Fitur

Demetrious Johnson Vs. Danny Kingad – 4 Kunci Kemenangan

5 Okt 2019

Demetrious “Mighty Mouse” Johnson dan Danny “The King” Kingad sedang menghitung hari sebelum laga monumental mereka dalam babak Final Kejuaraan ONE Flyweight World Grand Prix.

Rangkaian performa impresif telah mengawali perjalanan atlet asal Amerika Serikat dan Filipina ini dalam pembukaan turnamen dalam ajang ONE: CENTURY PART I di Tokyo, Jepang, hari Minggu, 13 Oktober.

Keduanya telah menampilkan kemampuan dan perjuangan untuk mengatasi berbagai tantangan dalam babak perempat final dan semifinal mereka yang sukses, tetapi mereka masing-masing akan menghadapi tantangan terberat di dalam arena Ryogoku Kokugikan.

Berikut adalah beberapa elemen kunci untuk diperhatikan saat keduanya mengejar sabuk Juara World Grand Prix dalam ajang bela diri terbesar dalam sejarah.

#1 Double-Leg Takedown Milik DJ

Demetrious memulai perjalanan bela dirinya sebagai seorang pegulat, dan teknik double-leg takedown masih menjadi senjata utamanya.

Penempatan waktu “Mighty Mouse” membuat teknik ini menjadi  sangat efektif. Ia menunggu lawannya untuk menyerang, dan saat serangan tersebut dilancarkan, Demetrious pun maju untuk menyeret mereka ke atas kanvas.

Postur pria berusia 33 tahun ini membantunya masuk ke bawah serangan lawannya dan langsung menyergap pinggul lawan supaya mereka tidak dapat melakukan sprawl. Saat ia menyerang, tingkat kesuksesannya sangat luar biasa.

#2 Tendangan Samping “The King”

Ini adalah laga terbesar dalam karir “The King,” namun ia harus tetap tenang dan menghindari keinginan untuk maju dari posisi bertahan dengan cepat, seperti yang biasa ia lakukan sebelumnya.

Pukulan kuat dan tendangan di udara ke arah tubuh lawan mungkin dapat menciptakan sebuah laga luar biasa melawan sebagian besar atlet divisi flyweights, tetapi itu hanya akan mengundang takedown milik DJ.

Namun, tendangan samping yang mengarah ke kaki dominan lawan adalah salah satu senjata yang dapat membuat Demetrious bersiaga. Serangan kuat ini dapat membuat Demetrious terdiam, serta memberi Danny sedikit waktu dan ruang untuk melepaskan artileri berat mereka.

#3 Melepaskan Diri Dari Bawah

Seperti banyak dari rekan latihannya di Team Lakay, Danny telah bekerja keras untuk mengembangkan scramble-nya, dimana hal ini akan menjadi penting di Tokyo.

Anggota tim andalan Baguio ini telah meningkatkan kemampuan untuk kembali berdiri di kakinya – dari posisi manapun – agar mereka dapat melepaskan keahlian striking yang ditakuti dunia tersebut.

Danny sangat efektif dalam melakukan ini. Dengan sedikit jarak, ia akan mampu menggerakkan lututnya untuk bertransisi ke teknik double-leg takedown yang eksplosif, yang tentunya membantu dirinya untuk beralih dari posisi defensif ke posisi menyerang dengan cepat.

#4 Submissions Dalam Teknik Scramble

Hal yang mampu mencegah kesuksesan Danny adalah kemampuan tak tertandingi Demetrious untuk mencetak submission dalam sebuah transisi gerakan.

Atlet asal Washington ini mendapatkan gelarnya sebagai seniman bela diri campuan divisi flyweight terbaik dunia bukan karena ia memiilki kemampuan terbaik dalam tiap lini, tetapi karena ia menguasai tiap fase dari permainan ini.

Yuya Wakamatsu mengalami hal ini secara langsung saat ia menghindari satu posisi yang buruk hanya untuk memberikan dirinya ke sebuah kuncian guillotine milik Demetrious yang mengakhiri laga. Baik dalam posisi menjatuhkan lawan atau saat mereka mencoba bangkit kembali, “Mighty Mouse” akan selalu dapat mengakhiri perlawanan mereka.

Baca Lagi: ONE Flyweight World Grand Prix – Kisah Epik Yang Berlanjut

Tokyo | CENTURY | Pergelaran Ke-100 ONE Championship | Tiket: Dapatkan disini

  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Indonesia, tanggal 13 Oktober pukul 7:00 WIB – serta BAGIAN II, tanggal 13 Oktober pukul 15:00 WIB
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Amerika Serikat, tanggal 12 Oktober pukul 20:00 EST – serta BAGIAN II, tanggal 13 Oktober pukul 4:00 EST
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di India, tanggal 13 Oktober pukul 5:30 IST – serta BAGIAN II pukul 13:30 IST
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Singapura on 13 October pukul 8:00 SGT – serta BAGIAN II pukul 16:00 SGT
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Filipina on 13 October pukul 8:00 PHT – serta BAGIAN II pukul at 16:00 PHT
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Jepang on 13 October pukul 9:00 JST – serta BAGIAN II pukul 17:00 JST

ONE: CENTURY adalah ajang Kejuaraan Dunia bela diri terbesar dalam sejarah dengan 28 Juara Dunia yang tampil dalam berbagai disiplin bela diri. Belum ada organisasi dalam sejarah yang pernah mempromosikan dua ajang Kejuaraan Dunia di hari yang sama.

“The Home Of Martial Arts” kembali membuka babak baru dengan menyajikan beberapa laga perebutan gelar Juara Dunia, tiga babak final Kejuaraan World Grand Prix, serta serangkaian Juara Dunia yang akan melawan Juara Dunia lainnya di lokasi ikonik Ryugoku Kokugikan, Tokyo, Jepang, tanggal 13 Oktober.