Fitur

Yuya Wakamatsu Ingin Cetak KO Atas Dae Kwan Kim

22 Sep 2019

Setelah kemenangannya dalam laga terakhir, Yuya “Little Piranha” Wakamatsu mengincar sebuah KO lain untuk melaju ke puncak divisi.

Superstar asal Jepang ini akan menghadapi “Ottogi” Dae Hwan Kim dalam sebuah laga antara striker divisi flyweight di ajang bersejarah ONE: CENTURY PART I, tanggal 13 Oktober, yang akan membawa keseruan di dalam arena Ryogoku Kokugikan, Tokyo.

Bulan lalu, atlet berusia 24 tahun ini mengalahkan mantan Juara Dunia ONE Flyweight Geje “Gravity” Eustaquio pada ronde pertama untuk mencetak kemenangan perdananya bersama “The Home Of Martial Arts” dan membuktikan kekuatan yang jauh diatas atlet lain dalam divisinya.

Yuya mampu membalas serangan lawannya dengan sempurna, serta menemukan titik yang tepat dengan pukulan cross kanannya yang menjatuhkan “Gravity” di depan pendukung tuan rumah di Manila, Filipina.

“Sebuah laga terdiri dari momen-momen tertentu,” kata Yuya.

“Jika saya tidak waspada, [Geje] Eustaquio mungkin dapat menjebak saya dengan pukulan atau tendangannya. Saya bersiap untuk berhati-hati dengan situasi tersebut di dalam latihan saya.”

“Penempatan waktu saya bagus, saya menemukan celah pada salah satu tendangannya, dan penyelesaiannya bagus.”

“Little Piranha” akan membawa persenjataan yang lebih tajam saat dirinya kembali berlaga di dalam Circle, di depan penonton tuan rumah.

Selain mengorbankan waktu demi meningkatkan kemampuannya dengan rekan satu timny di bawah Ryo Chonan di Tribe Tokyo MMA, ia juga memiliki pelatih spesialis untuk mempertajam seluruh kemampuannya.

“Saya juga berlatih seminggu sekali di Kadoebi Boxing Gym bersama dengan Juara Dunia [Hideyuki] Ohashi,” jelasnya.

“Saya mengambil pelajaran grappling privat dari Kohei Yasumi di Lotus Setagaya Gym, dan bergabung dengan sesi sparring grappling di Taoikatu Dojo.”



Yuya harus berada dalam kondisi terbaiknya demi mengalahkan salah satu atlet veteran ONE yang paling kreatif – yang akan berlaga dalam divisi flyweight untuk pertama kalinya..

Semua lawan yang ditaklukkan Dae Hwan termasuk legenda Jepang Masakazu Imanari dan mantan Juara Dunia Kevin Belingon, dimana ia mampu memadukan kemampuan grappling dengan striking elitnya.

Tetapi, Yuya sudah mempelajari sang lawan dari Korea Selatan ini, serta yakin bahwa ia mengerti cara melucuti serangan peraih medali emas kejuaraan nasional taekwondo tersebut.

“Gaya bertandingnya tidak terlalu berbeda dengan Geje Eustaquio dalam laga terakhir saya, maka game plan [saya] tersusun dengan mudah,” katanya.

“Ia menunggu dan mencari serangan balik. Ia terfokus pada pukulan dan tendangan rendah dari kaki kanannya. Saya kira ia akan ingin bertukar serangan bersama saya. Ia mungkin juga akan mengincar takedown saat saya meninju dan memaksa scramble. Saya kira dia tidak akan maju – ia akan menunggu saya menyerang terlebih dahulu.”

“Saya sejujurnya mengira kami tidak akan berlanjut di grapple. Ia dapat mengambil posisi yang baik dalam grapple, tapi nampaknya ia tidak mencari kesempatan itu. Ia akan melakukan striking.”

Jika “Little Piranha” dapat membaca lawannya dengan benar, ia meyakini kekuatannya akan terlalu besar untuk ditahan.

Japanese martial artist Yuya Wakamatsu connects with a left cross on Geje Eustaquio

“Saya memiliki banyak strategi, dan ia mengetahui saya akan memukul – ia sudah siap – namun saya akan tampil dengan kemampuan lebih, dan saya mengincar KO,” tambahnya.

“Saya ingin dirinya melihat saya masuk ke dalam [Circle] dan menyadari bahwa dirinya akan kalah. Saya akan menekan dan menaklukkannya dengan tingkat kekuatan, kecepatan dan teknik yang belum pernah dilatihnya. Saya memiliki jawaban atas tiap serangannya – dalam striking maupun grappling.”

Yuya mendapatkan awal yang sulit saat memasuki organisasi bela diri terbesar di dunia ini ketika ia melawan dua atlet yang akan berlaga dalam babak final Kejuaraan ONE Flyweight World Grand Prix di ONE: CENTURY – Demetrious “Mighty Mouse” Johnson dan Danny “The King” Kingad.

Namun, atlet muda dari Tokyo ini sangat kompetitif saat berlaga dalam dua pertandingan itu, dan setelah meraih kemenangan pertama di atas panggung dunia, ia mengincar sesuatu yang lebih besar.

Ia yakin bahwa kemampuannya dalam seni bela diri campuran telah naik tingkat, dan inilah waktu yang tepat untuk naik peringkat di dalam divisinya demi sebuah penebusan.

“Saya akan menunjukkan perubahan saya sejak melawan DJ. Saya tidak akan KO, saya tak akan terkena takedown, saya akan tampil untuk menyulitkannya dan menunjukkan pada dunia – saya dapat menang dengan segala cara,” tegasnya.

“Rencana saya adalah mencetak KO atas Dae Hwan Kim, serta [bertanding ulang dengan] Kingad dan DJ, dan menjadi Juara Dunia ONE Flyweight.”

Baca lagi: 5 Pelajaran Dari Rangkaian ONE Flyweight World Grand Prix Sejauh Ini

Tokyo | 13 Oktober | ONE: CENTURY | TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global | Tiket: https://onechampionship.zaiko.io/e/onecentury

ONE: CENTURY adalah ajang Kejuaraan Dunia bela diri terbesar dalam sejarah dengan 28 Juara Dunia yang tampil dalam berbagai disiplin bela diri. Belum ada organisasi dalam sejarah yang pernah mempromosikan dua ajang Kejuaraan Dunia di hari yang sama.

“The Home Of Martial Arts” kembali membuka babak baru dengan menyajikan beberapa laga perebutan gelar Juara Dunia, tiga babak final Kejuaraan World Grand Prix, serta serangkaian Juara Dunia yang akan melawan Juara Dunia lainnya di lokasi ikonik Ryugoku Kokugikan, Tokyo, Jepang, tanggal 13 Oktober.