Opini

3 Laga Yang Dapat Mencuri Perhatian Dalam ONE: CENTURY PART I

8 Okt 2019

Para penggemar memang menunggu tiga laga bersejarah yang menjadi puncak ajang ONE: CENTURY PART I, namun ada beberapa laga klasik lainnya dalam gelaran ini.

Bagian pertama dari ajang bersejarah ONE Championship pada hari Minggu, 13 Oktober ini dipenuhi oleh kontes luar biasa dengan para atlet bela diri terbaik dari seluruh penjuru dunia.

Tiap atlet ini mampu mencetak KO yang mengejutkan, submission luar biasa, atau laga keras selama tiga ronde yang akan membuat para superstar dalam perebutan gelar Juara Dunia berusaha keras demi kemenangan.

Berikut adalah tiga laga yang mungkin dapat mencuri perhatian di dalam arena Ryogoku Kokugikan di Tokyo, Jepang, akhir minggu ini.

#1 Senzo Ikeda Vs. Lito Adiwang

Para penggemar yang mendukung sasana asal Filipina, Team Lakay, dan yang mengikuti Rich Franklin’s ONE Warrior Series (OWS) akan mengetahui tentang Lito “Thunder Kid” Adiwang.

Atlet berusia 26 tahun ini meraih posisinya di atas panggung dunia setelah serangkaian kemenangan luar biasa di dalam OWS, dengan rekor profesional 9-2 dan tingkat penyelesaian yang sensasional di 89 persen.

Seperti rekan latihannya, pria kelahiran Benguet ini dikenal atas kemampuan striking luar biasa berkat disiplin wushu yang ia tekuni. Namun, adalah kekuatan di tangannya – dibandingkan dengan tendangan memutarnya – yang membuat dirinya menonjol.

Ini membuat laga melawan Juara Dunia Pancrase Flyweight Senzo Ikeda dalam divisi strawweight lebih menegangkan. Bintang asal Jepang ini memiliki kapasitas untuk menghindari striking lawannya, atau dengan mudah menyerap semua serangan dan membalas lebih keras.

Senzo adalah mantan petinju, dimana ia membawa gaya bertarung yang unik di dalam Circle. Seperti lawannya nanti, ia juga seorang grappler yang mumpuni, tetapi ia lebih menghibur saat maju dan bertukar serangan atas dengan lawannya.

Saat terakhir atlet Jepang ini menghadapi perwakilan Team Lakay, kita menyaksikan salah satu laga bela diri campuran terbaik pada tahun 2019 sejauh ini, maka jangan terkejut jika kita menyaksikan hal yang sama.

Baca Lagi: Bagaimana Senzo Ikeda Menjadi Seorang Pejuang Tangguh

#2 Yushin Okami Vs. Agilan Thani

Terakhir kali Agilan “Alligator” Thani berhadapan dengan seorang legenda asal Jepang, ia mencetak kemenangan terbesar dalam karirnya di salah satu laga paling menarik pada tahun 2019.

Setelah keyakinan dirinya bertambah, para penggemar dapat mengharapkan aksi keras yang hampir sama dengan sebelumnya saat ia melawan Yushin “Thunder” Okami.

Agilan sangat menghormati Yoshihiro Akiyama, dan mengetahui bahwa ia harus maju dan menekan atlet veteran tersebut untuk mengatasi perbedaan pengalaman mereka.

Ia memberikan penampilan striking terbaiknya di dalam “The Home Of Martial Arts,” serta menyerang dengan teknik tinju dan tendangan rendah yang sangat keras.

“Thunder” mungkun dapat menandingi tiap atlet divisi middleweight dalam disiplin gulat, dan ia akan mengincar posisi atas untuk mendaratkan ground and pound keras miliknya.

Kedua atlet ini adalah grappler yang sangat kuat, dimana akan terdapat pertukaran serangan saat mereka mencoba untuk meraih keunggulan dan mencari posisi menguntungkan. Namun keduanya juga adalah striker yang luar biasa, dimana mereka mungkin harus mengeluarkan persenjataan terbaik mereka untuk menang.

Baca Lagi: Agilan Thani Berkeyakinan Penuh Hadapi Yushin Okami

#3 Yuya Wakamatsu Vs. Dae Hwan Kim

Yuya “Little Piranha” Wakamatsu mengalami awal yang kurang baik bersama “The Home Of Martial Arts,” namun atlet berusia 24 tahun ini terus menampilkan perkembangannya secara luar biasa dan mungkin saat ini akan tampil sebagai pemenang.

Walau kemampuan grapplingnya tidak dapat mengatasi lawan seperti atlet berbakat Filipina Danny “The King” Kingad dan atlet terbaik sepanjang masa Demetrious “Mighty Mouse” Johnson, bintang Jepang ini mampu mengejutkan keduanya dengan kekuatan yang luar biasa.

Kekuatan dan kecepatannya ditampilkan dengan sempurna pada bulan Agustus saat ia mencetak KO atas mantan Juara Dunia ONE Flyweight Geje “Gravity” Eustaquio, dengan sebuah pukulan cross kanan dalam waktu kurang dari dua menit. Secara kebetulan, kemenangan tersebut adalah KO ke-10 yang ia ciptakan dalam karirnya.

Di Tokyo, ia akan melawan seorang striker kelas dunia lainnya, “Ottogi” Dae Hwan Kim, yang adalah mantan penantang gelar Juara Dunia ONE Bantamweight yang akan berlaga untuk pertama kalinya dalam divisi flyweight.

Atlet Korea Selatan ini adalah seorang juara nasional dalam disiplin Muay Thai, taekwondo dan wushu, dimana ia memegang sabuk coklat Brazilian Jiu-Jitsu. Seperti lawannya, ia menyukai serangan cepat.

Kedua pria ini telah menyampaikan keinginan mereka untuk bertukar pukulan, dan saat salah satu dari mereka terpukul, akan menarik untuk menyaksikan bagaimana kemampuan grappling mereka berperan dalam laga ini.

Baca Lagi: Yuya Wakamatsu Ingin Cetak KO Atas Dae Hwan Kim

Tokyo | CENTURY | Pergelaran Ke-100 ONE Championship | Tiket: Dapatkan disini

  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Indonesia, tanggal 13 Oktober pukul 7:00 WIB – serta BAGIAN II, tanggal 13 Oktober pukul 15:00 WIB
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Amerika Serikat, tanggal 12 Oktober pukul 20:00 EST – serta BAGIAN II, tanggal 13 Oktober pukul 4:00 EST
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di India, tanggal 13 Oktober pukul 5:30 IST – serta BAGIAN II pukul 13:30 IST
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Singapura on 13 October pukul 8:00 SGT – serta BAGIAN II pukul 16:00 SGT
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Filipina on 13 October pukul 8:00 PHT – serta BAGIAN II pukul at 16:00 PHT
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Jepang on 13 October pukul 9:00 JST – serta BAGIAN II pukul 17:00 JST

ONE: CENTURY adalah ajang Kejuaraan Dunia bela diri terbesar dalam sejarah dengan 28 Juara Dunia yang tampil dalam berbagai disiplin bela diri. Belum ada organisasi dalam sejarah yang pernah mempromosikan dua ajang Kejuaraan Dunia di hari yang sama.

“The Home Of Martial Arts” kembali membuka babak baru dengan menyajikan beberapa laga perebutan gelar Juara Dunia, tiga babak final Kejuaraan World Grand Prix, serta serangkaian Juara Dunia yang akan melawan Juara Dunia lainnya di lokasi ikonik Ryugoku Kokugikan, Tokyo, Jepang, tanggal 13 Oktober.