Berita

Xiong Ubah ‘Rasa Takut Jadi Motivasi’ Jelang Laga Kontra Nicolini

“The Panda” Xiong Jing Nan mengetahui bahwa superstar Brazilian Jiu-Jitsu Michelle Nicolini akan memberi ancaman besar di ONE: EMPOWER, namun ia siap menghadapi tantangan berat itu.

Faktanya, Juara Dunia ONE Women’s Strawweight ini memandang laga pertahanan gelar pada hari Jumat, 28 Mei ini sebagai kesempatan menampilkan keberaniannya di atas panggung dunia.

“[Saat anda mendapatkan lawan yang tangguh], semua orang awalnya akan merasa takut, namun saya kira lebih baik untuk mengubah rasa takut ini menjadi motivasi,” kata Xiong tentang laga utama yang akan menjadi puncak bagi kartu pertandingan khusus wanita pertama dalam sejarah ONE.

“Saat saya mendapatkan berita bahwa Michelle dan saya akan bertanding, saya berpikir bahwa itu akan menjadi kesempatan bagi saya untuk berkembang. Itu pasangan laga yang sangat bagus.”

“Saya suka bertarung melawan atlet yang berada di tingkatan lebih tinggi, karena selama laga tersebut, anda dapat melihat sesuatu yang bagus dan buruk pada diri anda sendiri.”

“The Panda” jelas akan dapat melihat hal yang bagus dari dirinya sendiri. Ia adalah kekuatan yang tak terbendung dalam divisi strawweight, dengan catatan sempurna 5-0 dimana seluruh kemenangan itu terjadi dalam laga perebutan gelar.

Sebaliknya, Nicolini adalah salah satu grappler paling berprestasi dalam sejarah dengan memenangkan delapan Kejuaraan Dunia IBJJF, empat gelar Kejuaraan IBJJF World No-Gi, dan medali emas ADCC.

Berdasarkan catatan tersebut, atlet Brasil ini menghilangkan kesempatan Xiong untuk berkompetisi dengannya di ranah ground. Namun, superstar Tiongkok ini tak menerima fakta tersebut.

“Michelle Nicolini mengatakan teknik ground miliknya itu 10 kali lebih kuat dari saya dan saya tak memiliki kesempatan untuk menang di ground, tetapi reaksi pertama saya tentang itu adalah sebuah senyuman,” kata Xiong.

“Senyuman itu menunjukkan bahwa saya mengerti siapa diri saya, dan bahwa saya memiliki keyakinan besar akan diri saya. Saya ingin mengingat apa yang ia katakan pada saat ini dan menggunakan kekuatan saya pada hari pertandingan untuk berkata padanya, ‘Kamu salah dalam perkataanmu.’”



Tetapi, ini bukan berarti “The Panda” meremehkan kelihaian Nicolini di atas kanvas.

Lima kemenangan dalam laga bela diri campuran atlet Brasil itu tiba dari submission, dan kemenangan satu-satunya melalui keputusan juri adalah pada saat ia menampilkan dominasi grappling atas ratu atomweight “Unstoppable” Angela Lee. Karena itu, superstar BJJ ini menjadi penantang peringkat kedua dalam divisi strawweight.

Tetap saja, Xiong merasa bahwa ia akan bersiap untuk segala kemungkinan, berkat pemusatan latihan yang rutin di Evolve MMA bersama para pelatih dan rekan latihan elite.

“Tentunya, teknik ground menjadi keunggulannya, karena itu adalah kelemahan saya, secara relatif dan teknis,” ungkapnya.

“Namun tentu saja kami memiliki rencana, dengan pelatihan dari pelatih saya dan beberapa tip dari orang-orang di sekitar saya. Lalu, kita semua harus bekerja keras dan tetap positif untuk mempersiapkan laga, untuk belajar lebih banyak, serta mencoba berbagai teknik latihan berbeda.”

Xiong Jing Nan fights Tiffany Teo in a ONE Women’s Strawweight World Title rematch at ONE: INSIDE THE MATRIX on Friday, 30 October

Lebih dari segalanya, warga Beijing ini meyakini bahwa sebuah fokus pada kemampuannya sendiri akan lebih penting daripada mengkhawatirkan apa yang Nicolini akan lakukan.

“Bagi saya, saya mempersiapkan tiap laga, baik itu di ground atau stand-up, dengan 100 persen usaha,” tegas Xiong.

“Saya tak akan bersiap dengan membaca kekuatannya dan menempatkan seluruh energi saya untuk bertahan dari itu. Saya adalah atlet yang akan bersiap secara keseluruhan. Apa yang terjadi dalam laga itu tak diketahui oleh kita semua, tetapi yang saya tahu adalah bahwa saya harus melakukan yang terbaik dalam seluruh persiapan saya.”

“Tak ada yang mengetahui hasilnya, namun saya akan mencoba yang terbaik dan mencoba mencetak penyelesaian dengan KO favorit saya secepat mungkin.”

Xiong Jing Nan fights Tiffany Teo in a ONE Women’s Strawweight World Title rematch at ONE: INSIDE THE MATRIX on Friday, 30 October

Jelang laga utama yang akan segera terjadi ini, Xiong sangat menyadari statusnya sebagai salah satu bintang teratas dari organisasi ini, dan ia mengemban tanggung jawab itu dengan sangat serius.

Karena itu, pahlawan Tiongkok ini bersumpah untuk beradaptasi, mengatasi dan memberi inspirasi bagi para penggemarnya, walau ia harus menghadapi penantang yang sangat berbahaya.

“Saya tak tertarik untuk meyakini kemampuan teknik saya, tetapi saya memiliki keyakinan besar pada [diri saya sendiri] Xiong Jing Nan, secara personal,” tegasnya.

“Bagi saya, menyandang sabuk Kejuaraan Dunia Bela Diri Campuran itu lebih penting dari hidup saya, dan saya akan menjaganya dengan kehidupan saya supaya orang lain dapat menyaksikan saya berlaga.”

“Mereka dapat menyaksikan saya saat saya menghadapi kesulitan, melihat bagaimana saya bertahan dengan tekun, dan mencetak penyelesaian dalam laga ini. Hal ini dapat memberi mereka dorongan dan membantu mereka saat menghadapi kesulitan dan saat mereka berusaha melewati momen terberat dalam hidup mereka.”

Baca juga: Inilah Para Petarung Wanita Di ONE Atomweight World Grand Prix

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.