Bela Diri Campuran

10 Submission Terbaik Di Tahun 2019

Spesialis grappling ONE Championship telah memukau para fans dengan kuncian-kuncian luar biasa selama tahun 2019.

Sebuah KO memang dapat terjadi secara mendadak, namun para kompetitor dengan kemampuan luar biasa di atas kanvas ini merancang – dan mengeksekusi – penyelesaian mereka demi meraih kemenangan di atas panggung dunia.

Mengambil esensi dari disiplin Brazilian Jiu-Jitsu, gulat dan judo, para seniman bela diri campuran ini mampu memberikan penampilan terbaik dan mampu menaklukkan lawan mereka saat dibutuhkan.

Mari kita melihat kembali 10 submission terbaik di dalam “The Home Of Martial Arts” untuk tahun ini.

#1 Eduard Folayang vs. Shinya Aoki

Kemenangan dominan Shinya “Tobikan Judan” Aoki pada ronde pertama saat melawan Eduard “Landslide” Folayang menjadi sorotan terbaik tahun ini. Shinya menampilkan kemampuan luar biasa di bawah tekanan keras dan meraih penebusannya atas bintang dari Team Lakay ini.

Atlet asal Tokyo ini mematahkan perlawanan atlet Filipina ini dalam ajang ONE: A NEW ERA — gelaran perdana dari organisasi ini di ibukota Jepang tersebut — pada bulan Maret untuk merebut kembali gelar Juara Dunia ONE Lightweight yang ia lepaskan ke tangan rivalnya itu pada bulan November 2016.

Ini adalah penampilan klasik khas Shinya Aoki, saat atlet tuan rumah ini menekan Eduard ke arah pagar Circle dan menyeretnya ke atas kanvas. Di sana, “Tobikan Judan” berada dalam dunianya, dan ia langsung mengincar penyelesaian dari posisi half-guard.

“Landslide” mencoba membuat ruang untuk menciptakan kesempatan menghindari, namun Shinya menyelipkan kepalanya ke bawah ketiak lawannya untuk mempersiapkan kuncian arm-triangle choke.

Ia menyatukan kedua tangannya dan beralih ke posisi mount, dimana ia menyarangkan sebuah tekanan konsisten yang menyesakkan, serta membuat Eduard kehilangan kesadaran. Itu membuat Shinya kembali ke puncak divisi lightweight.

#2 Demetrious Johnson vs. Yuya Wakamatsu

American flyweight mixed martial arts legend Demetrious Johnson submits Yuya Wakamatsu via guillotine choke

Dalam debut promosionalnya dalam gelaran ONE: A NEW ERA, atlet legendaris divisi flyweight Demetrious “Mighty Mouse” Johnson mengalahkan atlet fenomenal Jepang Yuya “Little Piranha” Wakamatsu dalam babak perempat final ONE Flyweight World Grand Prix.

Sang tuan rumah tampil impresif pada stanza pembuka, saat ia mendaratkan serangan kuat atas atlet AS tersebut. Namun, kemampuan gulat Demetrious memberikan hasil luar biasa pada ronde kedua saat ia menjatuhkan “Little Piranha” dan mendominasi di permainan bawah.

Yuya yang mulai merasa frustrasi berusaha keras untuk kembali berdiri, namun “Mighty Mouse” menangkap lehernya, memasukkan dua serangan lutut, kemudian menyarangkan sebuah kuncian guillotine choke keras untuk meraih kemenangan.

#3 Ayaka Miura vs. Samara Santos

Japanese strawweight Ayaka Miura looks to secure an americana

Penantang divisi strawweight asal Jepang Ayaka Miura menutup jarak dan mencetak sebuah takedown pada ronde pembuka laganya melawan Samara “Marituba” Santos dalam ajang ONE: DAWN OF HEROES di bulan Agustus, dan ia langsung beralih ke posisi scarfhold favoritnya.

Atlet Brasil itu mampu bertahan dan mementahkan tiap usaha submission dari Ayaka untuk mengakhiri stanza pertama, namun hanya beberapa detik memasuki ronde yang baru, ia kembali berada dalam posisi yang sama.

Kali ini, grappler Jepang ini mendapatkan kesempatan yang ditunggunya. Ayaka menjebak tangan kiri Samara diantara kakinya, dan menggeser pinggulnya maju untuk mencetak sebuah scarfhold Americana yang menyakitkan — seperti yang biasa ia lakukan sebelumnya. Sebuah tap-out segera mengikuti. 

#4 Fan Rong vs. Reinier De Ridder

Holland's Renier De Ridder locks a D'Arce choke on Fan Rong

Reinier De Ridder mencetak kemenangan dalam debut promosionalnya pada ajang ONE: HERO’S ASCENT bulan Januari lalu dan segera membuktikan ia adalah seseorang yang patut diperhitungkan dalam divisi middleweight.

Atlet asal Belanda ini segera menerapkan strateginya, saat ia menyeret “King Kong Warrior” Fan Rong ke atas kanvas dalam beberapa detik pertama melalui sebuah single leg takedown dan segera melewati penjagaan lawannya. Ia awalnya mengincar sebuah kuncian kimura, namun atlet Tiongkok itu mencari jalan keluar melalui sebuah underhook.

Namun, itu tidak menggentarkan perwakilan Combat Brothers tersebut. Reinier dengan cepat memasukkan tangan kanannya di bawah ketiak lawan dan melewati bisep kirinya, sebelum menjatuhkan diri ke punggungnya untuk mencetak sebuah kuncian D’Arce choke. Berkat tekanan keras dari atlet Belanda tersebut, Rong tidak sadarkan diri dalam sekejap.

#5 Itsuki Hirata vs. Rika Ishige

Japanese rising star Itsuki Hirata forces the tap with her head scissors submission

Para penggemar yang berada dalam ajang ONE: CENTURY PART I menyaksikan sebuah submission langka, melalui kuncian head scissors, saat Itsuki “Strong Heart Fighter” Hirata menaklukkan pahlawan Thailand bernama Rika “Tiny Doll” Ishige di ibukota Jepang tersebut.

Pada ronde kedua dari kontes divisi atomweight mereka, Itsuki mengincar shoulder lock atas lawannya, namun “Tiny Doll” menggunakan lututnya dan mencari jalan keluar. Namun, “Strong Heart Fighter” masuk ke punggung lawan dengan sebuah figure-four grip di lengan dan membalikkan Rika.

Bintang Jepang ini kemudian membebaskan tangan Rika, dimana nampak ia akan menyarangkan sebuah kuncian straight armlock. Tetapi Itsuki mengubah rencananya dengan cepat.

Ia mengunci kakinya dengan kuat di leher bintang Thailand itu, mengencangkan pahanya dengan kekuatan besar, serta memaksa Rika untuk menyerah.

Submission Terbaik Lainnya

Baca Juga: 10 KO Terbaik Dalam Bela Diri Campuran Di Tahun 2019

Bersiaplah untuk gelaran perdana ONE Championship di tahun 2020, ONE: A NEW TOMORROW!

Bangkok | 10 Januari | Tiket: Klik di sini TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global