Fitur

Inilah Para Petarung Wanita Di ONE Atomweight World Grand Prix

Chairman dan CEO ONE Championship Chatri Sityodtong telah mengumumkan rangkaian ONE Atomweight World Grand Prix, yang menampilkan delapan petarung wanita terbaik dunia.

BREAKING NEWS: The ONE Atomweight World Grand Prix kicks off May 28! Bar none, it is the single greatest female world…

Posted by Chatri Sityodtong on Wednesday, February 24, 2021

Babak pembuka turnamen bersejarah ini dijadwalkan pada tanggal 28 Mei, dimana sang juara dapat menantang Juara Dunia ONE Women’s Atomweight “Unstoppable” Angela Lee demi sabuk emas.

Para penantang ini mewakili beberapa negara yang berbeda – termasuk Tiongkok, India, Amerika Serikat dan Jepang – termasuk beberapa wajah lama dan para pendatang baru.

Jelang aksi ini dimulai, mari kita jabarkan tiap atlet kelas dunia yang akan berkompetisi dalam turnamen grand prix bela diri campuran wanita terhebat dalam sejarah.

Denice Zamboanga (8-0)

Denice “The Menace” Zamboanga yang masih tak terkalahkan menjadi penantang teratas dalam divisi atomweight berkat pencapaiannya meraih tiga kemenangan luar biasa di panggung dunia.

Atlet Filipina ini mengalahkan Mei “V.V.” Yamaguchi, Jihin “Shadow Cat” Radzuan dan Watsapinya “Dream Girl” Kaewkhong, dimana ia sempat diharapkan menantang Lee sebelum bintang keturunan Singapura-Amerika itu mengumumkan kehamilannya tahun lalu.

Kini, Zamboanga akan harus melewati berbagai tantangan kuat untuk mengamankan laga Kejuaraan Dunia, namun berkat kemampuan grappling dan striking yang ia tampilkan melawan beberapa atlet teratas dalam divisi ini, ia jelas memiliki kesempatan besar memenangkan tiap laganya nanti.

Meng Bo (17-5)

Meng Bo adalah kekuatan besar di ONE Championship. Bintang Tiongkok ini meraih tiga kemenangan beruntun — dua melalui KO ronde pertama — untuk menjadi penantang peringkat kedua.

Kekuatan Meng adalah aset utamanya dalam organisasi ini, yang terbukti dalam kemenangan debutnya melawan Laura “La Gladiadora” Balin dan atas Priscilla Hertati Lumban Gaol.

Namun, warga Changsha ini juga memiliki lima kemenangan submission dalam catatan rekornya, dimana ia akan membawa arsenal lengkap ini ke dalam tiap laga.

Meng baru-baru ini mengatakan bahwa ia akan mencetak KO atas Zamboanga— yang dibalas rivalnya itu dengan segera — maka pertemuan keduanya akan menjadi sangat potensial.

Stamp Fairtex (5-1)

Mantan Juara Dunia ONE Women’s Atomweight Muay Thai dan Kickboxing Stamp Fairtex sempat meraih puncak dua disiplin stand-up itu. Kini, ia berharap meraih emas dalam bela diri campuran.

Superstar Thailand ini meraih rekor sempurna 5-0 untuk mengawali lajunya di disiplin ini, meraih peringkat kelima dengan empat penyelesaiannya. Namun setelah sempat mendominasi dalam laga terakhirnya, sebuah submission di akhir laga memberinya kekalahan pertama – sebuah kekalahan yang ingin segera ditebusnya.

Stamp jelas menjadi lawan stand-up yang kuat bagi tiap lawannya, dan permainan ground miliknya juga berevolusi dalam tiap penampilannnya. Prestasi kuat dalam ONE Atomweight World Grand Prix akan menunjukkan seberapa jauh dirinya melangkah dalam seni bela diri campuran. Selain itu, ia dapat berlaga tanpa tekanan tambahan untuk melindungi rekor sempurna.



Alyse Anderson (5-1)

Pendatang baru Alyse “Lil’ Savage” Anderson meraih rekor 6-0 sebagai atlet amatir dan kini memegang rekor profesional 5-1 yang cukup impresif.

Warga Michigan ini meraih beberapa gelar regional di Amerika Serikat sebelum ia berlaga dalam liga khusus wanita di Invicta FC. Kesuksesannya di platform Amerika Utara itu memberinya kesempatan untuk bertanding di “The Home Of Martial Arts.”

Anderson memiliki sepasang kemenangan KO, namun ia tak dapat diremehkan dalam jarak mana pun, seperti yang nampak dari kemenangannya lewat kuncian flying triangle pada bulan Juli 2018.

Itsuki Hirata (7-0)

Dikenal sebagai “Strong Heart Fighter,” atlet Jepang Itsuki Hirata adalah salah satu peserta yang tak terkalahkan dan meraih prestasi di atas panggung dunia.

Perwakilan K-Clann ini memiliki rekor 4-0 di bawah bendera ONE dan menghentikan tiap lawan yang dihadapinya tanpa kesulitan yang berarti.

Teknik grappling dominan dari mantan judoka ini membuka berbagai kesempatan untuk penyelesaian submission dan ground-and-pound, dimana itu akan menjadi aset terbesarnya nanti.

Alyona Rassohyna (13-4)

Juara Bela Diri Campuran Ukraina Alyona Rassohyna memberi pernyataan tegas saat meraih kemenangan submission atas Stamp lewat guillotine choke di ONE: UNBREAKABLE III, Februari lalu.

Sebagai spesialis submission sejati, 10 kemenangan Rassohyna sebelumnya datang dari kuncian armbar di ronde pertama — dan ia hampir melakukannya kembali saat menghadapi atlet Thailand itu.

Selain itu, ia juga menampilkan durabilitas dan sikap pantang menyerah untuk meraih kemenangan pada detik-detik terakhir.

Menjadi salah satu petarung paling berpengalaman di bidangnya, perwakilan Yarost Gym ini dapat mengakhiri laga mana pun dalam sekejap, yang berarti siapa pun lawannya akan harus waspada sejak menit awal sampai laga berakhir.

Ritu Phogat (4-0)

Bintang India Ritu “The Indian Tigress” Phogat adalah seniman bela diri campuran tak terkalahkan yang terakhir dalam daftar ini. Sementara ia belum memiliki pengalaman profesional sebanyak yang lain, Phogat adalah Peraih Medali Emas Gulat Commonwealth dengan pengalaman kompetisi tingkat tinggi yang luas.

“The Indian Tigress” pindah ke Singapura untuk berlatih di sasana Evolve MMA dan mengejar karier di dalam Circle, dan sejak itu ia tak pernah melihat ke belakang.

Bersama ONE, Phogat menggunakan kemampuan gulat fenomenal miliknya untuk mencetak tiga ground-and-pound keras dari empat kemenangannya. Ia juga menunjukkan kemajuan besar dalam tiap laganya – kemampuan yang diharapkan dapat menjadikannya Juara Dunia Bela Diri Campuran pertama dari India.

Seo Hee Ham (23-8)

Sebagai atlet paling berpengalaman, Seo Hee Ham asal Korea Selatan adalah pendatang baru yang memasuki ONE sebagai Juara Bela Diri Campuran dari beberapa promotor besar Asia.

Ham meraih tempatnya dalam daftar ini setelah mencetak enam kemenangan beruntun yang luar biasa, termasuk empat kemenangan KO dan empat laga perebutan gelar.

Perpaduan dari agresi dan pengalaman akan menjadikan wanita ini salah satu atlet favorit dalam turnamen tersebut, sekaligus lawan yang berbahaya bagi siapa pun.

Baca juga: Setelah 2020 Yang Dominan, Ritu Phogat Berkata ‘The Tigress Telah Tiba’

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.