Fitur

5 KO Terbaik Striker Kelas Dunia Di ONE: A NEW TOMORROW

ONE: A NEW TOMORROW dipenuhi oleh beberapa striker paling eksplosif di dalam daftar atlet “The Home Of Martial Arts,” dan mereka siap menggebrak dalam ajang perdana tahun 2020 ini.

Para pencetak KO terbaik ini akan menampilkan kemampuan stand-up mereka dalam rangkaian laga ONE Super Series dan bela diri campuran di Impact Arena, Bangkok, Thailand. Seluruh atlet ini memiliki tantangan berat di hadapan mereka, namun mereka memiliki tujuan yang sama — meraih kemenangan dengan cara terbaik.

Berikut adalah lima KO terbaik dari para atlet bela diri yang akan beraksi pada hari Jumat, 10 Januari.

#1 Rodtang Taklukkan Sok Thy

Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon mencetak kemenangan pertamanya melalui penyelesaian di atas panggung dunia saat ia bertanding melawan Sok Thy selama dua ronde di ajang ONE: WARRIORS OF LIGHT pada bulan Mei 2019.

Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai ini menekan maju dengan gayanya yang khas, dengan menggabungkan hook kiri kerasnya dengan tendangan rendah untuk menyulitkan atlet Kamboja lawannya itu di sekeliling Circle.

Sok Thy hampir menyerah pada akhir ronde pertama, namun kebesaran hatinya mampu membuatnya bertahan dan kembali masuk ke dalam pertandingan. Namun, serangan beruntun Rodtang ke arah paha lawannya memaksa Sok untuk menyerah, dan wasit pun masuk untuk menghentikan laga di pertengahan ronde kedua.

“The Iron Man” mempertaruhkan gelar Juara Dunia miliknya dalam sebuah laga ulang dari pertemuan mereka yang menjadi Laga ONE Super Series Terbaik Tahun 2019 melawan Jonathan “The General” Haggerty.

#2 Tendangan Ganda Stamp Ke Arah Kepala

Laser-like precision ????

Laser-like precision ????Bangkok | 6 October | 5:30PM | LIVE and FREE on the ONE Super App: http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast | Tickets: http://bit.ly/oneheroes18

Posted by ONE Championship on Thursday, September 27, 2018

Stamp Fairtex diperkenalkan pada para penggemar melalui rangkaian Rich Franklin’s ONE Warrior Series (OWS), dimana ia hanya membutuhkan 19 detik untuk menunjukkan bahwa ia siap berlaga di atas panggung dunia.

Superstar Thailand ini menjalani debut profesional bela diri campurannya di liga pengembangan diri milik ONE tersebut melawan Rashi Shinde di OWS 2, dan ia menampilkan kemampuan striking fenomenal yang memberinya kemenangan.

Stamp menyambungkan sebuah tendangan rendah dari kaki kanan untuk membuka kontes ini, sebelum menendang dengan kaki kanannya ke arah kepala yang mengenai rahang Rashi untuk menghentikan serangannya.

Mengikuti dua kemenangan yang mengantarkan dua gelar Juara Dunia ONE Super Series, atlet divisi atomweight berusia 22 tahun ini kembali terfokus pada bela diri campuran, dimana ia akan melanjutkan misinya untuk meraih sabuk emas ketiga saat ia berhadapan dengan Puja “The Cyclone” Tomar di tanah kelahirannya.

#3 Thanh Le Dominasi Yusup Saadulaev

Para penggemar sangat bersemangat melihat kemampuan striking Thanh Le dalam debut promosionalnya di ajang ONE: FOR HONOR pada bulan Mei, dimana ia mampu membuktikan diri.

Pemegang sabuk hitam taekwondo ini bertahan melawan serangan grappling Yusup “Maestro” Saadulaev pada ronde pertama, dan menggunakan niat lawannya untuk mengincar takedown demi mencetak sebuah KO luar biasa pada ronde kedua.

Spesialis permainan bawah asal Rusia ini memutari Circle untuk menghindari bahaya saat atlet Vietnam-Amerika ini mengincar dengan tendangan tinggi. Namun, saat ia mencoba membalas serangan selanjutnya dengan sebuah takedown, Yusup masuk ke serangan lutut yang sedang dilancarkan Juara LFA Featherweight ini, yang menghasilkan sebuah kemenangan KO dalam 12 detik memasuki ronde kedua.

Thanh mengikuti kemenangan tersebut dengan sebuah penyelesaian cepat lainnya yang membuatnya naik peringkat dalam divisi featherweight, namun kini ia akan menghadapi tantangan terbesar dalam bentuk striker kuat asal Jepang, Ryogo Takahashi, di Bangkok.

#4 Mohammed Bertahan Dan Bangkit Menyerang

Salah satu debut yang paling dikenang pada tahun 2018 terjadi di bulan Desember saat “Jordan Boy” Mohammed Bin Mahmoud memberi penampilan spektakuler bagi penggemar tuan rumah di ajang ONE: DESTINY OF CHAMPIONS.

Saat atlet Malaysia ini berlaga melawan Stergos “Greek Dynamite” Mikkios, ia tetap tenang menghadapi agresi rivalnya untuk mencetak kemenangan besar. Saat Stergos masuk untuk sebuah pukulan ala Superman, “Jordan Boy” mampu bertahan dengan baik, masuk dalam posisi clinch, serta menjatuhkan lawannya dengan sebuah sikutan kanan keras.

“Greek Dynamite” menemukan cara untuk kembali berdiri, namun hal ini tidak berlangsung cukup lama. Mohammed menyerang dengan sebuah pukulan kanan, sebuah tendangan kiri ke arah tubuh, serta satu pukulan kanan lainnya yang mengenai kaki Stergos. Kali ini, ia tidak dapat kembali berdiri.

“Jordan Boy” akan melawan legenda Muay Thai asal Inggris, Liam “Hitman” Harrison, di ajang ONE: A NEW TOMORROW.

#5 Han Zi Hao Dan Kekuatan Tangan Kanannya

Sebagai pencetak penyelesaian terbanyak dalam rangkaian ONE Super Series, Han Zi Hao meraih reputasinya sebagai pemukul kuat, dimana kemenangan terbaiknya datang saat melawan Ryan “The Filipino Assassin” Jakiri di ajang ONE: PURSUIT OF GREATNESS pada bulan Oktober 2018.

Saat Zi Hao melontarkan tendangan kiri ke arah tubuh lawannya, Ryan membalas dengan sebuah hook kiri yang tepat waktu, namun karena kurang akurat dan hanya mengenai sisi atas kepala bintang Tiongkok itu, posisi pria asal Filipina ini pun terbuka.

Perwakilan Mad Muay Thai Gym ini berada dalam jarak yang baik dan posisi yang sempurna untuk membuka kombinasi serangan, dan ia seketika bereaksi dengan pukulan keras dari tangan kanannya. Serangan itu mendarat sempurna di rahang Ryan dan seketika menjatuhkannya.

Zi Hao akan menghadapi Mehdi “Diamond Heart” Zatout dalam sebuah laga bantamweight yang menegangkan Jumat ini.

Baca Juga: 2019 Bagi Rodtang Jitmuangnon: Raihan Emas Dan Incaran Besar Lain

Bersiaplah untuk gelaran perdana ONE Championship di tahun 2020, ONE: A NEW TOMORROW!

Bangkok | 10 Januari | Tiket: Klik di sini TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global