Opini

Analisa Michael Schiavello Tentang Laga Demetrious Johnson Vs. Danny Kingad

9 Okt 2019

Michael “The Voice” Schiavello telah memprediksi berbagai turnamen bela diri dalam 28 tahun karirnya sebagai komentator olahraga, namun menurutnya belum ada yang menyamai laga divisi flyweight di Tokyo, Jepang nanti.

Pada hari Minggu, 13 Oktober ini, ia akan menuntun para penggemar untuk menikmati babak Final ONE Flyweight World Grand Prix antara atlet berbakat Filipina Danny “The King” Kingad dan atlet terbaik dunia Demetrious “Mighty Mouse” Johnson di ajang ONE: CENTURY PART I.

Michael – seperti para fans di seluruh dunia – mengetahui bahwa atlet asal Amerika Serikat ini memasuki babak final sebagai favorit. Lagipula, ia adalah seorang seniman bela diri campuran terbaik sepanjang masa.

Terlepas dari gelar tersebut, pria berusia 44 tahun dari Australia ini mengetahui bahwa banyak hal lebih aneh telah terjadi di olahraga tarung.

“Danny Kingad mungkin menjadi salah satu kemungkinan kecil [untuk menjadi juara] dalam sejarah bela diri campuran dalam laga ini,” sebutnya.

“Kemungkinannya bahkan mungkin lebih kecil dari saat Buster Douglas melawan Mike Tyson. Namun dalam hal ini, kita mungkin dapat melihat sebuah kejutan besar.”

Walaupun ia dianggap sebagai kuda hitam, ia memiliki kemampuan yang belum pernah ditemui sebelumnya oleh sang veteran tersebut. Pria berusia 24 tahun itu adalah seorang juara wushu dengan latar belakang grappling yang luar biasa.

Kombinasi sensasional ini membawa atlet Filipina ini mencetak rekor profesional 14-1, dan ia saat ini sedang menikmati enam kemenangan beruntun.

“Apa yang [Danny] Kingad bawa ke dalam laga ini adalah sebuah gaya striking yang tidak biasa dihadapi oleh Demetrious,” jelas Michael.

“[Demetrious] Johnson tidak pernah melawan striker dengan kaliber ini. Dalam masa kejayaannya sebagai Juara Dunia Flyweight 12 kali, ia tidak pernah berhadapan dengan seorang juara wushu.”

“Hal ini berarti ada sudut-sudut tertentu – tendangan samping, tendangan ke arah kaki, pukulan memutar dengan punggung tangan dan kombinasi tinju – serta footwork [pergerakan kaki] dimana Johnson harus bersiap untuk hadapi.”

“Inilah yang [Danny] Kingad bawa – faktor-x yang adalah kemampuan wushu milik Danny Kingad.”



Danny mungkin memiliki beberapa teknik yang belum pernah dilihat atlet asal Amerika Serikat ini, tetapi menurut Michael, ini mungkin tidak akan cukup untuk mengalahkannya.

“Demetrious membawa seluruh kemampuannya. Ia tidak memiliki celah, seorang atlet yang sempurna, dimana anda mengharapkannya untuk meraih penyelesaian,” lanjutnya.

“Tetapi seperti yang saya katakan, banyak hal lebih aneh yang pernah terjadi di dalam Circle, di dalam ring tinju dan di dalam olahraga tarung. Dan, untuk alasan tertentu, banyak kekecewaan [dan kejutan] terjadi di Jepang.”

“[Danny] Kingad harus lebih cerdas. Ia harus menggunakan wushu-nya, ia harus menggunakan pukulan kerasnya dan ia harus mendengarkan [pelatih kepala] Mark Sangiao dan tim luar biasa di pojok ringnya, Team Lakay.”

“Ia harus tetap menjalankan game plan miliknya dan tidak membiarkan Demetrious menghancurkannya, mencengkeramnya, dan menidurkannya.”

Michael mengira bahwa game plan Demetrious akan lebih tegas.

“Demetrious akan mencari tahu kekuatannya pada ronde pertama,” katanya. “Pada ronde kedua, setelah menemukan [kelemahan dalam arsenal milik Danny], Demetrious akan mencari cara menyelesaikan laga.”

Namun, komentator asal Australia ini masih belum bisa mengabaikan “The King” dan sasana sederhana di Baguio yang telah mempersiapkannya untuk sebuah tantangan terbesar dalam hidupnya.

Team Lakay sebelumnya telah melampaui berbagai kemungkinan dan tantangan, dan saat ini mereka memiliki lima Juara Dunia ONE di kamp pelatihan mereka. Mungkin Mark dan timnya dapat melakukannya sekali lagi di ibukota Jepang ini.

“Dunia mengharapkan bahwa Demetrious dapat mengalahkannya dengan mudah. Namun, jika ada satu hal yang dapat anda harapkan dari Team Lakay, itu adalah bahwa anda tidak dapat memprediksi mereka,” sebut Michael.

“Pada saat anda mengira mereka sudah kalah, saat anda berpikir seseorang memiliki semua jawabannya, Team Lakay mengubah pertanyaannya. Sasya mengharapkan Danny Kingad untuk mengubah pertanyaan bagi dirinya tanggal 13 Oktober nanti.”

Baca Lagi: Michael Schiavello Berikan Pertanyaan Sulit Jelang Laga Angela Vs. Jing Nan II

Tokyo | CENTURY | Pergelaran Ke-100 ONE Championship | Tiket: Dapatkan disini

  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Indonesia, tanggal 13 Oktober pukul 7:00 WIB – serta BAGIAN II, tanggal 13 Oktober pukul 15:00 WIB
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Amerika Serikat, tanggal 12 Oktober pukul 20:00 EST – serta BAGIAN II, tanggal 13 Oktober pukul 4:00 EST
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di India, tanggal 13 Oktober pukul 5:30 IST – serta BAGIAN II pukul 13:30 IST
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Singapura on 13 October pukul 8:00 SGT – serta BAGIAN II pukul 16:00 SGT
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Filipina on 13 October pukul 8:00 PHT – serta BAGIAN II pukul at 16:00 PHT
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Jepang on 13 October pukul 9:00 JST – serta BAGIAN II pukul 17:00 JST

ONE: CENTURY adalah ajang Kejuaraan Dunia bela diri terbesar dalam sejarah dengan 28 Juara Dunia yang tampil dalam berbagai disiplin bela diri. Belum ada organisasi dalam sejarah yang pernah mempromosikan dua ajang Kejuaraan Dunia di hari yang sama.

“The Home Of Martial Arts” kembali membuka babak baru dengan menyajikan beberapa laga perebutan gelar Juara Dunia, tiga babak final Kejuaraan World Grand Prix, serta serangkaian Juara Dunia yang akan melawan Juara Dunia lainnya di lokasi ikonik Ryugoku Kokugikan, Tokyo, Jepang, tanggal 13 Oktober.