Opini

Pratinjau Laga: Ev Ting Dan Kamal Shalorus Di Divisi Lightweight

Komentator utama ONE Championship dan presenter Fox Sports Steve Dawson menganalisa laga menarik antara kedua penantang teratas divisi lightweight ini.

Di puncak gelaran pada Jumat ini di Kuala Lumpur adalah Ev Ting melawan Kamal Shalorus dalam laga lightweight yang dapat menjadi pertarungan eliminasi demi memasuki gelar Kejuaraan Dunia ONE Lightweight milik Eduard “Landslide” Folayang.

Shalorus pernah bertarung demi gelar itu, namun segala sesuatunya tak berjalan sesuai keinginannya, dimana ia menderita kekalahan submission ronde pertama di tangan Shinya Aoki via rear-naked choke.

Secara krusial, Shalorus juga memiliki kemenangan atas Folayang dalam rekornya, sebuah kemenangan mutlak pada 2013. Ia juga meraih kemenangan atas Ariel Sexton, yang bersaing ketat dengan sang penantang demi kesempatan melawan juara asal Filipina itu.

Klaim Ting untuk menjadi lawan berikut bagi Folayang — sang juara yang bertarung di kartu pertandingan Manila di bulan April namun melawan penantang yang belum disebutkan — sangatlah layak.

Sejak kalah di tangan Marat Gafurov pada pertengahan tahun 2015, atlet Selandia Baru keturunan Malaysia itu mendobrak kompetisi ini. Kemenangan submission ronde pertama atas Honorio Banario  nampak jauh lebih baik saat ini daripada saat itu.

Kemudian, submission ronde ketiga atas Eric Kelly. Namun laga yang benar-benar menonjolkan pria itu terjadi pada September tahun lalu, saat ia berjuang keras untuk meraih kemenangan mutlak atas Rob Lisita.

Kebangkitan Ting dalam 12 bulan terakhir terlihat sangat luar biasa, dan pada usianya ke-27, ia nampak mendapatkan segala sesuatunya berjalan dengan baik bagi dirinya. Empat kemenangan submission, empat via keputusan juri, dan empat melalui KO merangkum semuanya, dan pertarungan penentu karier ini tak dapat tiba di saat yang lebih baik.

Shalorus memiliki jab kiri yang sangat keras. Hal itu dilontarkan secara berkala, namun itu memberi dampak besar, dan Ting akan harus mewaspadainya. Pria Iran ini adalah grappler tingkat tinggi, namun walau ia melawan para atlet dalam tingkatan tertinggi, ia hanya sekali merebut kemenangan submission.

Atlet Iran ini belum pernah kalah melalui keputusan juri, namun di usianya ke-39, kemampuannya untuk mengungguli lawan sebelum waktu berakhir mungkin telah berkurang. Selain itu, sudah enam tahun lamanya sejak Shalorus menghentikan siapa pun dengan pukulan, dan Ting belum pernah terkena KO.

Penyelesaian favorit bagi pria asal Selandia Baru itu hari-hari ini adalah guillotine choke, namun sebagai atlet featherweight baru, ia mungkin menemukan bahwa Shalorus terlalu kuat untuk dibanting. Walau Lista dikalahkan oleh Ting, ia bertahan selama durasi laga, dan itu mungkin menjadi ukuran seberapa sulitnya atlet lightweight berotot akan bertahan melawan striking-nya.

Jika Ting dapat meraih kemenangan via striking, itu akan menjadi malam yang fenomenal bagi dirinya. Setiap kemenangan dalam jarak dekat — dimana ia tak menderita cedera — akan menempatkannya langsung di antara para atlet favorit demi perebutan gelar, berikutnya di Manila.

Saya tak melihat Shalorus akan cukup sibuk untuk menang via poin, dan saya melihat Ting menjauhi bahaya sementara ia mengancam dengan tendangan tinggi keras demi sebuah penyelesaian.

Hampir dapat dipastikan bahwa Eduard Folayang akan menonton, dan juga sang penata tanding ONE Matt Hume.

Steve Dawson adalah komentator utama ONE Championship, presenter Fox Sports dan pengarang dari berbagai biografi olahraga. Ia dapat dihubungi di Twitter & Instagram dengan nama @Gulasahi, serta di Facebook sebagai Steve Dawson.

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.