Fitur

5 Laga Bela Diri Campuran Terbaik Di Awal Pertengahan 2019

27 Sep 2019

Seluruh aksi pada kuartal ketiga 2019 di ONE Championship tercatat dengan baik, dimana beberapa diantaranya masuk menjadi laga terbaik di ONE Circle.

Terdapat berbagai penampilan menegangkan yang menampilkan serangan kuat, pertukaran teknik grappling luar biasa, serta keberanian dan determinasi para atlet untuk bangkit dari kekalahan demi mencetak kemenangan dramatis.

Berikut adalah lima laga bela diri campuran terbaik yang terjadi di antara bulan Juli dan September 2019.

#1 Pertukaran Serangan Ev Ting dan Daichi Abe

Ev “E.T.” Ting membutuhkan keberanian penuh untuk melupakan awal yang buruk dan meraih kemenangan dalam sebuah kontes menegangkan melawan Daichi Abe dalam ajang ONE: MASTERS OF DESTINY.

Juara Dunia Pancrase Welterweight Daichi Abe menggunakan tangan kanannya untuk mengirim atlet keturunan Selandia Baru-Malaysia itu ke atas kanvas dalam ronde pertama, dan ia pun sempat menyarangkan beberapa selengkatan, atau deft trips, saat mencoba menutup jarak.

“E.T.” tergoyahkan, namun ketahanan tubuhnya mampu membawanya tetap maju dan kembali menyerang dengan pukulan overhand kanan yang keras.

Didukung para penonton tuan rumah di Kuala Lumpur, Malaysia, ia mulai membalikkan keadaan dalam laga ini pada akhir stanza pembuka, dan akhirnya mengungguli Daichi dalam sebuah pertukaran grappling dan striking pada ronde berikutnya.

Ev mengambil kendali saat sebuah pukulan kanan mengenai lawannya, sebelum meningkatkan tekanan dengan ground and pound. Dengan hanya 16 detik tersisa pada ronde ini, pukulannya membuka pertahanan Daichi dan ia pun beralih ke punggung lawan, memasukkan kuncian rear-naked choke, dan menambah kemenangan beruntunnya di Kuala Lumpur menjadi 10-0.

#2 Keliaran 136 Detik Dari Eddie Alvarez Dan Eduard Folayang

Walau hanya berlangsung kurang dari setengah ronde, Eddie “The Underground King” Alvarez dan Eduard “Landslide” Folayang memberikan aksi yang luar biasa keras pada laga mereka dalam babak semifinal ONE Lightweight World Grand Prix di ajang ONE: DAWN OF HEROES.

Atlet Filipina ini menyerang dengan keras di depan penonton tuan rumah di Manila, dan sempat menyarangkan hook kiri yang dahsyat ke Eddie sebelum ia menjatuhkannya ke kanvas dengan tendangan rendah. “The Underground King” jelas nampak kesakitan dan terlihat mendekati kekalahan saat Eduard memburu dengan ground and pound.

Namun, atlet asal Amerika Serikat ini berhasil bertahan melalui penyiksaan tersebut dan menggunakan agresi “Landslide” untuk mencetak sebuah sweep dan mengambil posisi atas.

Eddie kemudian bergegas mengambil punggung Eduard, dimana ia menyarangkan sebuah kuncian rear-naked choke pada menit ke 2:16 untuk mencetak kemenangan dramatis.

#3 Daichi Takenaka Unggul Atas Leandro Issa

Daichi Takenaka dan Leandro “Brodinho” Issa memberikan seluruh kemampuan mereka dalam kontes divisi bantamweight di ajang ONE: DAWN OF HEROES tanggal 2 Agustus lalu.

Mereka bertukar serangan bawah pada ronde pembuka, saat Daichi mengejutkan sang Juara Dunia Brazilian Jiu-Jitsu ini dengan serangan agresif di atas kanvas. Namun, Leandro mengambil inisiatif dan mengendalikan keadaan dengan kemampuan grappling elit miliknya.

Tetapi, perwakilan Evolve ini tidak mampu meraih submission, dan Daichi makin yakin untuk membawa striking dinamisnya untuk mendominasi lawan.

“Brodinho” berusaha membalas serangan, tetapi atlet Jepang ini tetap melanjutkan serangan dan menutup laga pada ronde terakhir dengan sebuah pukulan ‘superman’ yang menjatuhkan lawannya, sebelum ia memastikan kemenangan dengan serangan beruntun di atas kanvas.

#4 Babak Semifinal ONE Flyweight World Grand Prix Yang Spektakuler

Para penggemar mengharapkan sebuah ketegangan selama 15 menit dalam laga antara Danny “The King” Kingad dan Reece “Lightning” McLaren di babak semifinal ONE Flyweight World Grand Prix dalam ajang ONE: DAWN OF HEROES, dan itulah yang mereka dapatkan.

Danny, seorang spesialis wushu, mencoba memasukkan serangan keras pada awal laga, tetapi kemampuan gulat dan BJJ dari grappler asal Australia ini membuat kontes ini berjalan di atas kanvas dengan beberapa kali percobaan submission dalam ronde pertama dan kedua.

Atlet Team Lakay ini mampu melewati posisi sulit, tetapi dengan lima menit tersisa, ia harus melakukan sesuatu yang besar demi menjamin kemenangannya.

Dirinya terbukti mampu melakukan itu di dalam Mall Of Asia Arena. Dengan sebuah posisi di babak final sebagai pertaruhannya, ia menyerang dengan keras, mengambil kendali permainan posisi bawah, dan menyarangkan rentetan ground and pound sampai bel akhir pertandingan berbunyi yang berakhir dengan sebuah keputusan terbelah, atau split decision, yang sangat tipis.

#5 Pertaruhan Chan Rothana Dan Gustavo Balart Di Dalam Circle

Serangan atas Chan Rothana hampir tidak muncul karena serangan grappling elit milik Gustavo “El Gladiador” Balart dalam laga divisi flyweight mereka di ajang ONE: DREAMS OF GOLD.

Atlet Kamboja ini mencoba mendaratkan serangan di tiap kesempatan, tetapi permainan jarak dekat pegulat Olimpiade ini terlalu kuat, dan ia melemparkan lawannya kesana kemari di dalam ONE Circle selama dua ronde awal.

Namun, atlet asal Selapak ini tidak pernah kehilangan keyakinan akan kemampuannya dalam bela diri Kun Khmer, dimana kekuatan tubuhnya memberikan kesempatan di akhir laga untuk meraih kemenangan. Serangan beruntun dari“El Gladiador” membuatnya cukup kelelahan dalam ronde terakhir, tetapi Chan masih memiliki tenaga untuk meningkatkan serangan.

Ia melepaskan pukulan, tendangan, serangan lutut dan siku untuk menjatuhkan rival asal Kuba ini, yang secara luar biasa dapat bertahan sampai akhir pertandingan. Namun, serangan Chan pada ronde terakhir tersebut mampu mencuri poin dari para juri, yang akhirnya memberinya kemenangan dalam kontes yang tak akan terlupakan di Phnom Penh.

Baca lagi: 5 KO Bela Diri Campuran Terbaik Di Awal Pertengahan 2019