Shoko Sato Percaya Fleksibilitas Jadi Kunci Kalahkan Andrade

Shoko Sato defeats Kwon Won Il ONE FIRE FURY DC DUX_1619 768x512

Shoko Sato sedang memperlihatkan performa luar biasa di ONE Championship, dimana sebuah kemenangan lain dapat membuka jalan menuju perebutan gelar Juara Dunia.

Jumat ini, sang penantang peringkat kedua divisi bantamweight itu menghadapi Fabricio “Wonderboy” Andrade dalam laga bela diri campuran di ajang ONE: UNBREAKABLE III yang sebelumnya direkam dari Singapura – dimana Sato akan membawa tambahan baru ke dalam repertoar miliknya.

Sato akan membutuhkan seluruh kemampuan itu saat menghadapi Andrade, atlet yang melonjak karena kemenangan submission dalam debutnya bersama ONE. Namun, bintang Jepang ini yakin dirinya memiliki keterampilan dan pengalaman yang dibutuhkan untuk menghadapi kesatria fenomenal Brasil lawannya di Singapore Indoor Stadium.

Dalam wawancara eksklusif ini, perwakilan Sakaguchi Dojo dan Fight Base Toritsudai tersebut membeberkan perkembangannya, serta taktik dan strategi yang akan ia terapkan demi mengalahkan “Wonder Boy” di “Kota Singa.”

ONE Championship: Adakah area spesifik yang sedang anda kembangkan dalam permainan bela diri campuran anda?

Shoko Sato: Saya kira teknik grappling saya telah berkembang. Saya kira saya cenderung [bertarung] di ranah grappling dibandingkan striking – berbeda dengan masa lalu.

Saya menggunakan inisiatif untuk masuk ke dalam grappling. Saya dulu sering menggunakan striking. Namun kini, saat ada yang mencoba beradu grappling dengan saya, saya akan meladeni dan mengincar takedown. Saya tak tahu apakah itu karena teknik grappling saya telah berkembang, tetapi kini saya memiliki tendensi [untuk bertanding seperti] itu.

Saya telah cukup lama berlatih guna mengembangkan teknik grappling, dan saya kira inilah waktu dimana saya dapat menyaksikan perkembangan saya.

ONE: Kali ini, lawan anda adalah Fabricio Andrade. Bagaimana kesan anda terkait dirinya?

SS: Saya telah menyaksikan debutnya bersama ONE [di ONE: NO SURRENDER melawan Mark Fairtex Abelardo]. Saya menghadapi Abelardo dalam debut saya di ONE, maka saya sangat tertarik.

Abelardo cukup tangguh, dan ia berjual-beli serangan dalam jarak dekat, jadi ia mampu mencetak poin saat bertukar serangan tanpa henti. Ia juga fasih melukai lawannya. Ia melancarkan serangan siku tanpa henti.

Di sisi lain, Andrade adalah striker yang baik, dan saya kira ia menang dengan mengeliminasi keunggulan Abelardo dan hanya menunjukan supremasi kemampuannya.

Ia tidak membiarkan Abelardo mendapatkan jarak serang, yang memberinya keunggulan. Andrade adalah satu-satunya yang menyerang, mengelak, lalu kembali menyerang, serta mengantisipasi takedown. Lalu ia mengambil punggung rivalnya dan menyelesaikan laga dengan kuncian leher.

South Korea's Kwon Won Il competes against Japan's Shoko Sato

ONE: Andrade memiliki latar belakang striking, namun ia juga memiliki kemenangan lain melalui submission.

SS: Betul, saya menyaksikan pertandingannya yang lain dan ia juga menang lewat kuncian rear-naked choke. Saya kira strategi dasarnya adalah menggunakan striking, dan saat lawannya menjadi tidak sabar dan menggencarkan takedown, ia mengantisipasi itu dan menyelesaikan dengan kuncian leher. Jadi saya kira pada dasarnya dirinya adalah seorang striker.

Sejak mereka mengajarinya Muay Thai dan bela diri campuran di Tiger Muay Thai, saya rasa ia berlatih grappling dengan baik dan benar di sana.

ONE: Menurut anda, apa yang menjadi keunggulan Andrade?

SS: Saya rasa keunggulannya adalah striking. Gerakannya tak terlalu banyak, namun ketika ia melemparkan pukulan, ia melakukannya tanpa henti, dan itu menjadikan serangannya sedikit tidak tertebak. Sulit untuk menebak bagaimana ia akan menyerang.

Selain itu, ia memiliki latar belakang Muay Thai yang menjadikannya unggul dalam clinch. Ketika ia menekan lawannya ke dinding Circle, atau bahkan di tengah ring, ia tidak membiarkan mereka mendapatkan posisi lebih baik. Inilah yang saya pikirkan saat saya merumuskan strategi saya.

Lalu, para atlet Muay thai memiliki keseimbangan yang baik. Mereka dapat menyerang setelah menangkap salah satu anggota tubuh lawan, jadi mereka tahu cara mengatasi itu atau menjaga keseimbangan mereka. Hal itulah yang sangat tidak saya sukai. Mereka juga memiliki serangan siku dan lutut.

ONE: Menurut anda, apa yang menjadi kelemahannya?

SS: Dalam seni bela diri campuran, dibutuhkan waktu untuk mengembangkan kemampuan ground. Maka, saat melakukan scramble pada umumnya, seperti mencetak takedown, mencoba berdiri, dan bertarung di ground, saya ingin tahu apakah ia dapat mengatasi situasi tersebut. Saya tak memiliki banyak rekaman laganya, jadi saya tidak begitu yakin, namun prediksi saya seperti itu.



ONE: Anda menyebutkan bahwa anda lebih banyak berlatih grappling akhir-akhir ini. Apakah anda berencana menggunakan kemampuan grappling baru itu dalam laga ini?

SS: Tentu saja. Saya juga akan menggunakan striking. Saya telah menjalani seni bela diri campuran untuk waktu yang cukup lama. Saya tak hanya dapat menggunakan grappling, namun saya juga menggunakan grappling saya sebagai tipuan untuk menyarangkan serangan, atau sebaliknya.

Sebagai tambahan, saya memiliki berbagai variasi untuk membuat kerusakan dari posisi setengah jalan (halfway), seperti saat saya menekan lawan ke dinding Circle, saat kami di posisi ground, serta ketika kami berdua mencoba berdiri. Saya kira inilah keunggulan saya.

Saya selalu mencoba memadukan berbagai hal. Saat melakukannya, saya akan melihat dimana keunggulan saya dan apa yang lawan saya tidak sukai.

ONE: Bagaimana laga ini akan berlangsung, menurut anda?

SS: Saya kira kami berdua akan sering melakukan scramble, baik di posisi stand-up dan ground. Jika ia dapat menangani grappling saya, atau peralihan dari grappling ke striking saya, laga ini akan menjadi miliknya.

ONE: Untuk menghindari situasi tersebut, apa yang anda persiapkan?

SS: Saya memiliki berbagai strategi di dalam arsenal saya. Saya selalu memiliki strategi cadangan untuk menangani berbagai situasi.

Shoko Sato defeats Rafael Silva at ONE CENTURY DUX_0645.jpg

ONE: Mengapa para penggemar wajib menyaksikan laga ini?

SS: Saya kira Andrade telah menghentikan banyak lawannya. Sejauh yang saya lihat, ia adalah jenis atlet yang menyerang lewat rentetan serangan atas dan terus menekan. Dan, saya kira saya juga atlet yang seperti itu, yang menekan dan mencari penyelesaian. Maka, saya rasa ini akan menjadi laga yang sempurna dan agresif.

ONE: Jika anda menang kali ini, itu akan menjadi kemenangan ke-36 dalam karier profesional anda. Apakah anda rasa laga selanjutnya akan menjadi perebutan gelar Juara Dunia ONE Bantamweight?

SS: Ini adalah sesuatu yang tak dapat saya putuskan. Tidak ada gunanya memikirkan apa yang tidak bisa saya pilih, maka saya hanya akan terfokus pada apa yang dapat saya lakukan sekarang. Jika saya mengalahkan tiap lawan saya satu per satu, saya kira kesempatan tersebut akan datang satu hari nanti.

Baca juga: Janji Alyona Rassohyna Untuk Cetak Submission Atas Stamp Lewat Armbar

Selengkapnya di Berita

Superbon celebrates after defeating Masaaki Noiri at ONE 173.
Olivia Bahsous (L) vs Malia Weaver (R) is confirmed for The Inner Circle 35
Kiamran Nabati fires a shot at Nontachai's midsection during their main event clash at The Inner Circle 31.
Kiamran Nabati faces off with Nontachai Jitmuangnon ahead of The Inner Circle 31
Jonathan Haggerty celebrates his World Title win over Yuki Yoza at ONE SAMURAI 1.
Nadaka throws a solid right hand on Har Ling Om at ONE SAMURAI 3
Yod-IQ Or Pimolsri celebrates his World Title win at The Inner Circle 30.
Nadaka connects with a left kick on Har Ling Om at ONE SAMURAI 3
Rambolek vs Yod IQ at The Inner Circle 30
Seksan vs Muangthai at The Inner Circle 30 16
Nadaka Yoshinari faces off with Har Ling Om ahead of ONE SAMURAI 3
Muay Thai fighters Rambolek Chor Ajalaboon faces off with Yod-IQ Or Pimolsri ahead of The Inner Circle 30