Bela Diri Campuran

Ryogo Takahashi Harapkan Pertukaran Serangan Atas Di ONE: A NEW TOMORROW

Meski sempat mengalami kesulitan, Ryogo “Kaitai” Takahashi mampu mengawali debutnya bersama ONE Championship dengan sebuah kemenangan.

Kini, ia siap untuk kembali menciptakan penampilan terbaik demi mendapatkan dukungan para fan. Seniman bela diri Jepang yang dikenal atas kepiawaiannya mencetak KO ini akan kembali berlaga pada hari Jumat, 10 Januari, dalam sebuah kontes divisi featherweight di ajang ONE: A NEW TOMORROW menghadapi Thanh Le.

Praktis, laga tersebut akan berlangsung explosif.

Setelah menjadi Juara Shooto Pacific Rim Featherweight, ia sempat beristirahat selama 18 bulan karena cedera yang dideritanya. Namun, ia mampu kembali ke kondisi terbaiknya saat mengalahkan Keanu Subba dalam laga debutnya bersama ONE bulan Mei lalu.

Ryogo Takahashi enters the arena for his ONE debut

Meski meraih hasil terbaik, atlet berusia 30 tahun ini merasa belum puas dengan penampilannya – hal wajar mengingat ia harus berkutat dengan cedera kaki selama satu setengah tahun.

Setelah menghabiskan waktu dalam beberapa bulan terakhir untuk kembali pada kondisi terbaiknya, ia mengaku siap menunjukkan mengapa ia layak berada dalam jajaran atlet teratas divisi featherweight kepada para penggemar di seluruh dunia.

“Saya masih belum terlalu dikenal di ONE, namun saya langsung diberi kesempatan untuk menghadapi lawan hebat seperti Thanh Le. Saya ingin memberi kesan baik pada para penggemar di seluruh dunia.”

Ryogo meraih sembilan dari total 13 kemenangannya melalui KO, dan ia pun menginginkan hal yang sama saat berlaga di Impact Arena nanti.

Ia kini mengumpulkan delapan kemenangan beruntun, yang tentunya meningkatkan kepercayaan dirinya. Namun ia tak akan meremehkan Thanh. Terakhir kali atlet berdarah Vietnam-Amerika ini berlaga, ia mengalahkan rekan satu tim “Kaitai” dari Krazy Bee gym – Kotetsu “No Face” Boku – hanya dalam 88 detik.

Hasil tersebut membuat Takahashi lebih waspada dan menyiapkan strategi lain jika diperlukan.



“Thanh Le adalah seorang striker. Saya banyak menghabiskan waktu berlatih gulat, maka saya akan memaksimalkan hal tersebut jika teknik striking yang saya miliki ternyata berada di bawahnya,” tutur Ryogo.

“Dia tidak terlalu bagus dalam striking jarak dekat. Jika saya menekannya dengan serangan atas, ia akan mundur. Ia sangat mahir saat melayangkan tendangan jarak jauh, karena latar belakang taekwondo-nya.”

Namun demi menghibur penggemarnya, ia tak gentar jika harus beradu tendangan menghadapi lawan dengan kualitas yang sudah teruji.

Senjata yang Thanh miliki mungkin terdengar menyeramkan, namun “Kaitai” yakin bahwa amunisi yang dimilikinya dalam jual-beli serangan atas. Ia pun tidak ragu berduel dengan lawan yang memiliki rekor penyelesaian 100 persen.

“Saya ingin menunjukkan kemampuan tendangan bawah [low kick] saya. Saya memenangkan banyak laga melalui tendangan,” tambahnya. 

“Saya berbicara tentang gulat, namun itu baru akan saya gunakan sebagai upaya terakhir. Saya ingin menggunakan striking. Saya akan meruntuhkan pertahanannya dengan low kick dan membiarkan ia merasakan itu. Saya ingin menunjukkan pada dunia bagaimana saya meruntuhkan petarung hebat sekelas Than Le.”

“Saya mengincar serangan balik dari tendangan tengahnya [middle kick]. Dia senang menjaga jarak, jadi ketika ia menyergap dengan tendangan, saya akan mengincar serangan balik dan memaksanya berlaga jarak dekat.”

Baca juga: Stamp Fairtex Siapkan Strategi Sederhana Untuk Kalahkan Puja Tomar

Bangkok | 10 Januari | Tiket: Klik di sini TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global