Berita

Garry Tonon Ingin Bertransisi Mulus Ke Bela Diri Campuran Saat Hadapi Matsushima

Setelah lebih dari satu tahun berada di luar kompetisi, penantang peringkat kelima divisi featherweight Garry “The Lion Killer” Tonon siap melanjutkan dominasinya.

Bintang BJJ yang bertransisi menjadi atlet bela diri campuran fenomenal ini akan menghadapi penantang peringkat ketiga Koyomi “Moushigo” Matsushima dalam laga genting di ajang ONE: BIG BANG, Jumat, 4 Desember mendatang.

Tonon, yang memiliki rekor sempurna 5-0 bersama ONE Championship dan sebelumnya sukses mencetak sepasang penyelesaian pada ronde pertama, berharap untuk kembali mencetak pernyataan tegas untuk menyakinkan dirinya layak mendapatkan laga perebutan gelar Juara Dunia.

“Saya tak lagi merasa harus menjajal [kemampuan] saat saya bertarung, atau mencoba seberapa efektif kemampuan striking saya,” jelasnya.

“Saat saya bertanding, saya mencoba secepat mungkin meraih kemenangan dan mengalahkan lawan saya. Maka, saya kira laga ini akan menjadi sebuah situasi dimana saya sangat dominan sejak awal.”

Terlepas dari kesuksesan yang menakjubkan, atlet asal Amerika Serikat ini belum berpuas diri. Ia terus menerus mengembangkan permainannya secara menyeluruh – hal yang akan dibutuhkannya demi memenangkan sabuk emas dalam divisi yang sangat kompetitif ini.

“Saya tidak akan mengatakan ada satu keterampilan khusus yang sedang saya kembangkan, namun saya mencoba menjadi lebih baik dalam seni bela diri campuran,” ungkap pria asal New Jersey ini. “Saya memiliki jalan yang panjang di depan mata saya.”

Sejauh ini, perjalanan Tonon memang cukup mulus, dimana perjalanan itu menjadi rujukan bagi tiap atlet yang ingin bertransisi ke bela diri campuran dari satu disiplin bela diri.

Sebagian rancangan awal itu ia dapatkan dari sang ‘mastermind’, John Danaher, pelatih Brazilian Jiu-Jitsu dan bela diri campuran yang bekerja sama dengan perwakilan Evolve MMA dan Team Renzo Gracie ini.

“John selalu menerapkan ide untuk mengintegrasikan [kemampuan] ini,” kata Tonon. ” Idenya adalah bahwa saya memiliki kemampuan dalam jiu-jitsu, namun jiu-jitsu tak sepenuhnya nyata dalam dunia bela diri campuran.”

“Dan saat saya mengatakan itu, yang saya maksudkan ialah bentuk yang yang paling murni. Itu merupakan hal yang berbeda. Anda mengintegrasikan jiu-jitsu dengan kemampuan lain untuk menjadi petarung yang baik. Itulah yang selalu kami kerjakan dari hari pertama.”



Integrasi dari seluruh kemampuan tersebut diperlihatkan oleh “The Lion Killer” dalam laga debutnya di ajang ONE: IRON WILL, melawan Richard Corminal.

Malam itu, petarung AS ini mengejutkan banyak orang dengan kemahiran pukulannya dan meraih kemenangan TKO pada ronde kedua, menyelesaikan laga dengan serangkaian pukulan dan serangan siku dari posisi mount.

“Terkadang saya juga ingin dapat mendaratkan serangan saat berada di posisi dominan manapun,” jelas Tonon. “Ok, itu keren, anda meraih posisi mount, hebat, namun jika anda berdiam diri di mount dan tidak mendaratkan serangan apapun, ada permasalahan di situ. Lawan anda akan bangkit [ke posisi stand-up] dan mencoba mengincar kepala anda lagi.”

Kemenangan atas Corminal memperlihatkan bahwa bintang BJJ ini menjadi ancaman nyata dalam dunia bela diri campuran, dimana ia membuktikan dirinya kembali dengan kemenangan submission atas Rahul Raju. Empat bulan kemudian, ia meraih kemenangan submission lainnya – kali ini atas Sung Jong Lee di ajang ONE: HEART OF THE LION.

Dua penampilan terakhir Tonon – saat menghadapi Anthony Engelen di ajang ONE: A NEW ERA dan Yoshiki Nakahara di ajang ONE: ENTER THE DRAGON – terselesaikan dalam lima menit pertama. Prestasi yang menakjubkan ini membuatnya meraih kedudukan sebagai penantang peringkat kelima divisi featherweight dan membuatnya menjadi bintang peralihan (crossover) yang luar biasa.

Garry Tonon submits Yoshiki Nakahara with his trademark leg lock

Dengan arah karier yang terus menanjak, tak diragukan bahwa Tonon memang mengincar mahkota divisi featherweight ONE. Bahkan, saat penantang lainnya mengharapkan kesempatan untuk mereka sendiri, ia tetap yakin dengan kesempatannya.

“Mereka mungkin akan mendapat laga ulang [atau rematch, antara Juara Dunia ONE Featherweight Thanh Le dan mantan pemegang gelar Martin Nguyen], mereka mungkin akan membuat saya berlaga sekali lagi sebelum perebutan gelar,” ungkap petarung AS ini.

“Namun saya kira dengan menang, itu akan menempatkan saya pada posisi yang tepat dimana saya dapat mengatakan, ‘Hey, saya pantas menjadi penantang selanjutnya.'”

Tentu saja, “The Lion Killer” harus mengalahkan Matsushima terlebih dahulu, dan dia menyadari betul tantangan berat yang akan dibawa oleh penantang peringkat ketiga asal Jepang ini.

“Saya melawan seseorang yang telah berlaga untuk gelar [Juara Dunia menghadapi Nguyen] sebelumnya, dan [ia] tampil cukup baik, saya harus mengakuinya,” jelas Tonon.

“Ia memang terhentikan, namun itu berjalan kompetitif. Saya kira Martin berusaha keras menanganinya dalam beberapa bagian laga tersebut.”

“Saya sangat memperhatikan apa yang [Matsushima] lakukan. Ia masuk dan keluar [jarak serang] dengan berbagai tendangan, dan ia seperti bertarung dari jarak jauh dan meledak maju menuju takedown. Kemampuan takedown-nya baik dan tanggap. Saya akan berhati-hati dengan semua itu.”

“Saya tak ingin mengatakan itu adalah ancaman, namun itu menjadi potensi masalah yang harus dipecahkan.”

American grappling stud Garry Tonon screams in joy bout his quick submission win

Menang atau kalah, “The Lion Killer” ingin para penggemar mengetahui bahwa laga ini akan berjalan dengan sangat menarik sejak bel pertandingan berbunyi. Faktanya, ia mempersilahkan para suporter dan pengkritik untuk menyaksikannya berlaga.

“Saya memiliki gaya yang selalu bergerak saat berbagai hal terjadi secara konstan,” ungkap Tonon. “Memiliki ADHD [Attention Deficit Hyperactivity Disorder] mungkin menjadi salah satu faktor, tetapi sangat sulit bagi saya untuk berdiam diri. Sangat sulit untuk tidak aktif dalam kurun waktu yang cukup lama dalam segala hal yang saya lakukan.”

“Saya mengetahui banyak orang di luar sana yang ingin hadir dan menyaksikan Garry Tonon terkena KO, maka mungkin ini akan menjadi kesempatan anda untuk melihat itu. Anda tidak pernah tahu.”

Tentu saja, “The Lion Killer” tak ingin gagal dalam laga pendukung utama (co-main event) yang berlangsung di Singapura.

“Saya melihat laga ini akan berakhir lebih cepat,” pungkas Tonon. “Saya memprediksi submission atau TKO pada ronde pertama.”

Baca juga: Submission Terbaik Dari Garry Tonon Dan Bintang Lainnya Di ONE: BIG BANG