Berita

Agilan Thani Berkeyakinan Penuh Hadapi Yushin Okami

23 Sep 2019

Setelah kesuksesannya mengalahkan seorang legenda bela diri campuran pada laga sebelumnya, Agilan “Alligator” Thani siap menghadapi atlet Jepang lainnya dalam ajang ONE: CENTURY PART I.

Tanggal 13 Oktober, atlet berusia 24 tahun ini akan melawan Yushin “Thunder” Okami dalam sebuah laga divisi welterweight yang dapat mendongkrak peringkat pria kelahiran Kuala Lumpur, Malaysia ini.

Perwakilan Monarchy MMA tersebut baru saja meraih kemenangan luar biasa saat ia berlaga dengan Yoshihiro “Sexy Yama” Akiyama pada bulan Juni, dimana hal ini membuatnya sangat yakin dan ingin mengulang kesuksesannya demi menghibur para penonton di ajang terbesar dalam sejarah bela diri tersebut.

Walau ia melawan seorang atlet veteran yang telah melewati 49 laga profesional, “Alligator” meyakini ia akan mampu mengatasi perbedaan pengalaman itu dan meraih kemenangan di kandang lawan.

Sebelum laga di Ryogoku Kokugikan, Tokyo, Jepang tersebut, ia berbagi tentang semangatnya untuk mengambil bagian dalam ajang bersejarah dan bagaimana ia akan dapat menang.

ONE Championship: Bagaimana perasaan anda menjadi bagian dari ajang besar ini?

Agilan Thani: Saya senang menjadi bagian dari [ajang] itu. ONE: CENTURY adalah kartu terbesar tahun ini, dan salah satu ajang seni bela diri terbesar dalam sejarah.

Saya menyukai hal baru ini yang mereka lakukan, dimana ajang ini berlangsung dari pagi sampai malam.

ONE: Apakah menurut anda berlaga di pagi hari akan menjadi tantangan tersendiri?

AT: Sama sekali tidak bagi saya. Ini akan menjadi luar biasa jika saya dapat berlaga di pagi hari dan mengambil waktu untuk menikmati laga lainnya setelah itu.

Saya sangat bersemangat, sama seperti orang lain disekitar saya. Saya adalah penggemar olahraga ini, dan tidak sabar menantikan seluruh pengalaman ini di Tokyo.



ONE: Apa reaksi anda saat menerima tawaran berlaga melawan Yushin “Thunder” Okami?

AT: Saya rasa saya hanya berlatih atau menghabiskan beberapa waktu di rumah. [Tawaran] ini datang di akhir Agustus, tetapi saya mengetahui bahwa saya telah siap. Saya telah berada di kamp pelatihan.

Saya telah mengikuti sistem terbaru dari Coco [Conrado Furlan, Kepala Pelatih di Monarchy MMA] dan Profesor Bruninho [Bruno Barbosa, Kepala Pelatih BJJ Monarchy MMA] yang mereka rancang bagi saya. Coco telah merancang latihan berat bagi saya, sementara Bruno tetap menuntun kami ke dalam tingkatan baru di atas kanvas.

Saya segera mengatakan bahwa saya setuju, karena saya siap meraih tantangan baru.

ONE: Apa yang anda pikirkan saat mengetahui lawan anda memiliki kaliber tinggi seperti Yushin Okami?

AT: Berlaga melawannya pasti akan membuat saya gugup dan gemetar. Terkadang saya merasa ingin mundur, tetapi saya telah cukup mengatakan bahwa saya tidak akan kehilangan apapun. 

Segala sesuatu akan tertuju pada dirinya. Ia kembali berlaga setelah dua kekalahan, dan ia harus tampil di depan para penonton Jepang [tuan rumah]. Bagi saya, ini adalah kesempatan untuk menguji diri sendiri dan melakukan yang terbaik dalam kemampuan saya.

ONE: Apa kekuatan terbesarnya yang harus anda tangani dengan baik?

AT: Ia memiliki ground game yang sangat baik, itu sudah pasti. Saya telah menonton sebagian besar pertandingannya – terutama dua laga terakhir di ONE Championship – dan yang dapat saya katakan adalah ia akan menjadi lawan yang berbahaya.

Anda harus memperhitungkan semuanya karena [Yushin] Okami telah melihat semuanya. Mungkin di dua kekalahan sebelumnya, ia tidak ‘berada di sana’, dan tidak mampu menarik pelatuknya. Itu dapat berubah tanggal 13 Oktober nanti.

Terkadang, ini bisa menjadi malam yang baik atau buruk. Inilah dunia pertarungan. Beberapa saat, anda mungkin merasa memiliki semuanya, segala sesuatu berjalan dengan baik dan anda berada dalam kondisi prima, tetapi pikiran anda dapat mengatakan hal yang berbeda pada malam pertandingan.

ONE: Apa yang anda pelajari dari laga Yushin sebelumnya?

AT: Hal terbesar yang saya pelajari dari mengamati [Yushin] Okami adalah bahwa ia mungkin mengalami kesulitan, tetapi ia selalu tampil dengan persiapan matang.

Anda tidak akan dapat menebak kapan [Yushin] Okami akan mencoba merebut kemenangan dari anda. Lagipula, ia akan tampil di depan para penggemarnya. Saya hanya berharap melihat versi terbaik dari dirinya di Tokyo.

ONE: Bagaimana anda melihat akhir dari laga ini?

AT: Sulit bagi saya memprediksi apa yang akan terjadi di sini, tetapi saya hanya menginginkan kemenangan. Sebuah penyelesaian tentunya akan lebih baik, tetapi saya tidak ingin menciptakan tekanan tersendiri pada diri saya.

Satu-satunya hal di dalam kepala saya saat ini adalah untuk tampil dengan baik dan pulang dengan hasil luar biasa.

ONE: Apakah anda memiliki pesan bagi lawan anda?

AT: Satu-satunya pesan saya bagi dirinya adalah agar dia berlaga dalam kondisi terbaiknya. Saya juga ingin berterima kasih kepada [Yushin] Okami untuk mengambil laga ini. Ini adalah waktu yang sulit bagi dirinya dan saya, maka semua penggemar yang menonton akan melihat sesuatu yang spektakuler.

ONE: Apa pemikiran anda tentang terbang ke Tokyo untuk pertama kalinya?

AT: Ajang ini benar-benar membuat saya bersemangat, dan dengan digelar di Tokyo hanya membuatnya sempurna. Saat ONE mengunjungi Tokyo untuk ONE: A NEW ERA, saya berharap dapat menjadi bagian dari ajang tersebut.

Saya belum pernah mengunjungi Tokyo sebelumnya, tetapi saya selalu ingin kesana karena banyak orang Malaysia mengatakan bahwa itu adalah tempat yang keren dan bagus. Sekarang, saatnya saya melihat dengan mata kepala saya sendiri!

Baca lagi: 5 Penampilan Terbaik Dari Pejuang ONE: CENTURY PART I

Tokyo | 13 Oktober | ONE: CENTURY | TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global | Tiket: https://onechampionship.zaiko.io/e/onecentury

ONE: CENTURY adalah ajang Kejuaraan Dunia bela diri terbesar dalam sejarah dengan 28 Juara Dunia yang tampil dalam berbagai disiplin bela diri. Belum ada organisasi dalam sejarah yang pernah mempromosikan dua ajang Kejuaraan Dunia di hari yang sama.

“The Home Of Martial Arts” kembali membuka babak baru dengan menyajikan beberapa laga perebutan gelar Juara Dunia, tiga babak final Kejuaraan World Grand Prix, serta serangkaian Juara Dunia yang akan melawan Juara Dunia lainnya di lokasi ikonik Ryugoku Kokugikan, Tokyo, Jepang, tanggal 13 Oktober.