukulan cross kiri yang bersih. Serangan itu menggoyahkan legenda Thailand itu, dan “Kherow” segera menyusul dengan rangkaian pukulan kiri keras.

“The Boxing Computer” nampak seperti telah pulih saat ia menangkap tendangan lawannya, tetapi pukulan cross lanjutan dari Yusupov menjatuhkannya ke atas kanvas.

Ikon Thailand itu menjawab delapan hitungan dari wasit, namun ia hanya meminjam waktu yang tersisa. “Kherow” bergerak maju dan segera menekan lawan legendarisnya ini. Yusupov mendorong Yodsanklai mundur dengan beberapa kombinasi jab-cross, lalu menyambungkan sebuah hook kiri, jab dan cross lainnya untuk menidurkan “The Boxing Computer.”



Saygid Arslanaliev Kejutkan Nastyukhin Dengan KO Ronde Pertama

Saygid “Dagi” Guseyn Arslanaliev telah menjadi bintang divisi lightweight selama beberapa tahun, namun ia mengalami terobosan di ajang ONE: CONQUEST OF HEROES, bulan September 2018.

Atlet muda yang eksplosif ini maju menghadapi kompatriotnya, atlet pencetak KO asal Rusia Timofey Nastyukhin, di Jakarta Convention Center, sebelum mencetak kemenangan mengejutkan.

Arslanaliev nampak maju dengan pasti sejak awal. Saat ia menendang dengan kaki kiri untuk mengukur jarak dalam waktu kurang dari 20 detik di awal kontes, Nastyukhin membalas dengan sebuah pukulan overhand kanan keras, yang mengenai “Dagi” yang telah goyah dan menjatuhkannya ke atas kanvas.

Tetapi, Arslanaliev segera berdiri dan mengembangkan serangannya. Ia menyambungkan pukulan hook kanan bersih dan hampir menjatuhkan “Dagi” dengan kombinasi jab-cross.

Segera, “Dagi” mengubah game plan miliknya. Ia mendesak kompatriotnya ini dengan sebuah percobaan takedown, melancarkan teknik single-leg, dan memojokkannya di dinding Circle. Nastyukhin mencoba bertahan, namun Arslanaliev mengaitkan kaki kirinya dan menendang dengan kaki kanan.

Saat Nastyukhin berusaha kembali berdiri, ia menaruh lengan kanannya di atas kanvas dan membiarkan wajahnya terbuka. Menyadari hal itu, “Dagi” berlanjut mencengkeram kaki kirinya dan melontarkan uppercut dengan tangannya yang bebas. Seluruh serangan itu mengejutkan atlet kuat Rusia itu, dan rangkaian serangan hook cepat Arslanaliev ini membuat wasit menghentikan laga.

Kemenangan Submission Khas “Maestro”

Yusup “Maestro” Saadulaev mencetak salah satu kemenangan submission paling menarik dalam sejarah ONE.

Dalam ajang ONE: STATE OF WARRIORS di bulan Oktober 2016, atlet bantamweight asal Dagestan ini menggunakan teknik grappling kelas dunia dan pengalaman veterannya untuk mendominasi lawannya asal Australia, Jordan “Showtime” Lucas, di Thuwunna Indoor Stadium, Yangon, Myanmar.

Saadulaev segera menyerang sisi dalam kaki utamanya pada paruh pertama stanza pembuka, lalu menjatuhkanya dengan sebuah kombinasi jab-cross sempurna. “Maestro” segera menyusul Lucas, mencari posisi menguntungkan, serta memojokkannya kembali ke dinding Circle.

Itulah saat keajaiban terjadi.

Atlet Dagestan ini melewati penjagaan Lucas dan masuk ke side control. Saat “Showtime” mencoba lepas, Saadulaev menggenggam tangannya di leher atlet Australia itu, membawanya ke dinding Circle, dan membalikkan tubuh lawannya untuk menyarangkan sebuah modifikasi dari kuncian rear-naked choke.

“Maestro” menempatkan pundaknya di belakang leher Lucas dan membawa tubuhnya condong ke depan untuk memberi tekanan lebih, serta memaksa “Showtime” menyerah atas kuncian leher yang ketat itu dengan hanya beberapa detik tersisa pada ronde pertama.

Marat Gafurov Cetak Submission Cepat Atas Rival Lamanya

Marat “Cobra” Gafurov hanya membutuhkan empat ronde untuk mencetak submission atas legenda Mongolia Narantungalag “Tungaa” Jadambaa melalui kuncian rear-naked choke dan menjadi sang Juara Dunia ONE Featherweight tak terbantahkan pada bulan November 2015.

Hanya satu tahun kemudian, grappler Dagestan ini mempertaruhkan gelarnya dalam sebuah laga ulang di ajang ONE: DEFENDING HONOR yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, sebelum mengulangi penampilannya – kali ini hanya dalam waktu satu ronde.

Keduanya bertukar tendangan pada awal kontes, dan Jadambaa bahkan melontarkan beberapa pukulan overhand kanan keras untuk mendaratkan pukulan pencetak penyelesaian.

Namun, kompleksitas pertandingan ini berubah dalam waktu 80 detik memasuki laga saat atlet Mongolia ini melontarkan tendangan ke arah bagian luar kaki. Pada saat yang sama, “Cobra” melontarkan tendangan ke sisi dalam kaki lawannya, yang menjegal sang legenda itu dan menempatkannya di atas kanvas.

Gafurov segera mendekati rival lamanya itu, dan ketika “Tungaa” mencoba melakukan sweep, atlet Dagestan ini meraih punggung lawannya dan mengincar kuncian rear-naked choke yang menjadi ciri khasnya. Jadambaa mampu bertahan, namun “Cobra” beralih ke posisi full mount untuk melontarkan serangannya.

Pada akhirnya, atlet Mongolia ini beralih untuk menghindari kerusakan lebih besar. Juara Dunia bertahan itu kemudian meraih punggungnya, kembali menyarangkan kuncian rear-naked choke, serta kembali menidurkan Jadambaa hanya dengan sembilan detik tersisa pada ronde awal ini.

Baca juga: Kemenangan Terbaik Atlet Malaysia Dalam Sejarah ONE Championship