3 Laga Yang Mampu Mencuri Perhatian Di ONE: CENTURY PART II

Yosuke Saruta ASH 2091

Dari ke-11 laga di kartu pertandingan ONE: CENTURY PART II, memang terdapat pertaruhan empat gelar Juara Dunia, namun adalah sebuah kesalahan jika anda dapat melewatkan berbagai laga lainnya.

Bersama keempat laga yang menampilkan para Juara Dunia Shooto melawan Juara Dunia Pancrase, beberapa bintang terbesar dan paling menarik dari ONE Championship akan memasuki Circle di Tokyo, Jepang.

Berikut adalah tiga kartu awal yang dipilih oleh tim onefc.com, yang dapat memberi aksi keras dan cepat dari arena Ryogoku Kokugikan di Tokyo, Jepang, hari Minggu, 13 Oktober ini.

#1 Mauro Cerilli Vs. Arjan Bhullar

Laga heavyweight bela diri campuran memang selalu memberi ketegangan tersendiri, dan sulit untuk membayangkan sesuatu yang tak menjadi aksi eksplosif saat kedua raksasa ini bertemu di dalam Circle.

Sebagai atlet heavyweight bela diri campuran India terbaik, Arjan “Singh” Bhullar akan ingin mencetak impresi luar biasa dalam debutnya bersama ONE dan menunjukkan pada dunia kemampuan grappling berbahaya miliknya.

Pria berusia 33 tahun ini berlaga sebagai pegulat gaya bebas dalam gelaran Olimpiade 2012, dan seluruh teknik itu memberinya kemampuan untuk menghentikan lawan paling kuat sekali pun di atas kanvas dalam sekejap. Jika itu tak terjadi, ia juga memiliki kekuatan striking untuk mengakhiri laganya.

Namun, saat ia baru saja memasuki arena, dirinya harus mewaspadai kekuatan KO yang dimiliki rivalnya dari Italia.

Satu langkah yang salah di atas kakinya dapat membuat Juara Dunia Cage Warriors Heavyweight ini mendaratkan pukulan penyelesaian – dan ia hanya harus menyarangkannya sekali saja.

Selain itu, bahkan jika “Singh” mampu memulihkan diri, ia akan harus bangkit atau membalikkan posisinya, karena “The Hammer” dapat melepaskan ground-and-pound mengejutkan – seperti yang dialami Alain “The Panther” Ngalani pada awal tahun ini.

Baca juga: Arjan Bhullar Yakin Tekanannya Dapat Hentikan Mauro Cerilli

#2 Yosuke Saruta Vs. Daichi Kitakata

Sementara seluruh laga antara Juara Dunia Pancrase dan Shooto menampilkan para atlet berkualitas tinggi, tak ada yang dapat menyamai ritme laga dalam divisi strawweights.

Di satu sisi, Shooto akan diwakili oleh Yosuke “The Ninja” Saruta yang telah menunjukkan kualitasnya di dalam Circle sepanjang tiga laga melawan atlet elite divisinya.

Pria berusia 32 tahun asal Saitama, Jepang ini gemar menerjang maju dengan serangan yang didukung oleh kekuatan ototnya. Tangannya memiliki kekuatan besar – dan ia dapat bertarung di posisi stand-up atau di atas kanvas dengan ground-and-pound.

Saruta memang paling berbahaya saat ia mengincar posisi dominan, menjebak rivalnya dan menyerang keras. Sebaliknya, Daichi Kitakata seringkali mendapatkan keunggulan saat ia memasuki pertukaran serangan liar.

Atlet yang mewakili Pancrase ini gemar melakukan slip dan menyerang, atau melakukan scramble dengan lawannya sembari mengincar penyelesaian. Pendekatannya terkadang nampak liar, namun ia jarang sekali melepaskan posisi untuk sebuah penyelesaian.

Pria berusia 28 tahun asal Osaka ini memiliki permainan submission yang nyaris sempurna, dan mirip dengan kompatriotnya, ia juga memiliki kekuatan besar untuk pria seukuran dirinya – yang berarti ia akan dapat mengakhiri laga ini dalam jarak dekat juga.

Baca juga: Yosuke Saruta Rencanakan ‘Penampilan Terbaik’ Bagi Penggemar Di Jepang

#3 Shoko Sato Vs. Rafael Silva

Shoko Sato attacks Mark Fairtex Abelardo

Veteran berpengalaman, Shoko Sato dan Rafael “Morcego” Silva, memiliki catatan rekor 90 laga bela diri campuran profesional gabungan, maka ajang bela diri terbesar dalam sejarah ini akan menjadi panggung sempurna bagi mereka untuk menunjukkan kemampuannya.

Sang Juara Dunia Shooto Bantamweight, Sato, memiliki gaya karate non-ortodoks yang akan membuat Silva menduga-duga dalam pertukaran serangan atas, namun tendangan memutar ala capoeira milik pria Brasil itu juga wajib diwaspadai.

Namun, Juara Dunia Pancrase Bantamweight itu menjadi lebih berbahaya dalam ranah submission – terutama dari posisi atas – karena ia memegang sabuk hitam Brazilian Jiu-Jitsu dan kemampuan dalam luta livre.

Dengan itu, ia mungkin akan ingin menghindari posisi bawah, karena perwakilan Sakaguchi Dojo dan Fight Base Toritsudai ini memiliki arsenal ground-and-pound klinis yang sangat berbahaya.

Laga ini jelas memiliki potensi untuk jatuh ke tangan juri, karena mereka sama kuat dan berbahaya, namun masing-masing dari mereka juga memiliki potensi untuk menutup laga dalam sekejap. Maka itu, jangan berkedip!

Baca Lagi: 3 Laga Yang Dapat Mencuri Perhatian Dalam ONE: CENTURY PART I

century_tokyo_logo.png

Tokyo | CENTURY | Pergelaran Ke-100 ONE Championship | Tiket: Dapatkan disini

  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Indonesia, tanggal 13 Oktober pukul 7:00 WIB – serta BAGIAN II, tanggal 13 Oktober pukul 15:00 WIB
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Amerika Serikat, tanggal 12 Oktober pukul 20:00 EST – serta BAGIAN II, tanggal 13 Oktober pukul 4:00 EST
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di India, tanggal 13 Oktober pukul 5:30 IST – serta BAGIAN II pukul 13:30 IST
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Singapura on 13 October pukul 8:00 SGT – serta BAGIAN II pukul 16:00 SGT
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Filipina on 13 October pukul 8:00 PHT – serta BAGIAN II pukul at 16:00 PHT
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Jepang on 13 October pukul 9:00 JST – serta BAGIAN II pukul 17:00 JST

ONE: CENTURY adalah ajang Kejuaraan Dunia bela diri terbesar dalam sejarah dengan 28 Juara Dunia yang tampil dalam berbagai disiplin bela diri. Belum ada organisasi dalam sejarah yang pernah mempromosikan dua ajang Kejuaraan Dunia di hari yang sama.

“The Home Of Martial Arts” kembali membuka babak baru dengan menyajikan beberapa laga perebutan gelar Juara Dunia, tiga babak final Kejuaraan World Grand Prix, serta serangkaian Juara Dunia yang akan melawan Juara Dunia lainnya di lokasi ikonik Ryugoku Kokugikan, Tokyo, Jepang, tanggal 13 Oktober.

Selengkapnya di Opini

Zhang Peimian Jonathan Di Bella ONE162 1920X1280 15
superbon vs sitthichai iii one championship official trailer
petchmorakot vs yodsanklai one championship ringside highlights
Shinya_Aoki_column_graphic 1200x800 1
Michael Schiavello and Micth Chilson ONE Championship commenators
Shinya_Aoki_column_graphic 1200x800 1
Shinya_Aoki_column_graphic 1200x800 1
Franklin speaking podcast host Rich Franklin
Shinya_Aoki_column_graphic 1200x800 1
Miesha Tate Holds Her Daughter Amaia Nunez 1200X800
Vice President ONE Championship Miesha Tate
Shinya_Aoki_column_graphic 1200x800 1