Berita

Saemapetch Tak Takuti Kulabdam: ‘Ia Punya Banyak Titik Lemah’

Sebagai penantang teratas divisi bantamweight Muay Thai dalam rangkaian ONE Super Series, Saemapetch Fairtex mengetahui ada banyak petarung berbahaya yang menginginkan posisinya.

Namun, striker Thailand itu tak gentar melihat mereka, walau para penantang itu termasuk salah satu kompatriot yang cukup tajam, “Left Meteorite” Kulabdam Sor. Jor. Piek Uthai.

Saemapetch akan menghadapi penantang peringkat ketiga itu dalam laga utama ONE: FULL BLAST pada Jumat, 28 Mei, tetapi menolak untuk terintimidasi oleh reputasi dan kepribadian lawannya.

“Kulabdam memiliki gaya yang agresif – ia gemar bergerak maju dan bertingkah gila dalam laga,” kata perwakilan Fairtex ini.

“Ia sangat dikenal atas kombinasinya yang bagus, tendangan rendah dan pukulan kerasnya, namun saya kira ia lebih lambat dari saya, yang berarti saya dapat menangkal senjatanya itu.”

“Tak ada yang harus ditakuti. Ia dapat tak tertebak saat berada dalam kondisi primanya, dan akan sangat sulit mengalahkannya, tetapi dari beberapa laga sebelumnya, ia punya banyak titik lemah.”

Saemapetch, yang memiliki catatan karier gemilang 122-16-1, telah memperhatikan rivalnya itu. Faktanya, keduanya dijadwalkan untuk bertarung dalam laga yang memiliki pertaruhan besar tahun lalu.

Agustus 2020 lalu, perwakilan Fairtex ini mengalahkan “The Steel Locomotive” Rodlek PK.Saenchai Muaythaigym via keputusan mayoritas dalam babak semifinal Turnamen ONE Bantamweight Muay Thai.

Kulabdam memenangkan babak semifinal lainnya di bulan yang sama, lewat KO ronde pertama yang luar biasa atas megabintang Thailand “The Million Dollar Baby” Sangmanee Klong SuanPluResort.

Kedua kemenangan itu menjanjikan sebuah laga final yang eksplosif, namun sayangnya takdir berkata lain.



Dalam laganya melawan Rodlek, Saemapetch menderita cedera tangan yang serius, dan setelah berkonsultasi dengan dokter pada hari-hari berikutnya, ia pun mundur dari babak final untuk memulihkan diri.

Itu adalah keputusan sulit bagi warga Pattaya tersebut, yang melepaskan kesempatannya untuk memenangkan turnamen ini dan meraih laga perebutan gelar melawan Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai Nong-O Gaiyanghadao.

Yang kedua itu lebih menyakitkan, karena sang penguasa divisi itu adalah pria satu-satunya yang pernah mengalahkan Saemapetch dalam rangkaian ONE Super Series.

“Saya sangat kecewa bahwa saya tak dapat berlaga dalam babak final turnamen itu tahun lalu,” kata pria asal Fairtex ini. “Saya melewatkan kesempatan besar untuk menantang Nong-O demi gelar Juara Dunia itu sekali lagi. Saya melewatkan sesuatu yang besar.”

Kulabdam juga menjadi sangat kecewa, namun itu untuk alasan yang berbeda.

Rodlek kembali memasuki turnamen ini dan sangat baik memanfaatkan kesempatan keduanya itu dengan mengejutkan “Left Meteorite” lewat sepasang knockdown dan meraih kemenangan mutlak.

Hasil itu terus berada di pikiran Saemapetch. Ia mengetahui bahwa dirinya mungkin dapat mengangkat tangannya saat itu, dan meraih laga ulang perebutan gelar Juara Dunia yang sangat diinginkannya.

Dengan itu, hanya ada satu pemikiran yang ada dalam kepala pria berusia 26 tahun ini saat persiapannya jelang laga ini.

“Rodlek mengalahkan Kulabdam dengan sangat jelas, tetapi saya mengalahkan Rodlek. maka saya kira saya memiliki beberapa ide bagaimana laga antara Kulabdam dan saya akan berlangsung,” katanya.

“Saya tak akan mengerti dirinya, namun jika Rodlek mengalahkannya dengan tegas, saya kira saya juga dapat mengalahkannya.”

Saemapetch Fairtex kicks Rodlek PK Saenchai Muaythaigym

Saemapetch menunjukkan keyakinan tinggi, namun ia juga mengetahui bahwa akan sulit untuk mengalahkan kompatriotnya itu.

Lagipula, Kulabdam adalah Juara Dunia Lumpinee Stadium Muay Thai dua kali yang memiliki rekor profesional 63-11-5 dan dikenal oleh pergerakan majunya, tendangan rendahnya, dan terutama, pukulan kiri yang menjadi andalannya.

Perwakilan Fairtex ini mengetahui bahwa lawannya memiliki senjata berbahaya dan kekuatan KO satu pukulan. Tetapi, ia juga memiliki pukulan kiri yang tak dapat dianggap remeh.

Jika segala sesuatunya berjalan sesuai rencana, ia akan dapat menghindari serangan terbaik Kulabdam dan menggunakan striking kuatnya untuk melakukan apa yang tak dapat Rodlek lakukan.

“Saya bersedia beradu serangan dengan Kulabdam, southpaw melawan southpaw,” kata Saemapetch.

“Saya telah mengasah kemampuan terkuat saya untuk menjadi lebih kuat lagi, namun saya masih harus melihat apa yang akan ia bawa ke dalam ring. Saya memiliki pukulan, tendangan dan siku. Saya tak dapat berharap untuk mencetak KO karena ia juga seorang petarung yang bagus.”

“Namun percayalah, jika saya memiliki kesempatan menghentikannya, saya akan melakukannya dengan segera.”

The main event performers of ONE: FULL BLAST

Baca juga: 5 Hal Terbesar Dari Gelaran Utama ONE: DANGAL

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.