Berita

Roman Kryklia Kejar Penebusan Di ONE: AGE OF DRAGONS

Laga co-main event dalam ajang ONE: AGE OF DRAGONS menjanjikan aksi mendebarkan di Cadillac Arena, Beijing, Tiongkok, dimana dua atlet pencetak KO akan berduel demi meraih posisi puncak.

Hari Sabtu, 16 November ini, gelar Juara Dunia ONE Light Heavyweight Kickboxing akan diperebutkan untuk pertama kalinya oleh atlet Ukraina Roman Kryklia dan Tarik “The Tank” Khbabez.

Pertaruhan besar ini cukup memberikan jaminan bahwa laga ini akan penuh dengan aksi sensasional, namun para penggemar juga dapat mengharapkan warga Krasnograd, Ukraina ini akan membawa intensitas tinggi ke arena pertandingan guna untuk membalas kekalahannya atas atlet keturunan Belanda-Maroko tersebut laga debutnya bersama ONE Super Series.

Tarik mengalahkan Roman melalui keputusan mutlak di partai final sebuah turnamen pada tahun 2015, namun Roman kembali bangkit dengan beberapa kemenangan beruntun serta menjadi Juara Dunia KLF.

Prestasi tersebut membawanya ke sebuah kontrak bersama organisasi bela diri terbesar di dunia ini, dimana ia juga mendapatkan kesempatan meraih penebusan atas salah satu atlet paling berbahaya di “The Home Of Martial Arts.”

Menuju pertandingan ulang yang eksplosif ini, atlet yang kini berlatih di Belarusia tersebut membeberkan bagaimana kesempatan ini sangat berarti bagi dirinya, bagaimana ia telah berevolusi setelah pertemuan perdananya melawan “The Tank,” serta alasan mengapa yakin hasilnya akan berbeda kali ini.

ONE Championship: Apakah anda bersemangat menjelang debut anda di ONE?

Roman Kryklia: Saya sangat menanti laga ini! Ini saatnya saya membuktikan diri melawan Tarik dan memastikan kemenangan.

Saya kalah melawannya dalam ajang Superkombat World Grand Prix 2015. Saya telah membalas sebagian besar kekalahan saya, kecuali yang ini. Kemenangan saya selanjutnya telah menanti di Beijing.

ONE: Apa yang anda ketahui tentang ONE sebelum anda mendapatkan tawaran dari manajemen?

RK: Saya mengetahui namanya, namun karena saya tidak terlalu sering mengakses media sosial, saya tidak dapat mengatakan saya tahu banyak.

Namun tentu saja, saya mendengar Giorgio Petrosyan yang berhasil memenangkan turnamen yang diikuti delapan atlet. Saya rasa itu adalah salah satu ajang terpenting bagi dunia kickboxing selama beberapa tahun terakhir, jadi saya sangat gembira ketika ONE mendekati saya dan manajer saya.



ONE: Seberapa gembira anda mendapatkan kesempatan membalas kekalahan atas Tarik?

RK: Saya gembira dapat bertemu dengannya lagi! Semua orang menyukai kemenangan, apalagi untuk membalaskan kekalahan.

Saya kalah atas Tarik saat kami bertanding dulu, saya harus meluruskannya sekarang. Saya tidak terkejut bahwa ia akan menjadi lawan saya selanjutnya, karena ia salah satu atlet terpandang di divisi light heavyweight ONE. Saya siap menghadapinya.

ONE: Apa saja yang berubah sejak laga terakhir anda melawannya, dan apa saja yang berubah di pertandingan ulang ini?

RK: Gaya bertanding saya menjadi lebih taktis. Saat ini saya juga lebih sering melatih kondisi fisik. Itulah mengapa saya kalah sebelumnya – saya sangat cepat kelelahan.

Saya belum mengikutinya kembali, namun setelah saya mengetahui kita akan berhadapan kembali, saya beberapa kali menonton pertandingannya secara online. Gayanya telah berubah – ia sekarang lebih menekan maju, lebih agresif. Ia suka menyerang, ia sangat dinamis dan memberi pertunjukkan yang baik.

Saya harap untuk membalas serangannya dengan taktik dan kondisi fisik yang lebih baik. Saya berlatih untuk bertanding selama lima ronde sekarang. Saya bukan atlet yang masuk ke dalam laga untuk bertukar pukulan atau menerima pukulan, maka saya menghabiskan banyak waktu dalam hal taktik dan teknik.

Saya lebih senang untuk diingat sebagai atlet pintar dan teknis. Inilah mengapa sekolah kickboxing di Belarusia itu berbeda – tidak seperti gaya bertanding Belanda yang dinamis dan dominan secara fisik, kami menampilkan pendekatan yang berbeda, dimana kami mencoba menjadi lebih pintar dari lawan dan menampilkan gaya teknis dan bersih. Saya lebih senang diingat sebagai atlet intelektual, dibandingkan seorang atlet pencetak KO.

ONE: Bagaimana anda mengharapkan laga ini berjalan?

RK: Idealnya, saya akan senang memenangkan kelima ronde dan mencetak KO pada detik terakhir laga. Saya hanya bergurau, namun kenapa tidak? Ini adalah sebuah mimpi yang ingin saya realisasikan.

ONE: Bagaimana anda melihat peluang untuk menyelesaikan laga lebih cepat?

RK: Saya kira saya memiliki kesempatan yang baik. Kami akan menggunakan sarung tinju tipis – empat ons, yang di luar kebiasaan, jadi akan sedikit sulit untuk menentukan. Namun saya kira ada peluang menyelesaikan laga ini dengan cepat

ONE: Seberapa bersemangat anda untuk kembali ke Tiongkok, dimana anda merebut gelar Juara Dunia sebelumnya?

RK: Saya sangat menantikan perjalanan saya ke Beijing – saya tidak sabar untuk kembali ke Tiongkok.

Saya hanya mendapat kesan positif pada kunjungan sebelumnya. Para penggemar juga sangat emosional, saya ingat itu. Reaksi mereka sangatlah ramai!

ONE: Apa artinya membawa gelar Juara Dunia kembali ke tanah kelahiran anda?

RK: Saya berharap untuk membawa sabuk ONE ke Ukraina. ONE semakin dikenal melalui berbagai media, dimana mereka yang tidak familiar dengan seni bela diri mengetahui tentang promotor ini.

Jika saya menang, saya berharap banyak orang di Ukraina akan lebih mencari tahu tentang hal ini, serta merasa bangga dan gembira untuk saya.

Baca Juga: Perjalanan Ritu Phogat Dari Pegulat Fenomenal Menjadi Superstar ONE

Beijing | 16 November | AGE OF DRAGONS | TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global