Fitur

3 Laga Pencuri Perhatian Di ONE: BIG BANG

Seri pertama dari rangkaian gelaran utama ONE: BIG BANG akan segera hadir, dimana para penggemar akan memiliki berbagai alasan untuk menunggunya.

Dalam laga utama, perebutan gelar Juara Dunia ONE Light Heavyweight Kickboxing epik antara pemegang gelar Roman Kryklia dan penantang yang ditakuti, Murat “The Butcher” Aygun, jelas akan menghadirkan aksi spektakuler.

Walau pertandingan tersebut menerima perhatian terbesar, laga lain dalam kartu pertandingan ini juga menghadirkan beberapa nama terbaik di dalam olahraga tarung, serta berbagai bintang baru yang memasuki panggung dunia ini.

Berikut adalah tiga laga yang mungkin dapat mencuri perhatian saat ajang ini berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Jumat, 4 Desember ini.

Marat Grigorian Vs. Ivan Kondratev

Marat Grigorian berada dalam jajaran atlet kickboxing ‘pound-for-pound’ terbaik dunia. Hal itu menjadikan laga ini sebuah debut kickboxing yang paling ditunggu dalam rangkaian ONE Super Series pada tahun 2020 – dan ia ingin pertandingan tersebut menjadi kegemparan tersendiri.

Juara Dunia Kickboxing tiga kali ini akan membawa gaya bertarung khas dengan pukulan besinya ke dalam Circle demi mengincar penyelesaian impresif, namun Ivan Kondratev akan menyambut aksi jual beli serangan itu.

Selain menjadi ‘Master of Sport’ kickboxing di tanah kelahirannya, Rusia. Kondratev juga memiliki gelar yang sama dalam disiplin tinju, dimana ia sangat gemar mendaratkan pukulan jarak dekat.

Sementara Grigorian adalah atlet bergaya agresif dan menjadi striker yang selalu maju, atlet Rusia ini gemar membalas serangan dengan kuat. Ini akan menjadi laga jarak dekat yang sangat menarik, dengan kedua bintang yang ingin membuktikan diri pada dunia.



Koyomi Matsushima Vs. Garry Tonon

Dalam laga antara dua bintang yang menempati jajaran lima besar divisi featherweight bela diri campuran, penantang peringkat ketiga Koyomi “Moushigo” Matsushima dan penantang peringkat kelima Garry “The Lion Killer” Tonon akan berhadapan untuk meraih tiket untuk laga perebutan gelar Juara Dunia ONE Featherweight.

Matsushima sempat masuk ke dalam perebutan gelar, namun setelah sebuah kekalahan dari sang penguasa divisi saat itu, Martin “The Situ-Asian” Nguyen, Agustus lalu, ia kembali dengan sebuah penyelesaian mengejutkan atas “The Fighting God” Kim Jae Woong, Februari lalu.

Bintang Jepang ini menampilkan kelebihannya melalui sebuah penampilan lengkap dalam disiplin bela diri campuran — dimana ini akan menjadi senjata terbaiknya melawan spesialis grappling itu.

Tonon hampir dapat dipastikan mengincar kemenangan di posisi ground – baik melalui ground-and-pound atau submission – namun Matsushima memiliki footwork yang elusif, kekuatan pukulan dahsyat dan permainan gulat solid yang jelas akan menyulitkannya.

Atlet asal Amerika Serikat ini melihat ini sebagai tantangan lain untuk diatasi, dimana ia pun juga memiliki kemampuan untuk mengubah arah laga dalam sekejap, seperti yang ia lakukan dengan kemenangan submission dalam waktu 55 detik melalui kuncian heel hook atas Yoshiki Nakahara.

Jelas bahwa hasil apapun dapat terjadi dalam laga yang menegangkan dalam divisi featherweight ini.

Bokang Masunyane Vs. Rene Catalan

Kita telah melihat mantan penantang gelar Juara Dunia ONE Strawweight Rene “The Challenger” Catalan bertumbuh dan berkembang di atas panggung dunia, dimana kemundurannya yang terbaru di tangan penguasa divisi strawweight Joshua “The Passion” Pacio jelas akan membawa dirinya menjadi seniman bela diri campuran yang sangat berkembang di ONE: BIG BANG.

Enam kemenangan beruntun Catalan sebelum kekalahannya dalam perebutan gelar Juara Dunia — yang termasuk sebuah penyelesaian atas mantan Juara Dunia Yoshitaka “Nobita” Naito — menjadi fakta atas kemampuannya mengatasi berbagai gaya bertarung, namun Bokang “Little Giant” Masunyane meyakini bahwa kemampuannya kini berada di tingkatan yang baru.

Atlet berbakat asal Afrika Selatan itu adalah seorang pegulat kelas dunia dan sangat mengesankan dengan serangan tanpa henti melawan Ryuto “Dragon Boy” Sawada dalam debut promosionalnya.

Ia wajib mengatasi kekuatan striking milik Catalan, namun Masunyane memang tak terkalahkan. Tanpa satupun kekalahan dalam karier amatir atau profesionalnya, ia hanya mengetahui sebuah kemenangan, yang akan memberinya keyakinan untuk menyerang rival veterannya ini.

Namun, Catalan bukanlah batu loncatan bagi siapapun, dimana ia akan bertemu dengan “Little Giant” di tengah-tengah saat keduanya mengincar sabuk emas divisi mereka.

Baca juga: 5 Alasan Untuk Tidak Melewatkan ONE: BIG BANG